3 Wisata Batuan Purba Ini Membuktikan Kecantikan Sulawesi Tak Hanya Ada Pada Taman Bawah Lautnya

Indonesia memang sebuah negeri dengan potensi pariwisata yang tak akan ada habisnya. Mulai dari wisata alam, hiburan, hingga sejarah semua ada di negeri ini tercinta. Belum lagi tentang kebudayaannya yang beragam, salah satunya adalah tradisi Lompat Batu yang ada di kota Nias. Tradisi tersebut bahakan sudah terkenal hingga mancanegara, tak sedikit dari mereka yang tertarik dan merasa penasaran untuk berkunjung dan menyaksikannya secara langsung. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan kuliner yang melimpah. Di setiap kota selalu memiliki keunikan kuliner tradisinal khasnya yang menarik untuk dicicipi. Tak berhenti sampai disitu saja, di Pulau Sulawesi bahkan ditemukan sebuah tempat yang menyimpan sisa zaman pra-sejarah. Tempat wisata apa itu? Dan dimana letaknya? Simak penjelasan berikut ini ya.

Selamat datang di wisata megalit pra-sejarah! Eits, ini bukan di Pulau Paskah loh, melainkan di Indonesia

Mungkin selama ini jika berbicara tentang wisata zaman pra-sejarah, banyak yang mengaitkan dengannya dengan Easter Island atau yang biasa disebut dengan Pulau Paskah. Hal ini karena pulau tersebut terkenal dengan patung Moi. Patung Moi sendiri adalah salah satu aset kuno yang unik karena membentuk kepala – kepala manusia raksasa yang tingginya bahkan mencapai 7 meter. Namun, siapa yang menyangka bahwa di Indonesia juga memiliki tempat yang serupa. Di pulau Sulawesi tak hanya satu, dua, ada 3 tempat yang menyimpan wisata batuan purba peninggalan zaman pra-sejarah.

 

1. Lembah Bada yang menawan

Patung Palindo Lembah Bada Patung Palindo Lembah Bada - Dolan Dolen

Patung Palindo Lembah Bada via nationalgeographic.co.id

Lembah Bada juga merupakan salah satu tempat dimana menyimpan pesona arca juga patung patung seperti yang bisa Dolaners temukan di Situs Tadulako. Salah satu arca terkenal yang bisa Dolaners temukan di Lembah Bada Sulawesi ini adalah Patung Palindo namanya. Palindo merupakan patung-patung dengan ukuran ketinggian mencapai kurang lebih 4 meter. Patung ini bisa dikatakan yang paling mencolok. Hal ini karena letak posisinya yang miring dan memiliki senyum di wajahnya. Namun ternyata, senyum di wajahnya itu bukanlah sebuah senyum, hal ini berkaitan karena Palindo tersebut memiliki arti penghibur yang tak bermulut. Letak senyum tersebut ada karena posisi mulutnya yang maju sehingga membentuk sebuah bayangan senyum di bawah hidungnya. Selain Patung Palindo, Dolaners juga bisa menemukan banyak patung lainnya yang tersebar di seluruh bagian yang ada di Padang Sape ini. Diantaranya adalah patung Loga, Patung Torompana dan Patung Tarae Roe.

 

2. Lembah Besoa yang mempesona

Patung Lembah Besoa Patung Lembah Besoa - Dolan Dolen

Patung Lembah Besoa via superadventure.co.id

Lembah Besoa atau biasa dikenal dengan nama Lembah Behoa merupakan sebuah wisata yang masih berada di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi. Lembah Besoa sekana menjadi saksi bisu pada zaman pra sejarah. Ketika pertama kali menginjakkan kaki disini, Dolaners akan serasa sedang berada di masa lalu. Bagaimana tidak, di kawasan Lembah Besoa ini meenyimpan banyak batu batu pahatan yang membentuk pola pola tertentu, seperti salah satunya Arca Tadukolo yang paling mudah Dolaners temukan di sini. Arca Tadukolo sendiri merupakan sebuah patung yang tingginya mencapai dua meter. Menurut cerita masyarakat sekitar, patung ini terbentuk merupakan seorang panglima perang yang tak pernah terkalahkan. Hingga pada akhirnya, seorang wanita yang telah dia khianati menumbuk kepalanya dengan batang alu dan kemudian dikutuk menjadi batu. Hingga saat ini Arca Tandukolo menjadi salah satu objek fenomenal yang ada di Lembah Besoa, Sulawesi. Uniknya lagi, Batu Tadulako ini juga mempunyai kemiripan tersendiri terhadap Patung Moai yang berada di Pulau Paskah.

Tak hanya Arca Tandukolo saja, di kawasan Lembah Besoa Dolaners juga akan menemukan salah satu prasasti bersejarah lainnya. Salah satunya bernama Kalamba. Kalamba sendiri merupakan sebuah bejana yang konon digunakan sebagai bak mandi super besar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan air untuk mandi para puteri raja. Selain itu fungsi lain dari Kalamba adalah dipakai sebagai tempat untuk menyimpan mayat mayat. Istimewanya lagi, Kalamba disini masuk dalam kelompok yang terbesar yang pernah ada.

Tak perlu tergesa gesa, sebelum memuntuskan untuk melangkah, kamu harus tau jalan yang akan kamu lalui

Untuk menuju ke suatu tempat yang belum pernah Dolaners kunjungi, memang salah satu aspek yang wajib diketahui adalah ‘How to get there’. Begitu pula ketika Dolaners ingin berkunjung ke Lembah Besoa. Lembah Besoa sendiri terletak di dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, yang mana letaknya berada tepat di jantung Pulau Sulawesi yaitu di Provinsi Sulawesi Tengah.Untuk mencapai Lembah Besoa, Dolaners dapat menggunakan transportasi roda empat beroda empat yang dimulai dari Kota Poso. Atau untuk yang menggunakan transportasi umum bisa memulai perjalanan dari Kabupaten Sigi. Jika menggukana angkutan umum, Dolaners harus meneruskan perjalanan dengan naik ojek sepeda motor, dan setelahnya barulah berjalan kaki. Total perjalanan dari pusat kota hingga sampai ke tujuan utama yakni sekitar empat jam.

Dolaners tak perlu takut akan bosan di perjalanan, karena selama perjalanan dari wilayah Sigi, panorama alam akan menyambut hingga membuat Dolaners lupa akan rasa penat yang dirasakan. Belum lagi jika Dolaners singgah menyusuri Taman Nasional Lore Lindu, maka kicauan kicauan burung khas Sulawesi akan menyambut kedatangan Dolaners dengan gembira. Udara khas pegunungan yang Dolaners hirup juga akan semakin menambah keistimewaan hutan tropis ini.

 

3. Lembah Napu yang membuatmu tersipu

Pokekea Lembah Napu Pokekea Lembah Napu - Dolan Dolen

Pokekea Lembah Napu via tampoloreku.blogspot.co.id

Lembah Napu juga tak mau kalah dengan dua tempat wisata situs pra-sejarah lainnya. Lembah Napu menyimpan situs unik bernama pokekea. Situs ini masih sangat misterius, bahkan hingga kini tak satupun cerita pasti fakta berdasarkan penelitian mengapa keunikan batu – batu artefak ini bisa berada di Lembah Napu. Keterampilan serta ketekunan mereka yang hidup di masa megalitik sungguh luar biasa, hingga tercipta megalit megalit yang ada di padang rumput nan luas ini. Dari jarak 50 – 100 meter Dolaners sudah dapat melihat arca batu yang bentuknya bervariasi. Lembah Napu sendiri berada di Kota Poso. Sangat mudah untuk menempukan lokasi wisata ini, karena letaknya dekat dengan Kota Palu. Disamping itu Lembah Napu juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa karena merupakan wilayah penyangga dan Taman Nasional Lore Lindu.


Gimana sekarang kamu sudah gak ragu lagi kan untuk berlibur ke Sulawesi? Selain keindahan alam pesisir, kekayaan wisata zaman pra-sejarahnya juga tak kalah dengan yang dimiliki negar lain loh! Jadi tunggu apa lagi, segera angkat tas ransel kamu dan nikmati petualangan liburan seru di Sulawesi. Jangan lupa selalu jaga alam dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selamat berlibur.

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.