Dari Barat Indonesia, Kepulauan Banyak Siap Menghibur Kegundahan Hati Dolaners

Aceh memang memiliki pesona pariwisata yang tak biasa. Mulai dari wisata alam hingga modern semua ada. Bahkan untuk wisata pesisirnya, menyimpan keindahan yang tak kalah dengan yang ada di sebelah timur Indonesia. Ribuan gugusan kepulauan kecilnya juga sangat menggoda untuk dipijak. Salah satu tempat yang dijamin akan membuat Dolaners terkagum kagum adalah Kepulauan Banyak. Ya, ‘Banyak’ memang namanya. Seperti namanya yang unik, kepulauan yang satu ini juga menyimpan keistimewaan yang tak terhitung. Apa saja itu? Simak penjelasan berikut ini sampai tuntas.

Kepulauan Banyak yang tak banyak diketahui khalayak ramai

Kepulauan Banyak Kepulauan Banyak - Dolan Dolen

Kepulauan Banyak via lostpacker.com

Kepulauan Banyak merupakan sebuah kecamatan yang letaknya berada di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Kecamatan yang satu ini sangat unik dan berbeda dengan yang lain, dimana terdiri dari 99 gugusan pulau yang sebagian besar belum memiliki nama. Kepulauan Banyak ini sendiri merupakan sebuah kecamatan dengan wilayah laut yang sangat luas. Hal ini membuat pulau pulau di dalamnya memiliki garis pantai yang sangat panjang. Pasir putih dan lambaian daun pun turut semakin memperindah panorama pemandangan. Sedangkan untuk Ibukota kecamatannya terletak di Pulau Balai. Pulau yang satu ini merupakan nadi perekonomian dari Kepulauan Banyak, karena di sana terjadi transaksi ekonomi antar penduduk. Selain itu, Pulau Balai juga memiliki fasilitas yang lengkap, jika di bandingkan dengan pulau pulau lain yang ada di Kepulauan Banyak.

 

Legenda asal usul terbentuknya Kepulauan Banyak yang banyak dicari wisatawan

Selain Pulau Balai, di Kepulauan Banyak masih terdapat beberapa pulau besar lainnya, seperti diantaranya Pulau Tuangku, Pulau Bangkaru, Pulau Ujung Batu dan Pulau Palambak Besar. Beredar cerita Legenda Tuan Tapa, yang telah ada secara turun temurun, dimana berkembang di masyarakat setempat bahwa konon pulau ini dulunya merupakan satu pulau besar. Namun kemudian hancur berkeping keping karena pertempuran antara Tuan Tapa yang memiliki tinggi sekira 12 meter, dengan dua ekor naga. Hingga sekarang belum ada kejelasan yang pasti, apakah legenda tersebut benar adanya. Uniknya lagi, ada empat bahasa yang berlaku di Kepulauan Banyak ini, yakni Bahasa Aneuk, Bahasa Jamee, Bahasa Holoban dan Bahasa Nias. Masing masing bahasa digunakan oleh Suku Aneuk Jamee, Suku Haloban dan Suku Nias. Dijamin deh berada satu atau dua hari disini, Dolaners akan merasakan begitu singkat. Alamnya yang indah dipadu dengan ketentraman yang luar biasa adalah daya pikatnya yang selalu membuat rindu.

 

Sudah siap berangkat ke Kepulauan Banyak? Ini dia petualangan yang harus Dolaners lalui

Pelabuhan Jembatan Tinggi Pelabuhan Jembatan Tinggi - Dolan Dolen

Pelabuhan Jembatan Tinggi via arieyamani.blogspot.co.id

Untuk bisa menginjakkan kaki di Kepulauan Banyak yang akan Dolaners lewai bisa dimulai dari Kabupaten Aceh Singkil. Dari sini, Dolaners bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Balai dengan menggunakan kapal ferry selama 4 jam, tarif yang harus Dolaners bayar Rp. 50.000,- dengan jadwal perjalanan seminggu sekali setiap hari Selasa. Atau Dolaners bisa juga menggunakan kapal warga dari Pelabuhan Jembatan Tinggi, dengan tarif yang sama, yakni Rp. 50.000,- per orang, atau untuk Dolaners yang pergi secara rombongan, bisa menyewa speed boat dengan tarif Rp. 1.200.000,-. Speed boat tersebut juga bisa disewa untuk berkeliling pulau dengan harga yang variatif, mulai dari Rp. 300.000,- ribu sekali jalan.

 

Di Kepulauan Banyak, Dolaners bisa mengukir kenangan lewat beragam kegiatan mengasyikkan

Sinar Matahari terpancar sepanjang hari menghangatkan hawa di sekitar Kepulauan Banyak. Banyak hal yang bisa Dolaners lakukan ketika berada di Kepulauan Banyak, seperti :

  • Menjadi saksi keindahan matahari terbit yang cantik dan jangan lewatkan proses terbenamnya. Untuk panorama yang lebih menyentuh sanubati, Dolnaers bisa menyaksikan dari Pulau Palambak yang merupakan salah satu spot sempurna.
  • Bagi Dolaners yang tergolong penggemar wisata bahari, dijamin tidak akan percuma menginjakkan kakinya di Kepulauan Banyak. Terdapat beberapa titik untuk menyelam, diantaranya adalah Pulau Tallani, Rago- rago, Matahari, Pabisi dan Sikandang. Rata-rata perairan di sini berkarang dan memiliki air jernih sehingga dari permukaan laut saja terumbu karang sudah bisa terlihat. Sejumlah gugusan pulau pun tercatat memiliki ombak tinggi rata-rata 5-6 meter, datangnya ombak mampu setiap satu menit sekali terutama saat musim angin barat antara bulan April hingga bulan Agustus. Area terbaik untuk berselancar ada di Pulau Bangkaru, pulau yang juga dijadikan pusat konservasi penyu hijau.
  • Berpetualang mengayuh kayak (kapal kayu nelayan) juga seru lho! Cobalah meraih Pulau Palambak Besar, berpetualang dengan kayak bisa Dolaners lakukan di bagian belakang pantai yang memiliki ombak lebih tenang ini.
  • Dan untuk wisata antimainstream, Pulau Balai tidak kalah menarik dengan kehidupan para nelayannya yang masih tradisional. Berkelilinglah dan cobalah berbaur dengan warga setempat. Pulau Tuangku lebih unik lagi menyuguhkan area treking berupa hamparan hutan. Dolaners dapat singgah di Kampong Haloban yakni tempat tinggal suku haloban. Selama perjalanan ke sana, Dolaners dapat melihat kancil, beo nias, babi hutan dan kupu-kupu beraneka warna. Temui juga Goa Kelelawar dan Goa Sarang Burung Walet.

 

GALERI FOTO PULAU BANYAK

 

Tak perlu repot mendirikan tenda, sudah tersedia penginapan untuk bermalam yang nyaman

Penginapan di Pulau Palambak Penginapan di Pulau Palambak - Dolan Dolen

Penginapan di Pulau Palambak via sovikhadifa.blogspot.co.id

Untuk Dolaners yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di Kepulauan Banyak ini, tak perlu repot repot membwa tenda untuk kemudian didirikan. Pulau Balai yang merupakan pulau dengan penduduk terbanyak di kepulauan ini sudah memiliki fasiltas yang cukup lengkap. Termasuk dengan penginapan. Salah satunya adalah Penginapan Putri yang letaknya tepat berada di Jalan Iskandar Muda, biaya mnginap per malamnya pun sangat terjangkau, yakni Rp. 60.000,-. Sensasi menginap di pulau pribadi juga bisa Dolaners rasakan ketika bermalam di Lyla Bungalow yang ada di Pulau Palambak Besar dengan tarif per malamnya hanya Rp. 80.000,- saja. Bahkan pengelola penginapan juga menyediakan paket 3x makan sehari dengan biaya hanya Rp. 100.000,-. Atau bagi Dolaners yang memang ingin lebih bersahabat dengan alam, maka bisa mencoba berpetualang mendirikan tenda di pulau pulau yang masih belum berpenghuni. Yang perlu diingat, jangan lupa membawa perbekalan makanan selama mendirikan tenda di pulau pulau tersebut.

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.