Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan kota terbesar di provinsi ini, selain itu juga menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, industri dan jasa.

Kota Mataram merupakan kota sekaligus menjadi ibu kota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kota Matam ini terletak tepat di Pulau Lombok. Tempat yang satu ini berada tepat pada titik 08⁰33’ – 08⁰38’ Lintang Selatan dan 116⁰04’ – 116⁰10’ Bujur Timur. Struktur tanah Mataram kebanyakan adalah terdiri dari tanah liat serta tanah dari endapan tuff. Tanah endapat tuff tersebut adalah endapat alluvial yang bersumber dari aktivitas Gunung Rinjani. Jika diperhatikan secara visual, maka struktur tanah akan terlihat seperti lempengan-lempengan batu pecah. Sedangkan pada lapisan bawah tanah adalah lapisan pasir. Adapun batas wilayah dari Mataram adalah sebelah Utara yakni Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat, sebelah Timur adalah Kecamatan Narmada Lombok Barat, sebelah Selatan adalah Kecamatan Labu Api Lombok Barat, dan sebelah Barat adalah Selat Lombok.

Jumlah penduduk yang menempati wilayah tersebut menurut BPS pada tahun 2012 adalah 406.910 jiwa. Jumlah tersebut secara rinci adalah 79.367 jiwa untuk wilayah Ampenan, 53.946 jiwa untuk wilayah Sekarbela, 73.222 jiwa untuk wilayah Selaparan, 73.921 jiwa untuk kecamatan Mataram, 61.683 jiwa di wilayah Sandubaya dan 64.771 jiwa di wilayah Cakranegara. Untuk iklim, Mataram masuk dalam daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup signifikan setiap bulan dan kemarau yang singkat. Suhu di wilayah yang satu ini memang terbilang cukup dingin yakni memiliki rata-rata suhu 26.1⁰C.

Sedangkan secara topografi, wilayah Mataram berapa pada ketinggian tidak lebih dari 50 mdpl. Ketinggian tersebut tentu juga mempengaruhi keadaan suhu yang dingin di wilayah Mataram. Untuk demografi, Mataram memiliki memiliki beberapa suku bangsa yang tinggal di dalamnya diantaranya adalah Suku Sasak yang menjadi mayoritas penghuni wilayah tersebut diikuti dengan Suku Bali, Tionghoa, Arab, dan Melayu.

Meskipun sempat beberapa kali terjadi ketidakharmonisan akibat perbedaan suku bangsa, namun hal tersebut tidak menganggu aktivitas dan kedamaian warga yang tinggal di Mataram. Banyaknya suku Sasak secara otomatis juga mempengaruhi mayoritas agama yang ada di sana. Terbukti bahwa Agama Islam menjadi agama mayoritas masyarakat. Selain itu, juga ada agama lain meliputi Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat adalah bahasa Sasak.

Jika Pulau Dewata Bali mempunyai julukan Pulau Seribu Pura, maka sudah menjadi rahasia umum jika Pulau Lombok mempunyai julukan Pulau Seribu Masjid. Hal ini tentu saja menjadikan Kota Mataram masuk kedalamnya. Salah satu makna yang terkandung dari julukan tersebut adalah penduduk di Pulau Lombok sebagian besar merupakan umat muslim yang kehidupannya sehari-hari selalu berpegang pada ajaran-ajaran agama Islam. Kota Mataram yang merupakan salah satu kota di dalamnya dan mempunyai motto “maju, religius dan berbudaya” memiliki penduduk yang heterogen dari berbagai macam suku, agama dan etnis, namun kehidupan warga di kawasan ini memiliki toleransi yang tinggi sehingga mereka dapat hidup rukun dan aman meskipun antar umat beragama. Hal itu terlihat dengan adanya tempat ibadah antarumat yang berdampingan satu dengan lainnya.Selain wisata pantainya yang sudah tidak diragunakan lagi keindahan dan kemasyurannya, terdapat sebuah tempat wisata religi yang unik di Kota Mataram ini tepatnya di Kelurahan Tanjung Karang terdapat tempat wisata bernama Makam Loang Baloq, yang hanya terpisah jalan lingkar Kota Mataram dari Kota Tua Ampenan.

Kompleks Pemakaman ini menyimpan puluhan jasad, namun di antaranya terdapat tiga makam yang dianggap keramat, yakni makam yang terletak di lubang persis di bawah pohon beringin merupakan makam ulama besar dari Jazirah Arab bernama Maulana Syech Gaus Abdurrazak yang merupakan penyebar Agama Islam di Pulau Lombok. Lalu makam di lubang besar di sampingnya ialah makam Anak Yatim dan satu makam lainnya ialah makam Datuk Laut. Dengan luas kota 61,3 km² dan 56,80 km² perairan laut, Kota Mataram ini dihuni penduduk sejumlah 402.843 (2010). Setiap tahunnya diperkirakan laju pertumbuhan akan terus meningkat, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah banyaknya pelajar atau mahasiswa yang berdatangan dari luar Kota Mataram. Salah satu daerah dengan kualitas pendidikan yang terbaik di Pulau Lombok menjadikan daya tarik tersendiri bagi para penuntut ilmu untuk hijrah ke Kota Mataram.

Information

Find More  

Directory

Find More