Di Balik Keindahan Gunung Bawakaraeng, Tersimpan Mitos dan Ritual Mistik yang Mengejutkan

Kecantikan alam Indonesia memang sudah tidak patut lagi untuk dipertanyakan. Mulai dari wilayah paling barat hingga ujung paling timur, semua menyimpan keindahan alam dengan keistimewaannya masing masing. Seperti Pulau Sulawesi yang terkenal dengan kecantikan perbukitan dan pegunungannya. Salah satu tempat yang menyimpan penorama keindahan yang sangat menarik adalah Gunung Bawakaraeng. Dolaners sudah pada tahu kan Gunung Bawakaraeng itu? Bagi yang belum tahu, silahkan simak penjelasan berikut ini ya.

Perkenalkan ini dia sang primadona dari Sulawesi Selatan, Gunung Bawakaraeng

Gunung Bawakaraeng Gunung Bawakaraeng - Dolan Dolen

Gunung Bawakaraeng via ardiyanta.com

Taman Nasional Gunung Lompobattang yang berada di Sulawesi Selatan ternyata memiliki sebuah spot yang telah lama difavoritkan bagi para pecinta hiking. Ya, Gunung Bawakaraeng. Pepohonan hijau khas tanaman hutan tropis tumbuh lebat menyelimuti Gunung Bawakaraeng ini. Berbagai macam jenis tanaman dengan tebaran bunga bunga beraroma khas seolah menjadi pemanis yang menarik mata. Pesona alamnya memancarkan keelokan hutan tropis yang sangat menakjubkan. Dari semua keistimewaan inilah, tidak heran jika Gunung Bawakaraeng menjadi salah satu gunung yang paling banyak digemari para pendaki, terutama mereka dari wilayah Sulawesi Selatan.

 

Danau Tanralili, Oase yang dikelilingi tebing tebing menjulang

Danau Tanralili Bawakaraeng Danau Tanralili Bawakaraeng - Dolan Dolen

Danau Tanralili Bawakaraeng by rijalandii

Kecantikan yang tersimpan dari Gunung Bawakaraeng tak hanya berhenti di keaneka ragaman tanamannya saja. Gunung cantik yang satu ini juga menyimpan hadiah bagi para pendaki berupa sebuah danau. Danau Tanralili namanya, danau yang satu ini memiliki keeksotisan yang mampu menandingi keelokan Ranu Kumbolo. Danau ini juga dikenal dengan nama Lembah Loe. Disebut demikian, karena memang lokasinya berada di sebuah lembah yang dikelilingi oleh tebing tebing tinggi menjulang. Meskipun danau ini sangat cantik, namun ada satu lagi spot yang paling menarik dan selalu diburu oleh para wisatawan yang melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng.

 

Lembah Ramma, salah satu spot favorite para pendaki

Lembah Ramma Bawakaraeng Lembah Ramma Bawakaraeng - Dolan Dolen

Lembah Ramma Bawakaraeng via ardiyanta.com

Lembah Ramma. Sebuah nama yang saat ini sedan diburu oleh para pecinta hiking yang. Ya, spot yang satu ini terletak di kawasan Gunung Bawakaraeng. Lembah ini memiliki padang rumput yang sangat luas sekaligus sangat mempesona. Tempat favorit di lembah ini adalah hutan lumut. Lanskap dan pemandangannya yang sangat epic membuat siapa saja akan terhipnotis. Bahkan berada di Hutan Lumut Lembah Ramma ini, Dolaners akan serasa berada dalam film ‘The Lost World’. Seru banget kan? Apalagi buat Dolaners pecinta fotografi, tempat yang satu ini wajib banget ada di deretan koleksi foto instagram-mu (hehe).

 

Mitos mengejutkan dibalik Gunung Bawakaraeng

Ritual Haji di Gunung Bawakaraeng Ritual Haji di Gunung Bawakaraeng - Dolan Dolen

Ritual Haji di Gunung Bawakaraeng via ulinulin.com

Di balik semua panorama keindahan Gunung Bawakaraeng lengkap dengan Lembah Ramma dan Dananu Tanralilinya yang mampu menyihir setiap mata yang memandangnya, ternyata tersimpan mitos dan ritual mistik yang masih dilakukan hingga saat ini.

Masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar gunung ini meyakini bahwa Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Mereka pun menjalankan ibadah haji di puncak Lompobattang (Puncak Gunung Bawakaraeng) pada setiap musim haji atau bulan Zulhijjah. Fenomena ritual ini telah dilakukan secara turun temurun, yang akhirnya dikenal dengan istilah Ritual Haji Bawakaraeng. Uniknya, ritual ini dilakukan untuk memohon keselamatan, rezeki, dan permintaan khusus lainnya kepada yang Maha Kuasa, bukan untuk menjadi “Haji”. Para penganut ritual ini terkadang membawa persembahan seperti Songkolo’ (beras ketan), lontong, telur, buah-buahan, daging ayam, bahkan ada yang membawa daging kambing. Jenis persembahan yang mereka berikan disesuaikan dengan permohonan masing masing. Meskipun pelaksanaan ibadah ini sendiri bisa dipandang sebagai wujud pencampuran kepercayaan lama, ritual mistik, dan ajaran Islam, yang memang masih ditemukan di kelompok masyarakat tertentu di berbagai daerah di Indonesia, namun pelaksanaan ritual ini masih terjaga dan dilakukan oleh masyarakat Sulawesi Selatan hingga saat ini.

Cerita versi lain menyebutkan bahwa pada masa lampau, ada seseorang yang sangat ingin pergi beribadah haji ke Tanah Suci Mekkah. Namun karena biayanya yang mahal serta peraturannya yang rumit, sehingga menyebabkan orang tersebut tidak juga kunjung pergi beribadah haji. Lalu, pada suatu ketika, beliau mendapatkan bisikan ghaib untuk mendaki Gunung Bawakaraeng sebagai pengganti hajinya.

Entah mana dari berbagai mitos tersebut yang benar, yang pasti masyarakat Sulawesi Selatan masih terus mempertahankan tradisi ini hingga sekarang. Mereka masih ‘naik haji’ ke atas puncak Gunung Bawakaraeng untuk memohon sesuatu kepada yang Maha Kuasa bertepatan pada bulan haji.

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.