Disamping terkenal sebagai kota pelajar dan kota gudeg, Jogja juga terkenal dengan kota seni dan budaya. Banyak para seniman besar karya dari Kota Yogyakarta ini, karya dari para senimannya pun sangatlah besar dan membuat harum nama kota ini. Budayawan dan seniman yang berasal dari Jogja ini sudah tidak asing lagi namanya seperti Angger Skisni, Amri Yahya, Bagong Kusdiarjo dan masih banyak lagi.

Selain dipenuhi oleh para seniman, Kota Yogyakarta juga sering mengadakan berbagai festifal tentang seni dan budaya. Sanggar-sanggar yang banyak berdiri juga sangat mendukung kekuatan Jogja sebagai kota yang sangat lengket dengan seni dan budayanya. Pada kesempatan kali ini akan diambil satu dari pembahasan seni dan budaya tersebut yaitu budaya seni tari-tarian dari Yogjakarta. Banyak sekali jenis tari yang diluncurkan oleh Jogja ini dan kini sudah banyak dipelajari oleh masyarakat luas dan menjadi terkenal.

  • Serimpi Sangupati
    Tari serimpi sangupati adalah sebuah tarian khas keraton dimasa lalu yang disertai dengan suara gamelan dikombinasikan pada gerakan sebuah tari yang lembut serta menawan hati.
  • Bedaya
    Tari bedaya adalah tarian keraton yang dibawakan oleh 9 para putri dengan paduan irama yang lemah gemulai. Konon meskipun tarian ini dilakukkan oleh 9 orang putrid, namun banyak orang yang melihatnya ditarikan oleh 10 orang. Diyakini bahwa satu orang tersebut adalah titisan dari kanjeng ratu kidul. Yang menarik dari tarian ini adalah syarat sang penari yaitu harus perawan dan melakukan puasa atau lelaku serta dalam keadaan bersih alias tidak haid.
  • Beksan Nirbaya
    Tarian ini diilhami “edan-edanan” sebagai bentuk keseniannya yang merupakan salah satu dari bagian upacara keraton yang memiliki fungsi sebagai penolak bala. Gerakannya tarian satu ini sangat mengena dan unik ketika diangkat sebagai seni pertunjukan.
  • Beksan Lawung Ageng
    Tarian ini adalah sebuah tarian yang diciptakan oleh Pangeran Mangkubumi yang dimaknai sebagai sarana untuk memupuk semangat jiwa dari para prajurit untuk menyindir para pembesar Belanda. Karakter yang ditonjolkan dalam tarian ini adalah laki-laki yang memiliki perangai kuat. Setiap gerakannya menunjukkan tingkat keberanian, kekuatan serta semangat yang tinggi dari para prajurit kraton. Awalnya tarian ini ditarikan oleh sekelompok prajurit Trunojoyo sehingga dikenal-lah namanya menjadi Beksan lawung Trunojoyo.
  • Merak
    Kisah tari merak ini menceritakan hal yang dialami burung merak tentang kebebasan dan keindahan alam bebasnya.

Beberapa budaya tari di Jogja diatas hingga kini tetap dilestarikan dan telah terkenal oleh masyarakat luas. Tarian Jogja-pun tak hanya sebatas pada ulasan diatas, saat ini sangat banyak tarian lain yang sangat kental dengan budaya Yogyakarta yang belum tercatat diatas.