Menikmati Pesona Pulau Flores Lewat Danau Kelimutu yang Bercahaya

Memang tak akan pernah ada habisnya jika membicarakan tentang pariwisata yang dipunyai oleh Indonesia. Di setiap pelosok wilayahnya seakan memiliki tempat wisata dengan keistimewaan yang beragam yang berbeda antara satu dengan lainnya. Mulai dari wisata alam, budaya, hiburan, sejarah, hingga wisata belajar, semua komplit tersedia di Indonesia. Salah satu keajaiban yang dimiliki oleh alam Indonesia adalah berada di Pulau Flores. Sebuah pulau cantik jelita yang berada di wilayah Indonesia bagian timur ini memang sudah dikenal memiliki keindahan yang tak lazim. Salah satu tempat yang sering diburu para penggila traveling di Pulau Flores adalah Gunung Danau Kelimutu. Penasaran dengan keistimewaan yang dimiliki Danau Kelimutu? Simak baik baik informasi yang dihadirkan oleh tim Dolandolen berikut ini ya.

Ini dia si cantik Danau Kelimutu yang mendunia.

Danau Kelimutu Danau Kelimutu - Dolan Dolen

Danau Kelimutu via ireztia.com

Danau Kelimutu merupakan sebuah tempat yang terletak di puncak sebuah gunung bernama Kelimutu. Memiliki keistimewaan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, Danau Kelimutu sangat menarik perhatian para Dolaners baik dari dalam maupun luar negeri. Sejak tanggal 26 Februari 1992, Danau Kelimutu masuk dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu, sebuah taman nasional terkecil dari enam taman nasional yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Tempat wisata ini berada di puncak Gunung Kelimutu dengan ketinggian 1.690 mdpl. Selain dikenal dengan nama Danau Kelimutu, tempat wisata ini juga dikenal sebagai Danau Tiga Warna. Yang menjadi istimewa adalah, Danau Kelimutu terdiri dari tiga buah ‘kubangan’ atau kawah yang memiliki warna berbeda di setiap kawahnya. Sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan karena tiga kawah dengan jarak yang berdekatan, namun memiliki warna air yang berbeda. Warna air danau umumnya adalah merah, putih dan biru, namun bisa berubah menjadi hijau, hitam dan coklat, atau variasi warna lainnya. Yang membuat terheran heran, saat para peneliti mencoba mengambil air danau ini untuk dijadikan sampel penelitian, air yang mereka ambil warnanya akan berubah menjadi bening seperti air air pada umumnya.

 

Asal usul Danau Kelimutu yang tak banyak diketahui.

Danau Kelimutu atau yang lebih familiar dengan nama Danau Tiga Warna memang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Namun tahukah Dolaners tentang sejarah ditemukannya danau cantik satu ini? Cerita tersebut bermula pada tahun 1915, dimana seorang warga negara Belanda bernama Van Such Telen mendaki ke Gunung Kelimutu. Dalam perjalanan pulang dari mendaki, ia mengatakan kepada warga sekitar bahwa di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga buah danau dengan warna merah, putih dan biru. Pada saat itu warga tak mudah percaya karena tiga warna yang disebutkan Telen sama dengan warna bendera Belanda. Sampai kemudian warga yang penasaran, membuktikan sendiri keberadaan Danau Kelimutu. Keindahan wisata alam Danau Kelimutu ini semakin populer setelah digambarkan ke dalam sebuah lukisan karya Y. Bouman pada tahun 1929. Sejak saat itulah, keindahan dan keunikan Danau Kelimutu semakin dikenal luas dan mulai banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

 

Sebelum mendaki sampai ke puncak, Dolaners wajib mengetahui seperti apa petualangan yang akan dijelajahi.

Jalan Menuju Danau Kelimutu Jalan Menuju Danau Kelimutu - Dolan Dolen

Jalan Menuju Danau Kelimutu via catatanjuliarossi.blogspot.co.id

Danau Kelimutu sendiri berada di puncak Gunung Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dan masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Kelimutu. Untuk bisa sampai di puncak Gunung Kelimutu Dolaners bisa memulai perjalanan dari kota Kupang menuju ke Ende dengan menggunakan pesawat terbang. Tiba di Bandara Hasan Aroeboesman Ende, Dolaners bisa menggunakan jasa travel dengan jurusan Ende – Maumere dan turun di Desa Moni. Dengan memakan biaya sekitar Rp. 50.000,- hingga Rp. 60.000,- .

Atau jika ingin lebih murah Dolaners bisa angkutan umum menuju ke terminal bus, dan kemudian dilanjutkan dengan naik bus umum dengan jurusan Maumere atau Wolowaru dan turun di Desa Moni. Biayanya sekitar Rp. 20.000,- hingga Rp. 30.000,-. Desa Moni sendiri merupakan desa terdekat dari Gunung Kelimutu. Dari sini Dolaners bisa memulai perjalanan menuju ke kawasan Gunung Kelimutu dengan menggunakan ojek yang dibandrol sekitar Rp. 50.000,- untuk sekali berangkat.

Saat yang tepat untuk berkunjung ke tempat wisata yang satu ini yakni pada bulan Juni hingga Agustus. Hal ini dikarenakan, pada bulan bulan ini hujan cenderung tidak turun sehingga medan yang harus dilewati terhitung aman. Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Danau Kelimutu, berangkatlah mendaki antara jam 2 hingga 3 pagi. Dan sesampainya di puncak, Dolaners akan disambut dengan hangatnya sang mentari yang mulai muncul ke permukaan berpadu dengan panorama pemandangan cantik nan menakjubkan.

 

Dari puncak, Dolaners bisa menyaksikan alam Flores tanpa celah.

Puncak Danau Kelimutu Puncak Danau Kelimutu - Dolan Dolen

Puncak Danau Kelimutu via l-men.com

Setelah sampai di puncak, kelelahan Dolaners akan terbayarkan dengan panorama pemandangan alam yang dihadirkan oleh Gunung Kelimutu. Hijaunya alam Flores dan cantiknya Danau Kelimutu seakan menjadi hadiah lebih dari cukup bagi setiap pendaki Gunung Kelimutu yang berhasil menahlukkan puncaknya. Ketiga danau yang ada di puncak ini dipisahkan oleh tebing batu curam dan mudah longsor, sehingga Dolaners diharapkan mampu menjaga jarak aman saat berada di area sekitar danau. Dan tetap harus waspada serta berhati hati. Tak hanya keindahan alamnya, di kawasan Gunung Kelimutu ini juga menjadi habitat bagi beberapa jenis binatang dan tumbuhan. Beberapa di antaranya bahkan sudah hampir punah seperti Burung Hantu Wallacea, Elang Flores dan Kancil Flores. Jangan lupa juga untuk mengabadikan setiap moment Dolaners selama berada di Dananu Tiga Warna ini dengan kamera kesayangan.

 

Mitos tentang Danau Kelimutu yang membuat bulu kuduk berdiri.

Dibalik keindahannya yang mendunia, Danau Kelimutu alias Tiga Warna ternyata menyimpan mitos turun temurun yang ternyata masih dipercaya hingga saat ini. Warga setempat percaya bahwa Danau Kelimutu ini merupakan tempat bersemayam jiwa-jiwa dari orang yang meninggal.Ketiga danau yang berbeda warna di puncak Gunung Kelimutu ini memiliki nama masing masing. Nama ketiga danau ini antara lain Tiwu Ata Mbupu yang menjadi tempat jiwa jiwa orang tua yang meninggal, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang menjadi tempat jiwa jiwa orang muda yang meninggal, dan yang terakhir adalah Tiwu Ata Polo yang menjadi tempat jiwa jiwa orang jahat yang meninggal. Kata ‘tiwu’ sendiri dalam bahasa setempat berarti danau. Dari ketiga danau beda warna tersebut, yang paling sering berubah warna adalah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai. Menurut warga setempat, hal ini dimungkinkan karena jiwa yang menempati danau ini masih muda dan labil sehingga mempengaruhi perubahan warna air danau.

 

Perubahan warna Danau Kelimutu diyakini memiliki pertanda buruk.

Indahnya Danau Kelimutu Indahnya Danau Kelimutu - Dolan Dolen

Indahnya Danau Kelimutu via chanelmuslim.com

Sudah sejak lama cerita tentang perubahan warna dari Danau Kelimutu diyakini adalah sebuah pertanda dari alam. Warga setempat percaya bahwa alam sengaja memperingatkan kita selaku manusia agar lebih berhati hati. Menurut mereka, hal ini pernah terjadi beberapa kali di kejadian besar yang melanda Indonesia, di antaranya pada tahun 1992 dan 2004. Pada tahun 1992, salah satu danau berubah warna menjadi coklat kemerahan seperti hati ayam. Tak lama kemudian, terjadi gempa bumi yang melanda Pulau Flores dan memakan banyak korban jiwa. Hal yang sama terjadi pada tahun 2004 dimana Provinsi Nangro Aceh Darussalam diterjang bencana alam tsunami dan menimbulkan ratusan korban jiwa. Menurut warga sekitar, Danau Kelimutu memiliki kekuatan magis yang luar biasa besar. Hal ini membuat danau ini sangat dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Warga juga seringkali menggelar upacara atau ritual khusus dengan membawa sesaji sebagai persembahan dengan tujuan meminta keselamatan dan keberkahan.

 

Desa Moni yang menjadi ramai oleh wisatawan.

Desa Moni Desa Moni - Dolan Dolen

Desa Moni via jalanpakekaki.blogspot.co.id

Puas menikmati keindahan yag disuguhkan Danau Kelimutu, kini saatnya Dolaners untuk kembali turun gunung. Sampai di kaki gunung, Dolaners bisa beristirahat sejenak di Desa Moni sembari mengumpulkan tenaga untuk kembali ke kota asal. Di desa ini sudah banyak berdiri penginapan yang bisa Dolaners gunakan untuk bermalam. Tarifnya pun juga bermacam maca, salah satunya adalah Sao Ria Bungalow yang memiliki tarif per malam mulai dari Rp. 150.000,- hingga Rp. 200.000,-. Bermalam sehari di Desa Moni ini Dolaners juga bisa menikmati alam Taman Nasional Kelimutu dengan berbagai flora serta fauna di dalamnya. Sejenak melupakan rutinitas harian yang membuat penat tak ada salahnya bukan? Apalagi jika liburan Dolaners dilakukan bersama dengan para sahabat. Sungguh kenikmatan hidup yang wajib disyukuri.

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.