Menjelajahi Gunung Padang yang Penuh Misteri Tak Terjawab

Gunung Padang merupakan sebuah tempat yang sejak tahun 2014 lalu menjadi fanomenal dan dicari keberadaan oleh banyak orang. Gunung Padang sendiri sebenarnya adalah sebuah bukit. Namun, sudah jadi kebiasaan masyarakat setempat untuk menyebut bukit sebagai gunung. Gunung Padang memang sempat mencuri perhatian banyak orang. Apalagi sejak September 2014, ketika warga tanah air digegerkan dengan penemuan artefak mirip kujang dan koin tua. Sebuah penemuan yang tidak tanggung-tanggung. Sebab, diperkirakan bahwa kedua temuan tersebut berasal dari masa 5.200 SM. Apalagi kedua penemuan menarik itu baru dari satu sisi saja di kawasan Gunung Padang ini. Para ahli yakin dan percaya bahwa di sisi lain dari tempat ini menyimpan situs megalitikum yang bahkan lebih tua dari Piramida yang ada di kota Mesir dan mungkin saja Gunung Padang bisa menjadi bangunan prasejarah terbesar di dunia. Mau tau apa saja keistimewaan lain yang dimiliki Gunung Padang? Simak baik baik penjelasan dari tim Dolandolen berikut ini ya.

Pasti Dolaners mengira letak Gunung Padang di Sumatera kan? Dan ternyata itu salah besar loh!

Gunung Padang Gunung Padang - Dolan Dolen

Gunung Padang via foermy.blogspot.co.id

Bukit Padang atau yang biasa disebut Gunung Padang oleh masyarakat disekitarnya ini terletak di Desa Karyamukti, Campaka, Cianjur, Jawa Barat. Jika Dolaners memulai perjalanan dari arah Puncak, maka aksesnya sangat mudah dijangkau. Yakni Dolaners hanya perlu mengambil akses jalan ke arah Cianjur. Pastikan untuk selalu melihat ke arah kiri atau berpedoman pada GPS, karena setelah beberapa kilometer dari Cianjur, plang yang akan menuntun Dolaners untuk bisa sampai ke Gunung Padang ini bisa langsung dengan mudah terlihat. Untuk sampai ke puncak gunung, Dolaners harus mendaki sekitar 350 anak tangga, dengan ketinggian yang bisa dibilang cukup curam. Di kanan kiri banyak terdapat semak belukar, pepohonan kecil nan rimbun yang akan menemani perjalanan Dolaners. Yang unik, meski hawa magis kental terasa di kawasan ini, namun rasa dingin khas pegunungan atau dataran tinggi yang seharusnya menggigit sama sekali tak akan Dolaners rasakan disini.

 

Hamparan bebatuan ribuan tahun akan menyambut di depan mata.

Hamparan Bebatuan Gunung Padang Hamparan Bebatuan Gunung Padang - Dolan Dolen

Hamparan Bebatuan Gunung Padang via adhipewe.blogspot.co.id

Batu batu panjang dan besar berserakan di mana-mana, sebagian tersusun bertumpuk, atau berdiri sejajar seperti mengkonstruksikan sesuatu, sebagian lagi tidak, lima teras (undakan) yang berjajar semakin ke atas semakin mengecil luasnya seperti pyramid, lapisan rumput hijau yang serupa karpet dan siap menyambut setiap Dolaners yang datang adalah gambaran nyata yang bisa akn Dolaners sapatkan begitu menginjakkan kaki di Gunung Padang. Tumpukan gunung batu yang tersusun di Gunung Padang sungguh menawan, bahkan semakin unik karena di tumpukan yang paling tertinggi mempunyai nama yang khas yakni “Mahkota Dunia”, disebut sebut oleh masyarakat sekitar bahwa spot tersebut adalah titik pusat energi di Gunung Padang, di mana salah satu pembuktiannya adalah keberadaan sinyal handphone yang sangat kuat di lokasi tersebut. Tak hanya itu saja, pepohonan rimbun, serta lapis gunung yang mengelilinginya juga seolah sangat berbeda dan khas, bahkan mengelilingi dari segala arah mata angin.

 

Berada di Gunung Padang seolah sedang bertandang ke Rumah Flintstone.

Sunrise Gunung Padang Sunrise Gunung Padang - Dolan Dolen

Sunrise Gunung Padang via widianawidie.wordpress.com

Waktu yang paling baik untuk mendaki Bukit Padang ini adalah dini hari, sebelum matahari terbit. Hal ini bertujuan agar begitu Dolaners menginjakkan kaki di Puncak Gunung Padang, sang menatri pagi akan muncul menyambut kedatangan Dolaners. Dari teras lima, bagian dasar kompleks bebatuan megalitikum Gunung Padang, terlihat awan putih bergulung-gulung bersama cahaya kuning. Lapisan bukit bergradasi hijau kebiruan dijamin akan memanjakan mataDolaners. Yang kejauhan juga terlihat, panorama pemandangan Gunung Gede Pangrango yang gagah perkasa. Bebatuan kecil hingga besar degan posisi tegak berdiri dan terbaring tidur berserakan inilah yang akan menjadikan Dolaners serasa seperti sedang berkunjung ke rumah keluarga Flintstone.

 

Sisa sisa ritual masih terasa di Gunung Padang yang hening ini.

Berada di teras pertama, Dolaners akan menemukan dua buah batu berdiri yang dahulu berfungsi sebagai gapura atau gerbang masuk. Hal ini wajar saja, karena memang dahulu Gunung Padang memang difungsikan sebagai tempat ritual, bahkan hingga kini oleh beberapa kelompok orang. Orang-orang datang membawa sesaji melalui gerbang masuk, menapaki lapisan batu di tanah yang ditata serupa tegel, meletakkan sesaji di meja (batu yang menyerupai meja) dengan diiringi musik gamelan secara tradisional. Hingga teras kelima atau teras puncak, hawa magis akan terus terasa seperti mengikuti Dolaners.

 

Mahkota dunia, spot yang tak boleh Dolaners lewatkan di Gunung Padang.

Mahkota Dunia di Gunung Padang Mahkota Dunia di Gunung Padang - Dolan Dolen

Mahkota Dunia di Gunung Padang via mytrip.co.id

Mahkota Dunia adalah salah satu spot wajib yang perlu Dolaners kunjungi ketika sedang berada di Gunung Padang. Disebut sebut bahwa Mahkota Dunia ini merupakan pusat terbaik yang ada di Gunung Padang. Meski matahari bersinar terang, namun angin khas pegunungan yang berhembus dijamin akan sejuk dan menyegarkan. Dari sini, lapisan gunung yang mengelilingi Gunung Padang terlihat lebih jelas, sementara ratusan bebatuan yang terserak di teras utama dan berpadu dengan hijau rumput terlihat sangat indah dari ketinggian. Terlepas dari benar atau tidaknya tempat ini sebagai “pusat dunia”, yang pasti Dolaners akan dibuat terkesima dengan panorama yang disajikan oleh spot ‘Mahkota Dunia’ ini.

 

Benarkah Gunung Padang adalah bagian dari Atlantis yang hilang?

Gunung Padang di Masa Lalu Gunung Padang di Masa Lalu - Dolan Dolen

Gunung Padang di Masa Lalu via ancient-code.com

Selama ini banyak pertanyaan tentang Gunung Padang yang membuat banyak orang penasaran. Segala misteri yang ada di dalamnya, berikut peradaban Atlantis, sebuah peradaban tinggi, kaya raya, namun musnah karena bencana yang digadang-gadang berlokasi di Sundaland. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Sebab dalam bahasa Sunda, kata “Padang” berarti siang, terang, atau cahaya. Jika benar tempat ini berasal dari ribuan atau bahkan puluhan ribu tahun silam, tentulah misteri dan kontroversi Gunung Padang sudah merentang pada periode yang sangat panjang. Ada yang mengaitkannya dengan kejayaan Prabu Siliwangi, harta karun yang besar, baik berupa material maupun sisa peradaban masa lalu yang mungkin akan merubah sejarah dunia, hingga sebuah cerita tentang Atlantis yang hilang. Tetapi benarkah semua pernyataan tentang Gunung Padang tersebut? Yang pasti suatu hari nanti Dolaners pasti akan menemukan jawaban sesungguhnya.

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.