Misteri Legetang, Dusun di Dataran Tinggi Dieng yang Lenyap Dalam Satu Malam

Bercerita tentang sejarah memang membuat rasa penasaran tersendiri yang beterbangan di pikiran. Ya, sejarah memang selalu memiliki keistimewaan tersendiri yang membuat rasa ingin tahu. Bahkan ada sebuah cerita sejarah yang cukup menarik. Dimana ada sebuah kota bernama Pompeii yang kala itu dilanda bencana gunung berapi meletus maha dasyat bernapa Vesusius. Kota yang memiliki peradaban maju ini tertimbun di kedalaman abu dan bebatuan. Saat masa kejayaannya, Pompeii merupakan tempat hiburan masyarakat Roma kelas atas. Selama 1.700 tahun Pompeii terlupakan dari sejarah manusia. Sekarang ini Pompeii menjadi tempat berkumpulnya para arkeologis dan turis dari berbagai belahan dunia. Ada pula kisah Kota Sodom dan Gomora di berbagai kitab-kitab di dunia. Sodom dan Gomora dikisahkan berisi penduduk dengan kelakuan seperti binatang. Perzinaan sesama jenis menjadi budaya. Kota ini disebut-sebut lenyap karena dilanda hujan batu api yang maha dahsyat. Dalam sebuah teori dijelaskan, batu-batu yang begitu besar dan panas itu adalah pecahan-pecahan meteor. Dan ternyata cerita tentang kota kota yang tiba tiba lenyap seketika dari peradaban tersebut tak hanya ada di luar negeri. Di negara kita Indonesia juga ada sebuah wilayah yang dikatakan lenyap secara misterius dalam waktu satu malam. Penasaran di kota manakah itu? Simak dengan seksama penjelasan yang berikut ini ya.

Legetang, sebuah nama misterius se-misterius keberadaannya

Legetang Legetang - Dolan Dolen

Legetang via duniatimteng.com

Dataran Tinggi Dieng memang sudah sejak lama terkenal dengan panoramanya yang indah. Kecantikan telaga warna, kehangatan sunrise, bocah rambut gimbal serta kelezatan carica selalu muncul dipikiran saat mendengar nama Dieng disebut. Namun siapa yang menyangka bahwa di balik semua keindahan yang dimiliki, Dieng ternyata menyimpan sebuah kisah yang tak banyak orang tahu, kisah sebuah dusun yang hilang. Dusun tersebut bernama Dusun Legetang. Dusun ini terletak sekitar 2 km ke arah utara dari wilayah pariwisata Dataran Tinggi Dieng. Disebut sebut bahwa beberapa hal menyebabkan wilayah ini lenyap dalam satu malam. Berikut adalah beberapa fakta yang mengiringi hilangnya Legetang :

 

1. Legetang menyimpan kemiripan dengan Pompeii sebelum dinyatakan menghilang dari peradaban

Diceritakan oleh beberapa sejarah bahwa pada sekitar tahun 1950, ada sebuah wilayah di kawasan Dieng bernama Legetang yang terkenal dengan alamnya yang sangat subur. Hasil pertaniannya begitu melimpah. Mulai dari ragam buah buhan hingga sayur mayur, sebuah memiliki kualitas terbaik di kelasnya. Hal ini menjadikan para petani di Dusun Legetang ini hidup serba lebih dari berkecukupan dan bisa dibilang sangat makmur. Namun kenikmatan tersebut sangat berbalik dengan perilaku masyarakat sekitar yang tak semaju peradabannya. Perzinaan merupakan hal yang umum. Perjudian menjadi adat. Seperti halnya Pompeii yang menjadi pusat hiburan bagi warga Roma, warga sering menggerlar hiburan tari-tarian yang dibawakan oleh wanita-wanita berpakaian minim. Tak jarang hiburan tersebut berakhir menjadi sebuah pesta seks.

 

2. Longsor maha dasyat yang datang tiba tiba dan mengubur Legetang dalam satu malam

Ada juga sebuah sejarah yang menceritakan bahwa kejadian tanah longsor super dasyat pernah terjadi di Legetang. Diceritakan bahwa, perisitiwa tersebut terjadi pada malam hari sesaat setelah hujan reda. Saat itu terdengar suara seperti sebuah ledakan besar. Pagi harinya masyarakat yang berada di disekitar Dusun Legetang yang penasaran dengan suara yang amat keras tersebut menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun yang terletak di dekat perkampungan sudah terbelah dan belahannya itu menimbun Legetang. Legetang yang tadinya berupa lembah yang subur itu bukan hanya rata dengan tanah, tapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. Seluruh penduduknya terkubur dalam longsoran tanah. Pada saat itu semua orang yang melihat merasa terkejut dan tercengang. Suasana mencekam mulai muncul di sekitar kawasan Legetang yang seluruhnya telah terkubur longsoran tanah. Tak ada sedikit pun bagian rumah yang masih terlihat wujudnya. Alam Legetang sebagian besar cekung. Tanah dari lereng gunung seakan diuruk ke cekungan itu dan meninggi dibanding tanah asli di sekitarnya. Banyak warga yang dibiarkan terkubur karena sulit dievakuasi.

 

3. Keberadaan Legetang yang telah lama ‘diincar’ oleh Gunung Pengamun-amun

Seolah telah menjadi ketetapan yang sudah direncanakan sebelumnya, pada kejadian tanah longsor yang diceritak pernah terjadi di Legetang, di antara kaki Gunung Pengamun-amun sampai perbatasan kawasan pemukiman Legetang sama sekali tidak tertimbun bahkan tersentuh tanah saja tidak. Padahal jaraknya hanya beberapa ratus meter. Longsoran tanah itu seperti terbang dari lereng gunung dan jatuh tepat di pemukiman. Selain itu antara Legetang dan Gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan jurang, yang sampai sekarang masih ada. Seperti layaknya teori-teori konspirasi lain di dunia, kisah longsoran tanah terbang ini terus diceritakan turun temurun. Bahkan ada yang menyebut bahwa memang sudah sejak lama keberadaan Dusun Legetang ‘diincar’ oleh Gunung Pengamun-amun yang gagah.

 

Tugu Beton, spot wajib yang menjadi saksi bisu sejarah Legetang

Tugu Legetang Tugu Legetang - Dolan Dolen

Tugu Legetang via amazingwonosobo.blogspot.co.id

Jika Dolaners sedang berlibur ke kawasan wisata Dieng, maka berkunjung ke Tugu Peringatan Legetang merupakan hal yang wajib dilakukan. Meskipun tugu beton ini sudah sedikit lapuk dimakan usia, namun bangunana ini masih kokoh berdiri tegak di tengah ladang yang berada di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Sebuah tugu setinggi 10 meter ini menjadi penanda tragedi terkuburnya Legetang bersama seluruh penghuninya akibat longsornya Gunung Pengamun-amun pada 1958. Kini longsoran tanah yang dulunya menguruk kawasan ini dimanfaatkan sebagai lahan pertanian kentang dan kubis. Tanah tersebut dikenal sangat subur sebagai lahan pertanian maupun perkebunan.

Gimana tertarik untuk berkunjung ke kawasan Legetang yang telah hilang? Tak ada salahnya kan jika kamu menyaksikan sendiri bahwa di tanaha yang subur itu pernah ada kehidupan yang makmur. Namun ingat tidak semua warga disana bisa Dolaners ‘wawancara’ tentang sejarah Legetang loh ya! Sebagian masyarakat yang kini tinggal di bekas tanah Legetang memeng sedikit keberatan jika diminta menceritakan kisah hilangnya Legetang. Hal ini karena mereka takut hal buruk akan menimpa mereka.

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.