Pantai Rowo Kebumen Menyimpan Kebudayaan Unik Secara Turun-Temurun

Pariwisata, satu kata yang tak bisa dilepaskan dari negara kita, Indonesia tercinta. Ya, sudah sejak lama memang Negeri Katulistiwa ini menjadi surga bagi para pecinta travelling. Potensi pariwsata yang tersimpan di Indonesia sungguh melimpah, dari ujung barat hingga ujung timur semua memiliki keistimewaan pariwisata dengan keunikannya masing masing. Seperti Aceh yang terkenal dengan wisata sejarah keislamannya, Pulau Jawa yang terkenal dengan wisata purbakala peninggalan zaman dahulu, Nusa Tenggara yang terkenal dengan perbukitannya yang hijau hingga Papua yang kaya akan wisata baharinya yang menyilaukan mata. Semua ada di Indonesia. Dan kali ini Dolandolen akan membahas sebuah tempat wisata menarik lengkap dengan kebudayaan unik yang terkandung di dalamnya. Penasaran kan? Uda deh langsung aja kita mulai penjelasannya.

Alam yang indah akan menyambut kedatangan Dolaners di Pantai Rowo

Pantai Rowo Kebumen Pantai Rowo Kebumen - Dolan Dolen

Pantai Rowo Kebumen via dewiaquatica.blogspot.co.id

Pantai Rowo merupakan sebuah tempat wisata pesisir yang berlokasi di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Letaknya berada di ujung paling timur dari kota yang tak terlalu besar ini. Pertama kali menginjakkan kaki di Pantai Rowo ini, Dolaners akan langsung disambut dengan pemandangan yang akan membuat mata berhenti berkedip. Birunya air laut, putih bersihnya pasir, dan pepohonan rindang yang tertiup angin sepoi sepoi seakan berucap selamat datang kepada Dolaners. Di kawasan Pantai Rowo Kebumen ini lingkungan sekitarnya masih alami, terjaga, dan cukup bersih. Gunduk pasir atau gunungan pasir di pinggir pantainya juga terjaga dengan baik, bahkan pada musim musim tertentu akan ditumbuhi oleh ribuan vegetasi cemara yang menjadikan panorama lebih beragam.

 

Pantai Rowo yang juga dijadikan objek penelitian

Gundukan Pasir di Pantai Rowo Gundukan Pasir di Pantai Rowo - Dolan Dolen

Gundukan Pasir di Pantai Rowo via duabahu.com

Di Pantai Rowo terdapat lahan gundukan pasir yang menggunung. Lahan ini dijadikan sebagai objek penelitian oleh mahasiswa UGM sejak beberapa tahun lalu. Beruntungnya, hingga saat ini masih terpelihara dengan sangat baik. Dan spot tersebut cukup unik untuk dijadikan lokasi foto, karena dari angle ini Dolaners bisa mengambil background di dalam hutan cemara, namun berlatar belakang pantai. Selain itu, di sepanjang hutan cemara ini juga terdapat laguna yang unik yang oleh masyarakat lokal sering disebut dengan nama “segoro anakan”. Segoro anakan sendiri berupa cekungan cekungan karang yang terisi oleh air laut sehingga menyerupai kolam baru yang unik dan menarik.

 

Grebeg Rowo, sesuatu yang hanya bisa Dolaners temukan di Pantai Rowo

Grebeg Rowo di Pantai Rowo Grebeg Rowo di Pantai Rowo - Dolan Dolen

Grebeg Rowo di Pantai Rowo via panoramio.com/user/4303837

Salah satu hal unik dari Pantai Rowo adalah adanya adat unik pada masyarakat lokalnya yang bernama “Grebeg Rowo”, dan juga adat sedekah laut. Tak ada yang tahu secara pasti sejaka kapan kebudayaan ini berlangsung, yang pasti Grebeg Rowo dan Sedekah Laut telah menjadi kegiatan adat turun temurun. Bahkan hingga saat ini, kebudayaan ini tak pernah ditinggalkan. Adat Grebeg Rowo ini bisa dikatakan sebagai ajang silaturahmi sekaligus wisata. Adat ini bahkan sudah menjadi acara tahunan yang dianggap sebagai rangkaian adat bagi masyarakat Kecamatan Mirit dan sekitarnya. Setiap tanggal 7 atau 8 bulan syawal kalender Jawa, masyarakat akan berbondong-bondong datang ke Pantai Rowo. Istilah lokal lain yang aku tahu untuk acara ini adalah “tontonan segoro”. Selama kegiatan berlangsung beragam kegiatan bisa Dolaners lalakukan, seperti sekedar duduk di pinggir pantai, mandi di laut, berenang di laguna, ada yang hanya sebatas jalan-jalan di bibir pantai.

 

Mitos yang tersimpan dibalik Upacara Adat Grebeg Rowo

Dibalik acara meriah seperti Grebeg Rowo tersimpan sebuah mitos yang kurang enak di dengar. Kononn saat acara Grebeg Rowo berlangsung, kerap terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa. Seringnya karena terseret ombak sewaktu berenang di laut Pantai Rowo Kebumen. Kurangnya pengawasan dan pengamanan terhadap ribuan pengunjung ini juag cukup menjadi salah satu alasan terjadinya kecelakaan tersebut. Terlepas benar atau tidak, sebagian orang meyakini bahwa korban jiwa itu adalah tumbal yang diminta oleh Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul. Isu yang merebak, ketika Dolaners menghadiri acara Grebeg Rowo, kita dilarang menggunakan baju berwarna hijau, dan banyak juga masyarakat yang mempercayai isu tersebut.

 

Sedekah Laut turut menjadi hal unik yang ada di Pantai Rowo

Tak hanya perayaan Grebeg Rowo, di Pantai Rowo juga terdapat upacara adat lain bernama Sedekah Laut. Sedekah Laut ini juga ada sebuah acara adat tahunan yang digelar oleh masyarakat yang bermata pencaharian nelayan. Kalau Grebeg Rowo dilakukan di tanggal 7 atau 8 Syawal, maka acara sedekah laut ini dilakukan pada hari Selasa atau Jumat Kliwon penanggalan Jawa di awal bulan Suro. Tujuan diadakannya sedekah laut di Pantai Rowo ini adalah untuk memberikan rasa syukur untuk apa yang mereka terima dan dapatkan dari laut selama setahun. Selain itu, sedekah laut ini juga ditujukan untuk memohon keselamatan selama para nelayan melaut.

 

Mau tahu tata cara Upacara Adat Sedekah Laut

Prosesi upacara adat sedekah laut Pantai Rowo diawali dengan pelarungan sesajen. Berbagai kelengkapan sesajen yang disiapkan antar lain adalah sepotong kepala kambing yang sudah dibungkus dengan kain putih (mori), bunga setaman, kelengkapan ageman (pakaian) dan alat kecantikan wanita, tujuh rupa buah, tujuh rupa pisang, dan tidak lupa tumpeng. Pemilihan kelengkapan sesajen tersebut dilakukan atas dasar keyakinan bahwa benda-benda tersebut adalah benda kesukaan Ratu Kidul. Masyarakat lokal sangat percaya bahwa Ratu Kidul ada sebagai perantara Tuhan untuk menjaga laut kidul (laut selatan) beserta isinya. Pelarungan ageman atau pakaian biasanya lengkap, mulai dari ageman batik, tusuk konde, dan juga alat kecantikan untuk bersolek. Sosok Ratu Kidul ini digambarkan begitu anggun seperti putri raja atau putri keraton pada umumnya. Proses pelarungan sesajen ini dilakukan oleh para keluarga nelayan dan dilakukan di tengah laut. Pagi-pagi sekali para keluarga nelayan akan melakukan arak-arakan sesajen dari desa menuju sungai Wawar, yaitu sungai yang menjadi akses untuk menuju ke laut. Setelah itu puluhan perahu nelayan akan beriringan menuju laut untuk melarung sesajen tersebut.


Gimana tertarik untuk menyaksikan keaneka ragaman budaya di Pantai Rowo yang cantik? Yuk buruan ajakin para sahabat kamu liburan kesini. Masih malu jadi warga negara Indonesia? Ibu pertiwi ini kaya raya tau!

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.