Ternyata Manado Menyimpan Sejuta Kisah, Berikut 8 Bangunan Bersejarah di Manado yang Melegenda

Nama Kota Manado memang sudah banyak dikenal oleh halayak ramai. Kota ini dikenal karena potensi pariwisatanya yang beragam. Bunaken contohnya, namanya sudah harum mendunia. Hal ini lah yang menjadikan Manado selalu menjadi jujugan Dolaners baik dalam maupun luar negeri. Namun tak hanya wisata alamnya saja, Kota ini juga menyimpan sejuta wisata bersejarah. Berikut ini bangunan bersejarah yang melegenda yang menjadi saksi zaman penjajahan di Manado.

1. Woww… ada Tugu Perang Dunia II

Monumen atau Tugu merupakan bangunana yang sudah pati ada di setiap kota. Entah dibangun hanya untuk menjadi icon atau memperingati sesuatu. Begitu pula di kota Manado ini, terdapat sebuah tugu yang namanya cukup termasnyur. Tugu Perang Dunia II, ada dua versi cerita dibalik tugu peringatan setinggi 10 meter ini. Versi pertama mengatakan bahwa tugu Peringatan Perang Dunia Kedua yang dibangun tahun 1940 di Manado ini dibangun untuk menandakan jatuhnya pasukan Jepang di Sulawesi Utara. Versi kedua mengatakan bahwa tugu ini dibangun pada saat penjajahan VOC (Hindia Belanda) di abad ke-19.

Tugu Perang Dunia II Tugu Perang Dunia II - Dolan Dolen

Tugu Perang Dunia II via cybersulut.com

Entah yang mana yang benar, yang pasti Tugu Perang Dunia II Manado ini terletak di kawasan Jenderal Sudirman, Manado.

Alamat :
Jalan Jenderal Sudirman, Kota Manado, Sulawesi Utara – Indonesia

 

2. Yuk belajar ke Museum Negeri Sulawesi Utara

Salah satu museum yang menyimpan aneka kebudayaan, sejarah, dan pengetahuan alam yang ada di Manado adalah Museum Negeri Sulawesi Utara. Memasuki museum Dolaners bisa melihat boneka yang berpakaian adat Sasak, Mbojo, dan Samawa yang merupakan bagian budaya dari NTB, dan di sekitarnya ada beberapa peralatan hidup masyarakat ala peradaban zaman dahulu seperti peralatan dapur mereka, bercocok tanam, melaut, dan lain-lain. Disini Dolaners juga bisa menemukan koleksi sejarah catatan mengenai Lombok yang tertuliskan naskahnya di daun lontar. Untuk di bagian senjata, di museum ini diperlihatkan berbagai macam model keris yang biasa digunakan sebagai pelengkap upacara adat.

Museum Negeri Sulawesi Utara Museum Negeri Sulawesi Utara - Dolan Dolen

Museum Negeri Sulawesi Utara via photobucket.com/user/Kekunaan/library/

Ada juga di sini riwayat perjalanan sejarah dari Kerajaan Bima, kerajaan Islam di NTB. Beberapa benda peninggalan sultan (raja) seperti ikat pinggang kebesarannya, stempel kerajaan, kertas-kertas dokumen sejarah yang antara lain ada berisi perjanjian sultan dengan Belanda.

Alamat :
Jl. Wr Supratman No.72, Manado, Sulawesi Utara – Indonesia
Harga Tiket :
Rp. 1000,-
Jam Buka :
08.30 – 16.00 WITA Hari minggu dan hari besar tutup.

Lihat Detail

 

3. Berwisata religi ke Makam Tuanku Imam Bonjol

Setelah mengalami pengasingan yang berat, hingga pada 6 November 1864, Imam Bonjol wafat di pengasingan di tanah Minahasa, Sulawesi Utara. Tuanku Imam Bonjol kemudian dimakamkan di Desa Lota, Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara. Untuk menghormati jasa-jasanya yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, Imam Bonjol diangkat menjadi salah satu pahlawan nasional Indonesia, dan makamnya dibangun sedemikian rupa sehingga masyarakat mampu mengenang dan menghayati perjuangan Imam Bonjol. Makam Imam Bonjol dibangun dengan gaya arsitektur yang kental bernuansa Minang, yaitu pada atapnya yang berbentuk gonjong. Bangunan makam yang berada di tengah-tengah pemukiman warga ini juga mengandung nuansa Islam, hal tersebut terlihat dari adanya kaligrafi ayat alquran yang ada di bagian tengah makam.

Makam Tuanku Imam Bonjol Makam Tuanku Imam Bonjol - Dolan Dolen

Makam Tuanku Imam Bonjol via yellow-up-yourlife.blogspot.co.id

Tidak jauh dari lokasi makam, dengan menuruni beberapa anak tangga, pengunjung bisa menyaksikan sebuah mushola yang pernah digunakan oleh Tuanku Imam Bonjol untuk beribadah.

Alamat :
Desa Lotta Kecamatan Pineleng, Minahasa, Manado, Sulawesi Utara – Indonesia

 

4. Manado juga punya monas loh! Monas Tondano

Monumen Nasional atau yang biasa disebut dengan Monas tidak hanya jantung kota saja yang memiliki. Di Kota Manado tepatnya di kawasan Tondano juga terdapat sebuah tugu Monas bernama Monas Tondano. Tugu monumen yang terletak di pusat Kota Tondano Manado ini memiliki ketinggian hingga 15 meter.

Monas Tondano Monas Tondano - Dolan Dolen

Monas Tondano via panoramio.com/user/5088350

Monas Tondono Manado ini merupakan sebuah tugu proklamasi yang sengaja dibangun sebagai simbol perjuangan melawan penjajah.

Alamat :
Kota Tondano, Manado, Sulawesi Utara – Indonesia

 

5. Gereja Sentrum, bangunan bersejarah yang menyimpan sejuta kisah

Manado adalah kota wisata yang memiliki banyak tempat yang penuh kisah sejarah dan cerita menarik. Salah satunya Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM). Gereja yang sering disebut juga Gereja Sentrum Manado ini merupakan Gereja tertua di Kota Manado. Berdiri tahun 1677, usianya telah mencapai ratusan tahun dan kini menjadi salah satu situs sejarah religi di Manado. Bangunan GMIM Sentrum terletak sekitar 100 meter dari eks pasar 45 atau bendar Manado, persisnya terletak di depan Gedung Juang 45 Manado. Dari titik nol (Zero Point) yang merupakan patokan untuk perhitungan jarak dari Manado ke Bitung, Tondano, Tomohon, Amurang dan ke kabupaten/kota lainnya, jaraknya sekitar 90 meter.

Gereja Sentrum Gereja Sentrum - Dolan Dolen

Gereja Sentrum via sulut.kemenag.go.id

Gereja ini pun pernah beralih fungsi, pada masa pendudukan Jepang, gedung Gereja tua ini pernah menjadi markas Manado Syuu Kiri Sutokyop Kyookai (MSKK) yang dipimpin Pdt. Hamasaki yang berkebangsaan Jepang.

Alamat :
Jl. Sarapung No.1, Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara – Indonesia

 

6. Klenteng Ban Hin Kiong ini klenteng tertua loh!

Klenteng Ban Hin Kiong merupakan salah satu klenteng tertua yang ada di Sulawesi Uatara. Klenteng di Manado ini sekarang umurnya hampir mencapai 200 tahun, hal ini berdasarkan kelahiran kelenteng ini yang secara resmi dicatat pada tahun 1819. Namun konon katanya umur klenteng yang sesungguhnya sudah lebih dari 200 tahun. Menuju bangunan klenteng dari gapura klenteng terlihat bangunan klenteng yang sangat khas dengan dominasi warna merah dilengkapi dengan patung atau ornament binatang yang memiliki arti tertentu, seperti naga yang terlihat pada kedua tiang besar penyangga di depan pintu masuk utama seperti menujukan kekuatan dan kegagahan yang dimiliki seekor naga dengan kebijaksanaannya seperti presepsi peradaban timur termasuk masyarakat Tionghoa.

Klenteng Ban Hin Kiong Klenteng Ban Hin Kiong - Dolan Dolen

Klenteng Ban Hin Kiong via php.hi-indonesia.com

Memasuki gedung utama akan ditemukan tempat sembhayang bagi umat Konghucu, terlihat beberapa dupa, lilin, dan lampion yang sepertinya wajib ditemukan dalam kultur Tionghoa, yang sering kita nikmati saat imlek. Juga digedung ini juga dilengkapi patung-patung dalam Tri dharma, yaitu LaoTze, Buddha dan Kong Hu Cu.

Alamat :
Jl. D.i. Panjaitan, Manado, Sulawesi Utara – Indonesia

 

7. Tugu Dotu Lolong Lasut yang ada di tengah taman kota

Lolong Lasut diyakini sebagai penemu Manado, yang hidup pada awal abad ke-16. Dia adalah sosok yang religius dan dihormati, yang membangun Tumani Negeri Wenang (sekarang dikenal sebagai Manado). Dia juga memimpin penduduk setempat dalam melawan penjajah Portugis. Hal itulah yang membuat pemerintah membangun Tugu yang berbentuk Patung Dotu Lolong Lasut yang berada di area Taman Kesatuan Bangsa.

Tugu Dotu Lolong Lasut Tugu Dotu Lolong Lasut - Dolan Dolen

Tugu Dotu Lolong Lasut via panoramio.com/user/6813190

Hingga hari ini patung Lolong Lasut masih berdiri tegak di Taman kota tersebut, sebuah Alun-Alun Manado, yang didirikan pada tahun 1987.

Alamat :
Taman Kesatuan Bangsa, Pasar 45, Manado, Sulawesi Utara – Indonesia

 

8. Dimana ya Titik Nol-nya Manado?

Tidak hanya menjadi titik nol di Manado. Keberadaan Tugu Zero Point juga menjadi saksi bisu perjalanan Kota Tinutuan menuju usia setengah milenium. Berdiri persis di pusaran perempatan Jalan Sam Ratulangi. Tugu Zero Point terlihat kokoh di tengah hiruk pikuk aktivitas warga Manado. Meskipun warna kuning muda yang membungkusnya mulai memudar, namun keberadaannya memberi makna jantung Kota Tinutuan.

Titik Nol Manado Titik Nol Manado - Dolan Dolen

Titik Nol Manado via wonderfulcitymanado.wordpress.com

Pada bagian atas tugu yang didirikan di masa Walikota Jimmy Rimba Rogi, terdapat bola dunia yang terbuat dari bahan baja tahan karat. Lampu hias melingkarinya, di bawah alasnya berbahan beton berhias pecahan keramik dengan bahan sama. Tulisan Zero melingkar mengelilingi empat tiang penunjuk arah angin.

Alamat :
Jalan Jendral Sudirman, Wenang, Sulawesi Utara – Indonesia

dolandolen

Dolaners

Situs terlengkap dan terupdate untuk berbagi informasi mulai dari acara, belanja, kuliner, pariwisata dan penginapan di seluruh Nusantara.