Coban Jahe

Derasnya debit air yang meluncur dari ketinggian tidak kurang dari 45 meter menyentilkan percikan air yang mengenai berbagai benda yang terdapat dibawahnya. Bagi bebatuan dan obyek lain yang dekat dengan posisi jatuhnya air seakan tidak sedikitpun merasakan kekeringan, sedang yang berlokasi sedikit jauh dari air terjun yang dirasakan adalah hawa dingin dari percikan kecil yang terkadang menyentuh kulit dan memberikan kesan dingin pada kulit.

Coban Jahe

Photo by g4d4adventure.wordpress.com

Kisah heroic sekumpulan pasukan yang dikomandoi Ali Mustopo yang meninggal ketika melawan penjajah Belanda mewarnai sejarah asal mula Coban Jahe. Nama jahe berasal dari kata pejahe atau pejah yang dalam bahasa jawa berarti meninggalnya. Sehingga ketika Dolaners mengunjungi Coban Jahe Malang ini bisa menikmati keindahan panorama air terjun sekaligus mengenang sejarah. Areanya yang luas terbuka menyuguhkan spot menarik dari berbagai sisi untuk menikmati air terjun ini dari berbagai penjuru.

Lokasinya yang tersembunyi di kawasan Perhutani unit II Jatim Malang menguakkan kesan alami dan perawan diantara air terjun lain yang berlokasi di kota Apel. Taman yang terdapat disekitar air terjun begitu anggun menghiasi Coban Jahe yang rupawan. Tebing yang menjulang tinggi, bebatuan yang masih besar, hijaunya pepohonan yang meneduhkan dan air yang terpancar deras dari ketinggian begitu kuat menjunjung kesan alami dan masih lestari.

Debit air Coban Jahe yang begitu deras, diliputi hijaunya dedaunan dan rindangnya pohon yang menyelimuti pegunungan, bebatuan kecil sebagai tempat penampung cucuran air menjadi tempat yang seru bagi pecinta photography. Dilihat dari sudut pandang manapun air terjun Coban Jahe ini tetap menawan dan cantik untuk dipotret menggunakan kamera dari yang berkualitas standart hingga kamera berstandar tinggi.

Namun kenangan yang tidak terlupakan adalah rekaman alami organ syaraf pusat yang senantiasa diiringi rasa syukur untuk memanjatkan puji kepada Sang Pelukis Mahakarya agung tersebut. Dengan dasar yang tanpa lumpur membuat Dolaners harus senantiasa berhati-hati ketika mandi menikmati kemolekan air terjun coban Jahe. Terlebih saat puncak musim hujan dimana debit air semakin deras dan dikhawatirkan membawa beberapa material yang bisa ikut terseret hingga air terjun bagian dasar.


AKTIFITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Rute jalan menuju air terjun Coban Jahe Malang, jika dari kota Malang patokannya setelah melewati gapura selamat datang di Kota Tumpang, ada penunjuk arah menuju Coban Jahe Waterfall tidak jauh dari gapura tersebut. Dari sini ada pertigaan jalan masuk ke arah kiri, menuju perkampungan penduduk. Jalan yang harus dilalui hingga lokasi air terjun masih sekitar 7 km lagi. Sepanjang jalur tidak banyak penunjuk jalan, jadi harus sering bertanya kepada penduduk setempat. Perlu diperhatikan jika 1,5 km sebelum lokasi air terjun Coban Jahe, rute jalan masih berupa jalan setapak. Beberapa bagian bahkan harus melewati pematang sawah. Jika sedang musim hujan kondisinya becek dan licin. Jadi tidak disarankan menggunakan kendaraan bermotor, lebih baik berjalan kaki sambil menikmati pemandangan sepanjang jalan.
Perlu diketahui hingga saat ini belum tersedia angkutan umum yang langsung bisa mengantarkan Anda sampai ke Coban Jahe Jabung ini. Jadi lebih disarankan bagi Dolaners yang ingin berkunjung ke Coban Jahe untuk lebih baik menggunakan kendaraan pribadi saja. Coban Jahe ini bisa dikunjungi menggunakan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.

Penginapan Disekitar