Jalan Malioboro

Tempat menarik ala Jogja ini sukses menarik minat para pengunjung untuk berpartisipasi singgah. Suasana hening, dan romantis pada malam hari menjadikan tempat wisata jalan Malioboro di buru oleh para Dolaners.

Jalan Malioboro

Photo by wikipedia.org

Dengan panjang jalan 2,5 km yang terbentang dari Tugu Yogyakarta hingga Kantor Pos Yogyakarta menjadikan area wisata ini tidak pernah sepi pengunjung. Jalan Malioboro yang berdekatan dengan keraton ini disebut sebagai salah satu titik garis imajiner yang mampu menghubungkan antara Pantai Parangtritis, Keraton Jogja dan Gunung Merapi. Dulunya, Jalan Malioboro adalah hanya jalan sepi yang terdapat pepohonan asam di tepi jalannya. Hanya sebagai akses jalan untuk di lewati ketika hendak pergi ke keraton, Benteng Vredeburg maupun ke Pasar Berinhardjo. Nama Malioboro sendiri memiliki dua versi yang berbeda, versi pertama dikatakan nama ini berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti “karangan bunga”, dikarenakan dulunya setiap kali ada acara hajatan di keraton, jalan Malioboro selalu di penuhi oleh karangan bunga, versi kedua, disebut-sebut berasal dari nama bangsawan Inggris bernama Marlborough yang menetap di Yogyakarta sekitar tahun 1881-1816.

Jalan Malioboro Yogyakarta merupakan pusat oleh-oleh kas Jogja yang sukses menarik minat para wisatawan asing maupun domestik. Menawarkan aneka cinderamata berupa; kaos, batik, blangkon khas Jogja, kerajinan tangan hingga jajanan khas berupa bakpia patok dan kembang gula pun ada disini. Bagi Dolaners yang ingin berkeliling jalan Malioboro tanpa harus berjalan kaki, bisa memilih alternatif becak yang sudah berjajar di pinggir jalan. Biaya yang di tawarkan pun terjangkau, dengan bantuan becak Dolaners akan di suguhkan pemandagan klasik malam hari khas Yogyakarta. Namun, jika Dolaners tidak begitu menyukai becak, Dolaners bisa memilih alternatif lain, yakni delman. Kendaraan umum yang ditawarkan di Jalan Malioboro Yogyakarta masih tradisional, jadi nuansa kental kota Jogja akan sangat terasa sekali.

Dolaners dapat berkunjung pada siang hari maupun malam hari. Namun, akan lebih ramai dan terasa nuansa-nya apabila kesini pada malam hari, menawarkan beberapa atraksi keindahan di sepanjang Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta.


AKTIFITAS

Kuliner
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses menuju ke kawasan Jalan Malioboro ini cukup mudah, yakni jika Dolaners menggunakan kendaraan pribadi dari Tugu Jogja, cukup terus menuju ke Selatan. Agar lebih mudah Dolaners bisa menanyakan ke penduduk local. Hampir semua orang tahu Malioboro dan dengan ramah akan menunjukan arahnya untuk Dolaners.
Jika Dolaners menggunakan transportasi umum, bisa menggunakan bus kota atau Trans Jogja. Untuk bus kota, Dolaners bisa memilih jalur 2, 4, 9, 12, 15 atau menggunakan Trans Jogja dengan rute melewati kawasan Malioboro.