Masjid Agung Semarang

Al-Qur’an Raksasa seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-Qur’an di Wonosobo yakni H Hayatuddin. Selain itu bangunan megah ini dikompliti dengan bedug raksasa hasil karya santri di Pesantren Al Falah Banyumas.

Masjid Agung Semarang

Photo by flickr.com/photos/dzaia-bs

Masjid Agung Semarang merupakan salah satu masjid terbesar dan termegah di Indonesia. Selain sebagai tempat untuk beribadah masjid yang beriarsitektur menarik ini juga berfungsi sebagai obyek wisata religi, pendidikan terpadu, pusat aktivitas syi’ar Islam dan pusat pendidikan. Keunikan arsitektur Masjid Agung Semarang yang terinspirasi dari mulai Arab, Roma dan Jawa tersaji dengan sempurna menjadikannya begitu megah.

Ada banyak keistimewaan di Masjid Agung Semarang yang bisa Dolaners nikmati antara lain: Al Husna Tower atau Menara Asma’ul Husna yang melambangkan kekuasaan Alloh dan pada puncaknya dikompliti teropong pandang. Menara bisa dilihat dari jarak 5 km di pojok barat daya majid ini memiliki ketinggian 99 m dan. Dari sini Dolaners bisa melihat kemolekan kota Semarang dan kapal yang beraktivitas di pelabuhan Tanjung Mas. Arsitektur Arab atau Timur Tengah bisa dilihat dari dinding masjid yang terukir kaligrafi, sedang arsitektur Jawa terlihat dari tiang masjid yang memanfaatkan motif batik semisal: kawung, untuk walang, parang-parangan dan tumpal. 6 payung hidrolik raksasa yang berada di halaman masjid dan mampu menutup dan membuka secara otomatis merupakan arsitektur bangunan yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Lapisan warna yang melakat pada sudut bangunan dan desain interior Masjid Agung Semarang terinspirasi oleh style arsitektur Roma.

Masjid Agung Semarang ini memiliki halaman dengan luas 7.500 m2 dan luas bangunan utama dengan luas 7.669 m2 ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan finish pada tahun 2006 serta pada tahun yang sama di resmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono. Masjid yang berlokasi di Jalan Gajah Raya di Desa Sambirejo Kecamatan Gayamsari ini mampu menampung hingga 15.000 jama’ah. Acara peresmian tersebut ditunjukkan dengan penandatanganan prasasti dari batu lereng Gunung Merapi dengan berat 7,8 ton dan tinggi 3,2 m yang diletakkan di depan masjid.

Masjid Agung Semarang ini dilengkapi dengan auditorium di kanan dan kiri masjid da mampu mengcover hingga 2000 orang baik untuk acara wisuda, pameran, pernikahan dll. masjid ini dikompliti dengan fasilitas lain semisal auditorium, pemandu wisata, café muslim, kios cindera mata, museum kebudayaan Islam, ruang akad nikah, penginapan dll.


AKTIFITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses jalan menuju ke Masjid Agung Semarang ini cukup mudah. Apabila Dolaners memulai dari arah barat seperti Pekalongan dan Kendal, silakan menuju Mangkang – Kali Banteng (Bundaran Lurus arah Kota ke Jl Jendral Sudirman) – Tugu Muda – Jl Pandanaran – Simpang Lima – Jl Brigjend Sudiarto – Lottermart (Perempatan Lamper belok kiri – Jl Gajah, sekitar 20 menit maka akan sampai di depan Masjid Agung Semarang / Masjid Agung Jawa Tengah (sebelah kiri).

Jika Dolaners dari Kota Demak, rute yang bisa dilalui adalah : Jl. Kaligawe – Jl Raden Patah – Jl Widoarjo lalu belok kiri – Jl Citarum (SPBU belok kanan) – Jl Gajah – 10 menit sudah sampai di Masjid Agung Semarang / Masjid Agung Jawa Tengah.

Nah, namun bila dari arah selatan seperti Jogjakarta dan Solo bisa melewati Ambarawa – Ungaran – Banyumanik – Jl. Wahidin (pertigaan Java Mall belok kanan) – Jl Tentara Pelajar – Pasar Mrican belok kiri – Jl Lamper – Perempatan Lamper (Lotte mart) lurus – Jl Gajah – Masjid Agung Jawa Tengah.

Untuk menuju ke Masjid Agung Semarang ini Dolaners bisa menggunakan kendaraan umum mapun kendaraan pribadi. Dolaners bisa naik taxi, ojek atau angkutan umum. Untuk angkutan umum Dolaners bisa naik angkot berwarna merah, kemudian turun di Lottemart. Kemudian lanjut lagi naik becak karena angkot agak susah untuk jalur masuk ke area Masjid Agung Semarang ini.