Monumen Tugu Muda

Bangunan yang berada disekitar Gedung Pandanaran, Lawang Sewu, Gereja Katedral Semarang dan Museum Mandala Bhakti tersebut berbentuk seperti lilin. Bentuk ini melambangkan semangat juang para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang tidak pernah surut dan padam.

Monumen Tugu Muda

Photo by wikimedia.org

Tempat dolan yang menyenangkan di Semarang bisa Dolaners temukan salah satunya di sebuah bundaran dekat Lawang Sewu yakni Monumen Tugu Muda. Taman yang begitu hijau dan rapi ditengah lalu lalang kota Semarang yang padat penduduk menjadikan tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Taman ini juga dikompliti dengan air mancur yang akan semakin tampak romantik di malam hari berpadu kegelapan malam yang sedikit sirna oleh gemerlap lampu kota dan kendaraan. Dolaners bisa mengajak teman-teman untuk mengunjungi tempat ini untuk mengusir perasaan galau, stress dan beban aktivitas baik kerja maupun akademik. Seluruh bangunan Monumen Tugu Muda berasal dari batu, selain itu untuk membuat kesan tugu semakin kuat dibangunkan taman pada sekeliling Tugu dan kolam hias.

Mulanya Monumen Tugu Muda Semarang ini direncanakan dibangun didekat alun-alun namun karena terjadi perang melawan Jepang dan Sekutu pada November 1945 menjadikan proyek ini terbengkalai padahal batu pertama telah diletakkan oleh Mr. Wongsonegoro sebagai Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 28 Oktober 1945. Namun oleh Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI) pada tahun 1945 pembangunan Monumen Tugu Muda diprakarsai kembali. Dengan alasan biaya ide ini harus tertunda kembali. Sampai pada tahun 1951 Hadi Soebeno Walikota Semarang membentuk panitia untuk membangun Tugu Muda di lokasi yang sekarang bukan alun-alun.

Monumen Tugu Muda juga dikelilingi oleh lampu besar pada keempat titiknya sehingga pada malam hari pun Dolaners bisa mengujunginya tanpa takut gelap. Bangunan ini merupakan tugu berbentuk penampang segi lima. Bagian dari tugu ini terdiri atas kepalan, badan dan landasan. Pada landasan Monumen Tugu Muda ini terlukis relief yang menceritakan kejadian heroik berupa Pertempuran Lima Hari di kota Semarang.

Dengan berkunjung ke Monumen Tugu Muda Semarang ini Dolaners bisa berwisata sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan untuk menumbuhkan semangat juang dalam membangun Indonesia kedepannya.


AKTIFITAS

Kuliner
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses jalan menuju ke Monumen Tugu Muda Semarang ini sangat mudah. Hal ini karena memang letaknya yang pas berada di jantung kota. Jika dari Terminal Ngaliyan, Dolaners hanya perlu melewati JI.Siliwangi, kemudian Jl. Jend.Sudirman , lanjut ke Jl. MGR Sugiyopranoto, maka Dolaners akan sampai di kawasan Tugu Muda ini. Atau bisa juga jika Dolaners dari Simpang Lima, ambil Jl. Gajahmada lalu Jl. Pemuda, kemudian akan sampai di kawasan Tugu Muda Semarang.
Jika Dolaners menggunakan angkutan umum untuk sampai ke kawasan Monumen Tugu Muda Semarang ini, Dolaners bisa menggunakan bus trans Semarang dengan koridor 3 atau Bus Damri Jalur 4 jurusan Ngaliyang menuju Pucang Gading. Karena angkutan umum tersebut melewati Tugu Muda Semarang, Dolaners bisa langsung turun tepat dikawasan tersebut.