Museum La Galigo

Selain bisa jalan-jalan menikmati indahnya bangunan tua Benteng Fort Rotterdam, Dolaners juga bisa mengunjungi museum yang ada di dalamnya, Museum La Galigo.

Museum La Galigo

Photo by hellomakassar.com

Sebuah benteng bernama Unjung Pandang yang kini lebih dikenal dengan nama Benteng Fort Rotterdam merupakan sebuah banguaan bersejarah peninggalan pada zaman kerajaan Gowa. Bangunan bersejarah ini kini dibuka secara umum, sehingga bebas Dolaners kunjungi. Salah satu kegiatan yang populer dari benteng ini adalah ketika Dolaners berkunjung di sore hari saat senja. Pada saat itu, matahari akan mulai memancarkan sinar orange yang indah dan cantik. Benteng pun akan terlihat lebih menawan dan lebih eksotis. Hawanya juga tentu lebih sejuk. Jika sore berkesempatan ke sekitar benteng ini, pastikan Dolaners mampir untuk berkunjung. Selain bisa jalan-jalan dan menikmati bangunan tua benteng ini, Dolaners juga bisa mengunjungi museum yang ada di dalamnya yang bernama Museum La Galigo. Akses untuk mencapai Museum La Galigo yang berada di kawasan wisata Benteng Fort Rotterdam ini cukup mudah, yakni jika Dolaners datang dari Bandara Sultan Hasanuddin, bisa dengan kendaraan pribadi menuju Pantai Losari, karena letaknya tidak berjauhan. Atau jika Dolaners datang dari kawasan Jalan Penghibur yang merupakan kawasan penginapan, Dolaners bisa berjalan kaki menuju ke wisata bersejarah ini. Jaraknya dari jalan tersebut hanya sekitar 15 menit dengan berjalan kaki. Museum La Galigo Makassar  merupakan museum yang berisi aneka peninggalan manusia dari zaman dahulu kala.

Museum La Galigo ini sendiri terbagi menjadi dua lokasi loh. Satu di sisi utara benteng dan satu lagi di sisi selatan benteng. Barang-barang yang dipajang antara lain benda-benda keramik seperti guci, piring dan mangkuk porselen Cina, aneka perhiasan termasuk kalung-kalungan dan aneka literatur klasik maupun modern tentang berbagai hal yang ada di Sulawesi Selatan. Beberapa literatur tersebut tampak masih mengulas kebudayaan wilayah Sulawesi Selatan yang sekarang mekar menjadi Sulawesi Barat. Literatur tentang Sande, perahu Mandar, dan Bendi di wilayah Polewali dan Mamasa. Literatur lain yang dapat ditemui di Museum La Galigo antara lain info tentang tenunan Bira, Erong Toraja, komunitas Bissu dan benteng Fort Rotterdam serta perkembangan Kerajaan Gowa-Tallo.


AKTIFITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses untuk mencapai Museum La Galigo yang berada di kawasan wisata Benteng Fort Rotterdam ini cukup mudah, yakni jika Dolaners datang dari Bandara Sultan Hasanuddin, bisa dengan kendaraan pribadi menuju Pantai Losari, karena letaknya tidak berjauhan. Atau jika Dolaners datang dari kawasan Jalan Penghibur yang merupakan kawasan penginapan, Dolaners bisa berjalan kaki menuju ke Museum La Galigo. Jaraknya dari jalan tersebut hanya sekitar 15 menit dengan berjalan kaki.
Jika naik kendaraan umum, Dolaners bisa menggunakan bus bandara yang akan membawa Dolaners ke sekitar Pantai Losari. Kemudian dari sana tinggal berjalan kaki menuju ke Museum La Galigo yang berada di kawasan wisata Benteng Fort Rotterdam ini. Atau Dolaners juga bisa naik bus damri maupun angkutan umum berkode L yang menuju ke Pantai Losari.