Denpasar

Museum Sidik Jari

Jangan mengaku pernah berwisata di Pulau Dewata kalau yang Dolaners ketahui hanya obyek wisata pantai yang menawarkan fasilitas water sport Bali yang seru. Sebenarnya ada beribu obyek wisata Bali yang memiliki pesona nan menawan, semisal tempat wisata bernuansa religi, alam, budaya dan yang tidak kalah ketinggalan adalah yang bernuansa seni rupa. Pesona berwisata ini ditawarkan Museum Sidik Jari Denpasar.

Museum Sidik Jari

Photo by indonesiakaya.com

Pemilik sekaligus penggagas Museum Sidik Jari tidak lain adalah Gede Ngurah Rai Pamecutan. Tempat ini dibangun pada tahun 1993 dan diresmikan pada tahun 1995 atau sekitar 2 tahun pasca pembangunan. Pasti Dolaners penasaran dengan nama Museum Sidik Jari namun di dalamnya yang terpampang malah lukisan hasil karya pria kelahiran tahun 4 juli 1936 tersebut. Padahal mungkin yang Dolaners harapkan di Museum Sidik Jari Bali ini adalah koleksi sidik jari orang terkenal di dunia atau paling tidak di Nusantara.

Harapan tersebut ternyata pupus, karena filosofi dari nama Museum Sidik Jari tersebut ternyata diambil dari teknik yang digunakan. Bapak Gede Ngurah Rai ternyata tidak memakai kuas untuk melakukan aktivitas melukis pada umumnya, namun beliau menggunakan ujung jarinya yang diolesi dengan berbagai macam cat warna menurut imajinasi yang berada di benaknya. Sehingga, pastinya dari tangan tersebut terdapat bekas sidik jari sang pelukis sehingga hasil karyanya disebut lukisan sidik jari.

Jika ditelisik lebih jauh, sejarah tempat wisata di Bali berupa Museum Sidik Jari ternyata berawal dari ketidak berhasilannya dalam proses finishing dari lukisan tari Baris, yang kemudian beliau memoleskan cat pada lukisan tersebut menggunakan ujung jari tangannya. Ternyata dengan sentuhan tangan tersebut mampu menghasilkan karya seni lukis yang begitu luar biasa indah dengan sentuhan sidik jari Bapak Gede. Jika Dolaners berkenan mengunjungi Museum Sidik Jari Denpasar maka Dolaners bisa mengunjungi lokasi dengan memanfaatkan sewa bus di Bali yang berada di Jl. Hayam Wuruk Nomor 175, kecamatan Tanjung Bungkah kota Denpasar Bali. Jika Dolaners bertolak dari Bandara Ngurah Rai Dolaners harus menempuh jarak sekitar 15 km dalam waktu sekitar 40 menit.

Paket tour Bali yang mudah dan murah akan dengan bangga mengantarkan Dolaners menuju Museum Sidik Jari. Dolaners bisa menyaksikan berbagai koleksi lukisan asli karya Bapak Gede yang bernilai seni tinggi dan unik serta puisi yang tertoreh diatas batu. Beliau kini telah sukses menorehkan seni dalam bentuk lukisan hingga 649 karya yang kini di pajang dalam Museum Sidik Jari. Selain itu bagi Dolaners para pasangan yang berhoneymoon dengan paket bulan madu Bali Dolaners juga bisa menyelami keunikan budaya pulau Dewata yang begitu unik yakni dengan belajar seni tari Bali, kursus seni musik Bali, kursus melukis yang pastinya dibimbing oleh para pengajar yang handal dalam bidangnya. Jenis berwisata seni rupa di Museum Sidik Jari seringkali dilakukan oleh turis asal Eropa dan siswa di Bali ketika liburan sekolah tiba. Museum Sidik Jari di Bali juga ditunjang dengan fasilitas yang begitu mengutamakan kenyamanan pengunjung semisal area parkir yang begitu luas, wantilan sebagai tempat peristirahatan, café dan toilet.

Saat bertandang ke Pulau Dewata Dolaners tidak perlu khawatir kantong tipis karena selain ditunjang akomodasi yang nyaman dan harga terjangkau semisal sewa mobil di Bali, ternyata harga tiket masuk objek wisata Bali. Bahkan di Museum Sidik Jari Bali ini kabarnya tidak dikenakan ongkos tiket masuk alias free.


AKTIFITAS

Kuliner
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses jalan menuju Museum Sidik Jari ini tergolong mudah. Yakni Dolaners bisa lewat kawasan Kereneng atau jika Dolaners lewat kawasan Sanur maka ambil Jl. Raya Sanur lalu menuju Jl. Hayam Wuruk, Dolaners tinggal ikuti jalan saja, maka akan menemukan Museum Sidik Jari ini.
Selain menggunakan kendaraan pribadi atau taksi, Dolaners juga bisa mnggunakan angkutan umum maupun ojek. Jika menggunakan angkutan umum, Dolaners cukup naik metromini berwarna hijau gelap atau kuning tua, maka Dolaners akan sampai di Museum Sidik Jari ini.