Observatorium Bosscha

Bandung tak hanya terkenal dengan wisata rekreasi dan alamnya, namun masih banyak sekali sisi lain Bandung yang perlu ditelusuri. Bandung sebagai kota Kembang bukan hanya menjadi saksi perjuangan di masa lalu, tapi Bandung tetaplah sebuah kota dengan beragam tradisi yang selalu berkembang.

Observatorium Bosscha

Photo by wisatatatarsunda.com

Bandung merupakan salah satu kota yang dapat dijadikan tempat menuntut ilmu. Salah satu tempat untuk menimba ilmu adalah Observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat yang dapat digunakan untuk meneropong bintang yang dibangun sejak zaman Hindia Belanda. Observatorium Bosscha merupakan tempat meneropong bintang paling tua di Indonesia.

Observatorium Bosscha menawarkan dua kali kunjungan, yakni kunjungan siang hari maupun kunjungan saat malam hari. Observatorium Bosscha dikonsep bukan sebagai tempat wisata, namun sebagai tempat penelitian. Maka dari itu, Observatorium Bosscha dibuka bagi rombongan sekolah atau instansi dengan jumlah rombongan minimal 25 orang. Saat berkunjung di Observatorium Bosscha pada siang hari, bisa dilakukan di hari Selasa sampai dengan Jumat. Hal ini karena Senin dilakukan perawatan terhadap teropong. Dengan membayar 7500 kita bisa mendapatkan ilmu di Observatorium Bosscha.

Teleskop Zeiss adalah teropong yang paling andalan di Observatorium Bosscha Bandung. Bosscha Observatory mulai digemari banyak orang saat film petualangan sherina muncul. Sayang kalau di siang hari kita tak bisa meneropong bintang. Maka dari itu banyak yang melakukan kunjungan di malam hari. Kalau Dolaners ke Observatorium Bosscha pada malam hari, bisa saat hari Kamis dan Jumat pada pukul 17.00 sampai 20.00. Ketika malam tiba kita bisa melihat bintang dengan teropong. Kalau cuaca sedang cerah bahkan kita bisa menonton bulan.

Sisi unik dari Observatorium Bosscha di Bandung ini adalah sebagai tempat penentuan hilal dan banyak lagi. Banyak peneliti mendapat info astronomi di Observatorium Bosscha. Namun sayang akhir-akhir ini ada wacana kalau Observatorium Bosscha akan di pindah ke Kupang NTT. Hal ini karena Observatorium Bosscha dinilai sudah tak layak di Lembang. Banyak sekali bangunan baru dan juga polusi cahaya yang membuat peneropongan bintang terganggu. Padahal hal tersebut cukup disayangkan karena Observatorium Bosscha adalah cagar budaya.


AKTIFITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan

Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses jalan menuju Observatorium Bosccha ini jika dari Jl. Setiabudi Bandung, silahkan ambil jalan ke arah lembang. Dalam perjalanan akan melewati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung) dan terminal Ledeng. Setelah sampai terminal Ledeng, teruskan perjalanan ke arah Lembang. Ikuti jalan sampai Pusdik Korps Wanita Angkatan Darat. Setelah kurang lebih 400 meter, akan sampai gerbang bawah Observatorium Bosscha yang berada di kanan jalan. Kendaraan besar seperti Bus di parkir di depan gerbang ini. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 800 meter, melewati gerbang atas, dan sampai di Observatorium.
Jika Dolaners menggunakan kendaraan umum untuk sampai ke Observatorium Bosscha ini ada 3 alternatif , yakni :

  • Dari Stasiun Hall Bandung : Naik Angkutan Kota St. Hall – Lembang, turun di gerbang bawah Observatorium.
  • Dari Terminal Bus Cicaheum : Naik Angkutan Kota Cicaheum – Ledeng, Turun di terminal Ledeng, dilanjutkan naik St. Hall – Lembang, Turun di gerbang bawah Observatorium.
  • Dari Terminal Leuwi Panjang : Naik Bus Damri arah Ledeng. Dari Ledeng naik St. Hall – Lembang, turun di gerbang bawah Observatorium.