Taman Air Mayura

Taman Air Mayura adalah salah satu lokasi wisata yang letaknya di kawasan pusat bisnis di Kota Mataram, tepatnya di Kecamatan Cakranegara. Kawasan wisata yang satu ini terbilang unik, biarpun namanya adalah Taman air tapi jangan harap Dolaners bisa bermain air atau berenang. Taman Air Mayura memang terdapat kolam air akan tetapi hanya berupa kolam beserta Taman peninggalan sejarah kerajaan Singasari.

Taman Air Mayura

Photo by photobucket.com/user/Kekunaan/library/

Nama Taman Air Mayura adalah nama yang diambil dari nama Mayura dari bahasa Sansakerta yang artinya merak. Hal ini juga ada kisah sejarahnya mengapa dinamakan Mayura. Dahulu di Taman air kerajaan yang dibangun oleh Anak Agung ngurah Karangasem tersebut banyak sekali ular berbisa yang berkeliaran mengganggu ibadat orang Hindu. Kemudian raja disarankan untuk memelihara burung merak untuk memangsa ular-ular tersebut. Sebelum adanya kejadian seperti itu nama Taman tersebut adalah Taman Kelepug.

Keunikan yang pertama akan dapat Dolaners rasakan saat memasuki kawasan wisata Taman Air Mayura. Para pengunjung diwajibkan mengenakan sebuah selendang berwarna merah. Pemakaiannya pun tak sembarangan, setiap letak simpul berbeda-beda antara pengunjung yang telah menikah, memiliki kekasih, dan yang masih sendiri. Unik bukan?

Setelah memasuki Taman Air Mayura Dolaners akan melihat banyak relif-relif burung merak sehingga itu menandakan adanya sejarah mengenai ular dan merak itu benar adanya. Saat memasuki Taman Air Mayura Dolaners akan melihat hamparan luas kolam air yang di tengah-tengah kolam terdapat sebuah banguna terbuka seperti pendopo. Bangunan ini disebut Bale Kambang yang di sekelilingnya terdapat banyak patung leher dan kepala naga yang memncurkan air, namun sekarang pancuran ini tak berfungsi dengan baik.

Selain itu, di Bale Kambang tersebut Dolaners akan melihat berbagai patung yang beragam yang menunjukkan keragaman masyarakat di Nusantara ini. Patung-patung tersebut bercirikan Islam, Cina, dan juga Jawa. Bale Kambang di Taman Air Mayura ini dulunya difungsikan sebagai tempat peradilan suatu perkara di jaman kolonial Belanda.

Dolaners dapat berkeliling Taman di sekitar Taman Air Mayura karena di tempat tersebut sangat sejuk dan asri sebab banyak berjajar pohon manggis. Taman tersebut tertata dengan rapi dan indah. Kadang pengunjung diijinkan memetik manggis tersebut. Tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Jadi obyek wisata yang satu ini patut Dolaners kunjungi karena banyak menyimpan sejarah dan akan membawa ketenangan bagi setiap pengunjung yang datang. Selamat mencoba ya, Dolaners.


AKTIFITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses menuju ke Taman Air Mayura ini cukup mudah ditempuh karena letaknya yang strategis di pusat kota. Yakni hanya sekitar 15 menit dari Kecamatan Narmada atau jika dari Kecamatan Mataram hanya perlu waktu 10 menit untuk sampai ke taman ini.
Jika Dolaners ingin berkunjung ke Taman Air Mayura ini, bisa menggunakan transportasi pribadi maupun umum. Baik roda 2 maupun roda 4. Untuk Dolaners yang menggunakan transportasi umum, Dolaners bisa naik taxi, ojek, atau angkutan umum dari Mataram maupun kawasana Narmada.