Tugu Jogja

Bangunan ini memiliki sejarah yang mengesankan. Tugu ini sebagai perlambang penyatuan antara penguasa dengan rakyatnya. Tugu yang populer dengan nama Tugu Jogja.

Tugu Jogja

Photo by telusurindonesia.com

Berkunjung ke Jogja memang tak akan ada habisnya. Sebab banyak tempat-tempat wisata bersejarah yang unik dan tersimpan di kota istimewa ini. Termasuk sebuah tugu yang menjadi ikon kota Jogja. Bila Dolaners akan ke Malioboro sudah pasti akan melewati tugu cantik ini. Bentuknya yang unik dengan puncak yang lancip kerap mengundang wisatawan untuk mengabadikan momen mereka dengan berfoto dengan latar Tugu Jogja ini. Letaknya yang berada di tengah persimpangan kota membuat tugu ini menjadi ikon dan juga obyek memotret yang bagus.

Tugu Jogja awalnya tak berbentuk demikian Dolaners. Tugu ini adalah sebuah simbol pemersatu antara penguasa kerajaan dengan rakyat yang berjuang melawan penjajah atau dikenal dengan istilah Manunggaling Kawula. Tugu ini dulunya berbentuk golong gilig yaitu tiang berbentuk silinder dengan puncaknya berbentuk bulat sehingga namanya pun dulu bernama Tugu Golong Gilig. Tingginya pun mencapai 25 meter, Dolaners. Tugu Golong Gilig dibangun setahun setelah berdirinya Keraton Yogyakarta tepatnya pada tahun 1756 oleh Sultan Hamengku Buwono I. Namun perlu Dolaners tahu Tugu Jogja ini mengalami kehancuran pada tahun 1867 akibat gempa bumi dahsyat di Yogyakarta. Sejak sat runtuhnya tugu golong gilig maka pencerminan bentuk kesatuan antara penguasa dan rakyat pun juga mengalami kemusnahan.

Pada tahun 1889 tugu ini direnovasi oleh Pemerintah Belanda dengan bentuk bangunan yang jauh berbeda dengan Tugu Golong Gilig. Tingginya yang awalnya 25 meter kini hanya dibuat setinggi 15 meter. Tugu baru ini adalah yang ada sampai sekarang ini, dikenal dengan Tugu Jogja. Dulu bangunan yang dibuat Belanda ini dikenal dengan nama Tugu Pal Putih (De Witt Paal). Dolaners harus ketahui bahwa dulu Balanda sengaja membuatkan Tugu Jogja tersebut dengan maksud ingin memecah belah persatuan antar penguasa kerajaan dengan rakyat namun niatan itu tak terpenuhi. Itulah tadi sekelumit kisah bersejarah mengenai Tugu jogja yang telah menjadi ikon Kota Yogyakarta saat ini. Keindahan tugu ini sangat menawan bila berbalut dengan keindahan langit sore hari.

Dolaners bisa mengambil foto dengan latar belakang tugu tersebut. bila Dolaners ingin menatap lama-lama keindahan Tugu Jogja, bisa dilakukan ketika pagi hari sekita jam 05.00-06.00 di mana keadaan udara yang masih segar dan lalu lalang kendaraan bermotor masih lengang.


AKTIFITAS

Kuliner
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Tugu Jogja sangat mudah untuuk diakses karena letaknya sangat strategis yaitu pada tengah perempatan jalan yaitu Jl. Pangeran Mangkubumi ( Selatan ), Jl.’ Jenderal Sudirman ( Timur ), Jl. AM. Sangaji ( Utara ) dan Jl. Pengeran Diponegoro ( Barat ). Dolaners tinggal jalan kaki saja dari Stasiun Tugu Jogja menuju ke Icon Kota Jogjakarta yang fenomenal ini.
Jika Dolaners menggunakan angkutan umum untuk sampai ke kawasan Gedung Merdeka ini, Dolaners bisa menggunakan bus trans Jogja dengan kode 1A / 1B / 2A. Karena bus trans Jogja dengan kode tersebut melewati Tugu Jogja, Dolaners bisa langsung turun tepat dikawasan tersebut.