Air Terjun Sidoharjo

611 views

Dolaners sudah mencoba rafting di Kulon Progo? Sudah menikmati keindahan sunrise di Pegunungan Menoreh? Atau, barangkali Dolaners sudah jalan-jalan cantik, tea walk, di perkebunan teh Nglinggo? Belum lengkap kalau Dolaners belum sampai di wilayah Samigaluh karena ada air terjun eksotis di sini. Air terjun yang sebenarnya belum punya nama ini sering dikenal sebagai Air Terjun Sidoharjo. Penasaran seperti apa alaminya air terjun ini?

Air Terjun Sidoharjo

Photo by potograpero.com

Air terjun yang eksotis ini berada di Desa Sidoharjo, Kulon Progo, Yogyakarta. Dan sekedar untuk memudahkan, disebutlah air terjun ini dengan nama lokasinya, Air Terjun Sidoharjo. Warga sekitar menyebutnya curug saja, tak ada nama yang dikhususkan untuk air terjun ini. Cukup disayangkan, mengingat keindahannya yang sulit dilupakan.

Air Terjun Sidoharjo mengalir di sebuah tebing tinggi, deras mengucurkan airnya membentuk sebuah kolam bening di bawahnya. Air yang mengalir deras di tebing ini memiliki ketinggian tak kurang dari 75 meter dan kemiringan 90 derajat, membuat Dolaners merasa begitu kecil saat tertimpa percikan air di bawahnya. Memang, tinggi air terjun ini cukup istimewa, paling tinggi di Yogyakarta, hingga sulit dicari tandingannya. Apalagi saat musim penghujan, Air terjun Sidoharjo tak hanya memukau dengan ketinggiannya, tapi juga terasa menggetarkan dengan curahan debit airnya yang besar. Air ini kemudian mengalir kembali menyusuri sungainya yang penuh dengan cekungan dan bebatuan pasir. Begitu alaminya lingkungan di sekitar Air Terjun Sidoharjo, hingga seakan area ini belum tersentuh manusia.

Tapi perjalanan untuk melihat keindahan alam ini juga sepadan. Setelah memarkirkan kendaraan di halaman rumah Kepala Dusun, Dolaners masih harus melanjutkan perjalanan menuju lokasi Air Terjun Sidoharjo dengan berjalan kaki selama hampir 30 menit. Selama meniti jalan setapak, Dolaners bisa menikmati pemandangan persawahan yang terbentang serta barisan perbukitan yang membatasi pandangan. Ditingkahi oleh bunyi kicauan burung, perjalanan di tengah suasana alam yang asri takkan terasa melelahkan.

Air Terjun Sidoharjo memang sejatinya masih menjadi bagian dari Pegunungan Menoreh. Seperti Dolaners tahu, jajaran pegunungan ini terbentang di bagian barat Kabupaten Kulon Progo dan sebagian wilayah Kabupaten Magelang. Karenanya, untuk menuju Air Terjun Sidoharjo, Dolaners bisa mengambil rute searah dengan Puncak Bukit Suroloyo.


AKTIVITAS

Kuliner
Tidak ada warung makan atau kedai di area Air Terjun Sidoharjo. Bila sanggup melintasi jalan setapak licin dengan membawa beban, sebaiknya Dolaners membawa bekal sendiri.
Akomodasi
Parkir Motor: Rp 2.000,-
Parkir Mobil: Rp 5.000,-
Kegiatan
Jika beruntung, Dolaners bisa berkesempatan melihat kera ekor panjang yang bergelantungan mencari makan di tebing Air Terjun Sidoharjo. Jika rappelling memang bagian dari kegiatan rutin Dolaners, boleh dicoba melakukannya di tebing air terjun ini. Sebaiknya rappelling dilakukan saat musim kemarau karena debit air terjun bisa sangat minimal disebabkan oleh penggunaannya untuk irigasi persawahan warga. Apapun yang dilakukan, tetap berhati-hati ya, Dolaners. Tidak ada petugas atau pengawas di sekitar Air Terjun Sidoharjo, dan sebaiknya Dolaners memang tidak ke lokasi ini sendirian saja.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Air Terjun Sidoharjo berjarak sekitar 5 kilometer dari Pasar Dekso. Jika berkendara sendiri, sebaiknya Dolaners menggunakan kendaraan yang kuat naik di tanjakan medan pegunungan. Dan tetaplah berhati-hati sepanjang perjalanan, karena Dolaners akan menemui banyak tikungan dan tanjakan. Karena lokasi Air Terjun Sidoharjo masih belum terjangkau sinyal seluler, sebaiknya Dolaners mengandalkan warga setempat untuk mendapat petunjuk arah.
Dengan titik tolak dari Kota Yogyakarta, Dolaners akan menempuh jarak sekitar 30 kilometer dalam waktu kurang lebih selama 1 jam. Berangkat dari Kota Yogyakarta, Dolaners akan melintasi Jembatan Progo, kemudian belok kanan di perempatan Nanggulan. Sampai di perempatan lampu merah Dekso, Dolaners ambil tikungan ke kiri. Begitu melihat MTS 4 Samigaluh, Dolaners masuk ke sebuah jalan kecil di sebelah kiri. Jalan ini naik turun dan berkelok-kelok sejauh sekitar 5 kilometer. Saat tiba di Desa Sidoharjo, Dolaners bisa menitipkan kendaraan di sebuah pertigaan dengan gardu ronda disitu atau di Kepala Dusun.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link