(Bekas) Bioskop Permata

300 views

Bioskop. Tahukah Dolaners, kalau nama bioskop diserap kedalam Bahasa Indonesia dari Bahasa Belanda? Pada masa bioskop masih berjaya, film ditayangkan dengan cara diproyeksikan ke layar lebar menggunakan proyektor. Kalau tak ada gedungnya, dan orang-orang menonton rame-rame sekampung di tanah lapang, maka versi nobar dekat dengan alam ini disebut layar tancap. Susah juga mencari jejak layar tancap di Yogyakarta, tapi tak demikian halnya dengan gedung bioskop. Salah satu bekas gedung bioskop yang sempat jadi primadona di Yogyakarta yaitu Bioskop Permata.

Bekas Bioskop Permata, Bekas Bioskop Permata Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo by diazmoncos

Sekarang sih, mungkin Dolaners udah nonton film di Netflix, dalam kenyamanan yang terasa familiar di rumah. Tapi bahkan hingga akhir abad ke-21, bahkan ditahun-tahun awal abad berikutnya, bioskop masih menjadi pilihan hiburan utama bagi sebagian besar orang. Dan biasanya, pada masa jayanya, lokasi nonton film ini berada di satu gedung tersendiri, khusus buat nonton film saja. Nah, salah satu gedung bioskop yang sampai sekarang masih berdiri di Yogyakarta, meskipun layanan bioskopnya sendiri sudah tutup, adalah Bioskop Permata.

Bekas gedung Bioskop Permata ini masih tegak berdiri saat Dolaners menyusuri kawasan Sultan Agung. Bangungannya tampak tua, menggambarkan usianya yang sesungguhnya. Tak hanya cat dinding serta muralnya yang kusam dan mengelupas di sana-sini, gaya bangunan gedung bioskop yang sekarang sudah gulung layar ini kental bernuansa kolonial. Temboknya tebal dan kokoh, dengan jendela kaca es warna-warni berukuran sempit yang sama suramnya dengan tembok gedung. Semenjak tutup, pintu utama tertutup pintu teralis logam, dan setiap orang yang melewati pintu ini bisa melihat area lobi Bioskop Permata.

Gedung bioskop ini tutup tak sampai satu dekade yang lalu, tepatnya pada tahun 2010. Pada awalnya, pemutaran film yang sehari sampai 5 kali menurun menjadi 3 kali, hingga pada akhirnya pihak pengelola kesulitan memperoleh film untuk ditayangkan. Sementara disisi lain, jumlah pengunjung juga terus menyusut. Padahal, salah satu gedung bioskop bersejarah di Yogyakarta ini memiliki kapasitas 350 kursi penonton, bukan angka kecil saat Bioskop Permata dibuka setahun setelah proklamasi kemerdekaan, yaitu tahun 1946. Pada masa-masa ini, Bioskop Permata terkenal sebagai salah satu bioskop mewah di Yogyakarta. Namun sayangnya, pada tahun-tahun terakhir Bioskop Permata beroperasi, kalangan rakyat menengah kebawah saja yang nonton film di gedungnya dengan jumlah tak sampai 10 orang.

Dalam perjalanannya, Bioskop Permata mengalami beberapa kali ganti nama. Pada awalnya, bioskop ini bernama Bioskop Asta, meskipun nama ini diragukan oleh beberapa pihak, kemudian berganti nama menjadi Bioskop Luxor, hingga akhirnya menjadi Bioskop Permata. Setelah mencecap kejayaannya pada tahun 1960-an hingga awal 1990-an, Bioskop Permata kini tinggal kenangan, menyisakan gedung tua yang tak terawat.


AKTIVITAS

Kuliner
Seperti pergantian malam dan siang, saat matahari terbenam berganti rembulan, dan sebaliknya. Seiring pudarnya sinar tenar Bioskop Permata, Gudeg Permata Bu Pujdo semakin cemerlang. Gudeg ini tak ada kaitannya sama sekali dengan Bioskop Permata, hanya lokasinya saja yang berada di sisi barat gedung bioskop. Tapi bolehlah, Dolaners coba rasa gudeg ini sembari menikmati gedung tua bekas Bioskop Permata.
Akomodasi
Gedung bioskop ini masih belum difungsikan untuk hal lain, jadi tak ada biaya apapun bila Dolaners sekedar lewat dan melihat gaya bangunan kolonialnya.
Kegiatan
Saat ini, gedung bekas Bioskop Permata kosong tak difungsikan, namun selalu tertutup rapat. Jadi Dolaners hanya bisa menyaksikan bangunan tua ini dari luar.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Bila memiliki minat khusus pada gedung-gedung bioskop bersejarah seperti Bioskop Permata, Dolaners bisa mengunjungi gedung-gedung bioskop lain yang dibuka pada tahun 1946 juga, seperti Bioskop Rex, Bioskop Soboharsono, Bioskop Toegoe, atau Bioskop Pathuk Garden.
Gedung bekas Bioskop Permata ini tak jauh dari Alun Alun Lor Yogyakarta. Dolaners bisa mengawali rute dari Titik Nol, lurus ke arah timur melewati perempatan Hotel Limaran, lurus terus sampai Dolaners mendapati Ramen n Katsu dan Gudeg Permata Bu Pudjo di kiri jalan. Gedung bekas Bioskop Permata bersebelahan dengan gudegnya.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link