Benteng Vredeburg

670 views

Sebuah benteng peninggalan penjajah Belanda dengan berbagai bagunan bersejarah lain begitu kokoh dan megah ditanah seluas tidak kurang dari 2100 m2 . Benteng Vredeburg dengan bentuk segi empat begitu megah berdiri begitu apik dengan kubu dengan menara pengawas yang terdapat disetiap sudutnya memungkinkan tentara Belanda berjaga-jaga dengan berjalan berkeliling bahkan tidak ragu melepaskan peluru dari senapannya yang mengerikan saat dibutuhkan.

Benteng Vredeburg

Photo by visitingjogja.com

Empat bastion mengisi setiap sudut Benteng Vredeburg yang berbentuk bujur sangkar dengan nama Jayapurusa dibagian timur, Jayaprayitna disebelah tenggara, Jayaprakosaning disebelah barat daya dan Jayawisesa di sebelah barat laut. Dengan aneka bentuk diorama Dolaners bisa mempelajari sejarah dengan lebih menarik dan tidak membosankan. Arsitektur bergaya Eropa begitu kuat dan terasa ketika memasuki benteng peninggalan Belanda ini.

Parit yang mengelilingi area Benteng Vredeburg Yogyakarta semakin memunculkan efek megah dan gagah sehingga untuk memasukinya memerlukan perjuagan untuk memasukinya, namun Dolaners jangan khawatir karena terdapat sebuah jembatan sebagai akses menuju Benteng Vredeburg yang sekaligus tempat favorit para Dolaners untuk meluapkan hasrat jeprat jepretnya. Dolaners juga bisa berkeliling menikmati keindahan Benteng Vredeburg ini dengan memanfaatkan jasa sewa sepeda ontel yang hanya berharga lima ribu rupih, cukup terjangkau bukan? Dengan ragam benda, gambar dan lukisan bersejarah secara lebih leluasa meski pasif menceritakan rangkaian perjuangan masa meraih kemerdekaan.

Jika Dolaners mengunjungi Benteng Vredeburg Yogyakarta maka koleksi beberapa bangunan semisal jajaran diorama yang melukiskan perjuangan masa pra Proklamasi Kemerdekaan hingga Orde Baru, bangunan peninggalan Belanda yang masih asli, koleksi lukisan, benda dan foto bersejarah yang menyuratkan perjuangan menjcapai, merintis, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Semula Benteng Rustenburg merupakan nama Museum Benteng Yogyakarta yang memiliki arti benteng peristirahatan yang didirikan diwilayah tanah Keraton pada tahun 1760.

Kemudian penyempurnaan bangunan dilakukan oleh Sri sultan Hamengku Buwono I kemudian mengubah namanya menjadi Benteng Vredeburg yang berarti Benteng Perdamaian. Kini Benteng Vredeburg Jogja ini begitu terjaga kebersihannya dan terawat keaslian bangunannya oleh proses pemugaran dan pengecatan yang menjadikan para Dolaners semakin terpikat oleh kemegahannya.


AKTIFITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Terletak di kawasan kilometer nol yang merupakan jantung Kota Yogyakarta membuat akses menuju Benteng Vredeburg menjadi mudah. Dari Stasiun Tugu dan Kawasan Malioboro, Benteng Vredeburg dapat ditempuh dengan berjalan kaki ke arah Selatan. Namun, jika Dolaners merasa terlalu jauh, Dolaners dapat naik becak atau andong menuju tempat.
Jika Dolaners datang dari Bandara Adi Sucipto, Dolaners dapat menggunakan bus transjogja jalur 1A dan 3A kemudian turun di shelter depan Gedung Agung. Wisatawan yang datang dari Teminal Jombor dapat menggunakan bus tranjogja jalur 2A atau bus kota jalur 18 dan 19. Sedangkan wisatawan yang berangkat dari Terminal Giwangan dapat menggunakan bus transjogja jalur 3A atau bus kota jalur 4 dan jalur 10 untuk dapat menuju ke Benteng Vredeburg di Jogjakarta ini. Ongkos naik bus transjogja juga terbilang murah.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link