Gedung De Javasche Bank Surabaya

3044 views

Serunya jalan-jalan ke kota yang telah ada sejak jaman penjajahan Belanda adalah pemandangan gedung-gedung tuanya. Mau tak mau, mata pasti tertuju karena eksotisnya arsitektur gedung-gedung yang telah berdiri selama berabad-abad. Demikian pula dengan Kota Surabaya, yang merawat gedung-gedung tuanya dengan sangat baik. Hingga hari ini, Dolaners masih bisa menikmati gedung tua peninggalan Belanda yang dibangun diawal abad ke-17. Salah satunya adalah gedung de Javasche Bank.

de Javasche Bank, Bank Indonesia, museum Bank Indonesia, de Javasche Bank Surabaya, Dolan Dolen, Dolaners

photo by masbeng

Melihat bangunan tua peninggalan jaman Belanda di Surabaya memang asik. Saat Dolaners menyusuri jalan-jalan tua di Surabaya dan melihat gedung-gedung yang tak kalah umur dengan liku jalan di depannya, sempatkah terpikir betapa tangguhnya bangunan-bangunan ini berdiri tegak hingga dua abad kemudian? Belum lagi arsitekturnya yang klasik, sungguh mengundang decak kagum. Dan bisa jadi, inilah yang akan dirasakan saat Dolaners berdiri di hadapan Gedung De Javasche Bank Surabaya.

Gedung De Javasche Bank Surabaya dibangun oleh Belanda pada awal tahun 1980-an, kemudian direnovasi hampir seabad kemudian. Renovasi ini menghasilkan sebuah gedung eklektis yang bergaya neo renaissance seperti yang bisa dilihat hingga saat ini. Bahkan, bila dilihat dengan lebih jeli, Dolaners bisa menemukan kombinasi arsitektur bergaya Mansart-Eropa dan Hindu-Jawa pada bagian eksterior. Dalam perjalannya, bangunan yang anggun ini berpindah tangan kedalam kekuasaan Jepang sebelum jatuh lagi ketangan Belanda. Hampir satu dekade setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Gedung De Javasche Bank Surabaya digunakan sebagai Bank Indonesia selama 20 tahun kemudian.

Bila bagian luar sudah sedemikian eksotisnya, bagaimana dengan yang di dalam? Dibangun sebagai bank dijamannya, bangunan ini termasuk keren loh, Dolaners. Selain dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan yang alami, gedung de Javasche Bank ini juga punya pintu pengaman khusus. Pintu yang menuju ruang penyimpanan ini terbuat dari besi dengan ketebalan hampir 30cm, lengkap dengan panteknya dan kode sandi untuk mengunci. Ruang-ruang penyimpanan lainnya menggunakan pintu besi juga, tetapi dikombinasikan dengan magnet. Bahkan Gedung De Javasche Bank jaman Belanda ini juga punya CCTV! Penasaran seperti apa CCTV di bank pada abad ke-17? Tengok sendiri seperti apa wujudnya, langsung saja ke de Javasche Bank di Kota Surabaya.

Sejak tahun 1996, gedung tua ini telah menjadi cagar budaya. Tetapi, baru pada tahun 2010, Gedung De Javasche Bank mulai dibenahi, dirawat, dan dijaga sebagai bagian dari bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia. Nah, tak rugi kan kalau menyempatkan waktu melihat gedung peninggalan jaman Belanda ini?


AKTIVITAS

Kuliner
Melihat-lihat Gedung De Javasche Bank, yang kini merupakan museum Bank Indonesia, adalah kegiatan wisata bersih. Artinya, Dolaners tidak bisa masuk museum dengan membawa cemilan atau malah makanan berat. Jadi satu-satunya opsi ketika perut mulai bunyi adalah keluar museum dan cari restoran terdekat.
Akomodasi
Tidak ada biaya tiket masuk untuk melihat-lihat de Javasche Bank. Biaya parkir juga tak ada.
Kegiatan
Gedung de Javasche Bank ini sekarang telah beralih fungsi menjadi museum dan menyimpan benda-benda bersejarah Bank Indonesia. Selain melihat-lihat karya bank milik negara ini, Dolaners juga bisa menikmati arsitektur kuno yang masih tampak terawat dengan baik, baik di bagian eksterior maupun interior gedung.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Meskipun tanpa tiket masuk, Dolaners perlu melapor dulu sebelum masuk museum ini. Tunggu sampai ada ijin, dan ada petugas yang menjadi guide mengantar masuk dan melihat-lihat museum.
Dolaners bisa mencapai wilayah Krembangan, di mana Gedung De Javasche Bank ini berada, dengan menggunakan kendaraan pribadi. Kalau menggunakan kendaraan umum, Dolaners bisa menumpangi bus kota F, N, DA, atau M. Semua bus tersebut melewati jalan yang langsung mengakses ke Gedung De Javasche Bank. Bagaimana dengan kereta? Dolaners tinggal turun di stasiun yang ada di Jl. Kasuari, Jl, Krembangan Timur, Jl. Jembatan Merah, atau Belakang Penjara. Gedung kuno yang megah ini bisa dicapai dengan jalan kaki dari semua stasiun tersebut.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link