Gereja Immanuel, Jakarta

528 views

... hanya satu yang tak terlupakan, kala senja di gereja tua... Begitulah sepenggal lirik lagu lama yang dinyanyikan oleh Panber's. Siapa Panber's? Dolaners bisa tanya sama mama atau papa, atau googling saja, karena kali ini yang menarik bukan Panber's melainkan gereja tuanya. Yup, selalu ada yang menarik dengan gereja tua. Sama halnya dengan Gereja Immanuel yang ada di Jakarta. Bangunan dan ceritanya takkan mudah hilang dari ingatan, begitu sekali saja Dolaners datang ke tempat ini.

Gereja Immanuel, Gereja Immanuel Jakarta, Jakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo via Prayoga Terry

Gereja Immanuel adalah gereja umat Protestan, dan menjadi salah satu dari gereja-gereja tertua di Jakarta. Selesai dibangun pada tahun 1839, peresmian gedungnya sekaligus untuk memberikan penghormatan pada Raja Belanda, Willem I. Maka hingga kini, Dolaners masih bisa menemukan nama Willemskerk pada gedung Gereja Immanuel.

Gereja Immanuel mengambil gaya paladinisme, yang merupakan gaya klasik abad ke-18 dengan penekanan pada perbandingan dan simetri yang harmonis. Itulah kenapa bagian atap bangunan berbentuk bundar seperti kubah dengan bertopang pada pilar-pilar besar. Bagian depan serambi, yang menghadap Stasiun Gambir, berbentuk segi empat. Sedangkan serambi di kedua sisi bangunan menyesuaikan dengan bentuk kubah pada atap, berupa dua bundaran konsentrik. Kubahnya sendiri dirancang dengan sangat jeli, sehingga cahaya matahari saat siang bisa menerangi seluruh ruangan di dalam gereja. Di atas kubah atap, masih ada lagi kubah kecil, yang biasa disebut lantern, berhiaskan bunga teratai berdaun enam. Sesuai namanya, bentuk bunga ini adalah simbol Mesir untuk dewi cahaya.

Ruang utama Gereja Immanuel berada tepat di bawah kubah, berdiameter 9,5 m, dengan lapisan marmer berwarna abu-abu. Bangku-bangkunya terbuat dari kayu jati ditata melingkar dengan sebuah mimbar, yang semula ditujukan bagi gubernur jenderal pemerintahan Hindia Belanda karena pada masa itu hanya para pejabat tinggi pemerintahan yang boleh datang ke Gereja Immanuel. Pilar-pilar di dalam ruangan sama megahnya dengan yang ada di bagian serambi, tapi pilar-pilar di bagian dalam ini memiliki bagian kepala dengan dekorasi khas bergaya Corinthian. Pintu utama Gereja Immanuel ada tiga, sesuai jumlah serambinya, berbentuk melengkung pula sehingga sesuai dengan atap kubah dan dua serambi samping. Kusen pintu yang terbuat dari kayu jati memperkuat kesan klasik pada induk kunci yang terbuat dari kuningan berukir.

Keseluruhan gaya bangunan menjadikan Gereja Immanuel dulunya dikenal sebagai Gereja Bundar. Hingga hari ini, gereja ini masih sering dikunjungi wisatawan mancanegara, khususnya dari Belanda.


AKTIVITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Bagunan Gereja Immanuel ini termasuk peninggalan sejarah yang berharga di Jakarta dan Batavia, ya untuk orang Indonesia, ya untuk orang Belanda. Jadi bila Dolaners berkunjung ke tempat ini, perlakukanlah sebagai kunjungan ke bangunan bersejarah atau cagar budaya.
Kalau Dolaners kebetulan menggunakan kereta api dan berhenti di Stasiun Gambir, takkan sulit mencapai Gereja Immanuel. Tinggal menyeberang jalan saja. Dan lagi, lokasi gereja yang berada di kawasan Merdeka pasti akan mudah dicari.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link