Gereja Katolik Santo Yakobus Surabaya

766 views

Pernah terpikirkan tentang gereja-gereja klasik dijaman Romawi? Sempatkah Dolaners mengangankan tentang keindahan arsitekturnya? Atau bahkan membayangkan bagaimana rasanya menyentuh dan berada dalam lingkupan kemegahan arsitektur Romawi? Bila jawaban dari semua pertanyaan ini adalah iya, Dolaners wajib datang dan melihat langsung Gereja Katolik Santo Yakobus. Keindahan bangunan ini benar-benar layak untuk diapresiasi dan diabadikan oleh kameramu.

Gereja Katolik Santo Yakobus, Gereja Katolik Surabaya, Surabaya, Dolan Dolen, Dolaners

photo via Dutchi Yosia

Membangun rumah ibadah memang bukan perkara mudah, apalagi di wilayah yang sedang dan masih akan terus berkembang. Begitulah yang dialami oleh umat Katolik CitraRaya Surabaya. Hingga akhirnya berdirilah Gereja Katolik Santo Yakobus pada tahun 2000. Pembangunan gereja ini sejak setahun sebelumnya menghasilkan sebuah rumah ibadah yang masih kokoh hingga saat ini. Meskipun bangunan yang terbilang baru, Gereja Katolik ini bergaya klasik, tak kalah menarik dibanding gereja-gereja Eropa.

Gaya arsitektur Gereja Katolik ini bertema Neo Klasik, berpatokan khusus pada model gereja-gereja di Romawi. Jika Dolaners pernah menikmati indahnya bangunan-bangunan Romawi, Gereja Katolik ini akan menjadi bagian dari memorimu. Kemegahan, kemewahan, kerumitan, bahkan ada kesan sendu dan romantis yang tertangkap saat Dolaners mengunjungi gereja ini. Citarasa khas Gereja Katolik Romawi sudah tampak pada bagian muka, misalnya pada menara lonceng yang menjulang tinggi kurang lebih 25m. Sementara itu, ketinggian bangunan utama gereja hanya selisih beberapa meter lebih rendah dari menara lonceng ini. Saat berdiri di teras gereja, tepat di depan pintu masuk, Dolaners akan mendapati stained glass berlukiskan Santo Yakobus. Sesuai dengan nama yang disandang gereja, lukisan pada materi kaca ini seakan menyambut pengunjung dengan caranya sendiri.

Gereja Katolik Santo Yakobus ini memang diarahkan untuk berkiblat pada kebudayaan Romawi sejak direncanakan untuk dibangun. Kekhasan Romawi ini diwujudkan dengan harapan agar ibadah dan suasana di dalam gereja dapat terasa lebih sakral. Pada dasarnya, detail-detail interior yang menarik menggabungkan arsitektur jaman Kristen awal, Barok, Rokoko, Romanes, dan Gotik. Gaya Eklektik ini tampak pada patung-patung disisi ruang umat dan lukisan pada langit-langitnya. Di ruang ini, Dolaners bisa mendapati Patung Bunda Maria pada sisi kanan altar dan patung Yesus Hati Kudus pada sisi kirinya. Dengan warna emasnya, kedua patung ini menjadi ikon khas Gereja katolik Santo Yakobus. Ruang umat ini begitu lega, dapat menampung hingga 4.500 jemaat. Elemen Eklektik juga tampak pada ruang pemimpin ibadah, atau disebut juga ruang Panti Imam. Saat berada di bagian dalam gereja, Dolaners pasti bisa merasakan sentuhan-sentuhan seni yang indah ini.


AKTIVITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Bila Dolaners bertujuan untuk jalan-jalan saja di area Gereja Katolik ini, pastikan tidak mengganggu ibadah yang dijadwalkan. Jadi usahakan untuk cek jadwal ibadah gereja terlebih dahulu dan jangan lupa mintakan ijin sebelum Dolaners mulai beraksi.
Dolaners bisa sampai di area CitraRaya dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi kalau Dolaners menggunakan bus kota, silakan naik bus DA. Bus ini satu-satunya yang bisa menjangkau wilayah CitraRaya hingga ke Gereja Katolik ini.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link