Gereja Sayidan

1327 views

Dolaners punya minat khusus pada arsitektur? Atau bahkan, pada arsitektur bangunan kuno dan bersejarah? Bila di Yogyakarta, ada Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang khas bangunan Jawa. Sementara bangunan peninggalan Belanda di kota ini antara lain Benteng Vredeburg . Dan yang belakangan ini cukup hits di media sosial adalah bangunan bergaya gotik, Gereja Sayidan. Seperti apakah sejatinya bangunan ini?

Gereja Sayidan, Gereja Sayidan Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo via danarsibolang

Meskipun nama populernya adalah Gereja Sayidan, atau Gereja Gotik Sayidan, sebenarnya bangunan ini bukan rumah ibadah. Meskipun ada tanda-tanda salip di puncak-puncak menaranya, dan ada patung Yesus di sisi depannya dalam ukuran yang cukup mencolok mata, bangunan ini sebenarnya hanya rumah tinggal biasa. Hanya karena gaya bangunan yang menonjolkan simbol-simbol religius tadi itulah yang membuat warga sekitar menyebutnya gereja.

Tak hanya simbol-simbolnya yang menarik, gaya bangunan secara keseluruhan juga unik. Menara-menaranya yang lancip persis seperti kastil-kastil tua di Eropa. Didukung oleh penampilannya yang dirambati tanaman menjalar, cat warna putih yang mulai pudar dan mengelupas di sana sini, kesan yang diperoleh saat siapapun melihat bangunan ini adalah… kuno. Serem? Pasti. Apalagi banyak beredar cerita mistis seputar bangunan ini.

Namun yang mengejutkan, bangunan ini sejatinya adalah rumah tinggal biasa. Yup, sama seperti punya Dolaners dan keluarga-keluarga yang lain. Dan yang lebih mengejutkan lagi, rumah yang aslinya dibangun pada tahun 1979 ini telah mengalami renovasi sekitar tahun 1987 hingga tampak gotik seperti sekarang. Pada tahun 2000, Hak Guna Bangunan telah habis, sehingga keluarga yang menghuni rumah ini hengkang, dan pada tahun 2004 rumah ini diresmikan sebagai cagar budaya walaupun usia bangunannya tak sampai dua dekade.

Dan siapakah keluarga yang pernah tinggal di rumah yang unik ini? Adalah seorang keturunan Tionghoa, Thientikhien atau R. Petrus Haryono, seorang pembatik yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Keraton Yogyakarta. Beliau berpulang pada tahun 1978, meninggalkan seorang istri, Ny Esther Widyo Wanandyo yang bergelar KMAT karena kekerabatannya dengan Keraton Solo. Anak bungsu pasangan ini, KRT Thomas Haryonagoro, seorang lulusan sekolah kesehatan di Belanda, memugar rumah tinggal keluarga menjadi bangunan bergaya gotik seperti sekarang ini. Kini, beliau telah memindahkan ruh dari rumah keluarga ini ke Ullen Sentalu di Kaliurang. Ruh yang dimaksud adalah peninggalan orangtuanya, berupa karya-karya batik yang disimpan rapi dalam koleksi museumnya. Tak sekedar sebagai tempat tinggal, rumah di Kampung Sayidan ini dulunya adalah pabrik batik, dengan museum batik yang menempati area basement. Dimasa kini, Dolaners bisa melihat batik-batik ini di Museum Ullen Sentalu.


AKTIVITAS

Kuliner
Kuliner paling populer di sekitar Gereja Sayidan adalah gudeg Wijilan. Dolaners bisa makan gudeg enak di sepanjang Jalan Wijilan. Tapi jika dirasa terlalu jauh, di sekitar Kampung Sayidan juga ada tempat-tempat makan menarik, misalnya Rona Mie, Soto Ayam Kaki Lima, Warung Makan Bu Seput, dan masih banyak lagi.
Akomodasi
Ada biaya parkir pada warga setempat bila Dolaners menggunakan kendaraan pribadi.
Kegiatan
Gereja Sayidan adalah background selfie atau wefie yang hits dan instagenik saat ini. Keberadaannya sempat terlupakan karena terhalang oleh bangunan ruko-ruko di tepi jalan besar. Tapi bahkan dari Jembatan Sayidan, Dolaners bisa dapet angle bagus buat capture Gereja Sayidan. Rumah yang tampak tua ini semakin hits saja setelah bangunan di sisi baratnya dirubuhkan, sehingga pengunjung bisa dapat spot foto-foto dengan lebih leluasa.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Gereja Sayidan berada di tengah perkampungan warga, sehingga Dolaners harus meyusuri gang-gang kecil, serasa taman sesat. Tapi bila bisa menemukan Polsek Gondomanan, Dolaners akan dengan mudah menemukan Gereja Sayidan.
Sehabis makan gudeg di Wijilan, Dolaners lanjutkan saja menyusuri Jalan Ibu Ruswo hingga tiba di jalan kembar Brigadir Jenderal Katamso. Ikuti jalan belok kanan sedikit di depan Bank Sinarmas, kemudian belok kiri ke Jalan Lobaningratan. Dari ruas jalan ini, Gereja Sayidan berada di belakang Polsek Gondomanan.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link