Gunung Bromo

1538 views

Tidak berlebihan jika pesona alam bromo ini diberi gelar “perfect panorama” karena pesona keindahannya tatkala terbitnya mentari, hamparan padang pasir atau kaldera, kompleks kawah, serta permadani rumput hijau yang menyelimuti padang savana ini.

Gunung Bromo

Photo by irfanf.my.id

Gunung Bromo merupakan destinasi wisata Malang yang terindah dan tersering disambangi oleh banyak wisatawan, para pendaki yang pastinya wajib Dolaners buktikan keindahan viewnya. Di Gunung berapi yang masih aktif ini tidak ada istilah sepi dari para wisatawan karena pesona pemandangan ngarai serta lembah yang diliputi hamparan pasir nan luas atau kaldera dengan luas tidak kurang dari 5.300 hektar ini bisa dolaners nikmati dari ketinggian 2.392 m diatas permukaan laut.

Pancaran cahaya ketika matahari terbit Gunung Bromo membuat para wisatawan senantiasa memasang mata untuk menikmati obyek wisata menawan dari ketinggian 2.780 meter ini. Ketika sang surya tengah berangsur muncul dari balik gunung maka dari sisi depan Semeru menghembuskan asap dengan gagahnya sembari view matahari berangsur merangkak menaiki langit membuat setiap penyandang indra melihat dengan terkagum-kagum. Hal yang tidak boleh dolaners lupakan ketika moment tersebut berlangsung adalah dengan menenteng kamera terbaik dan mengabadikannya, karena dolaners tidak akan mendapati pesona pemandangan seindah yang Bromo persembahkan di tempat lain.

Padang Savana dengan bukit teletubies yang begitu mirip dengan yang terdapat di kartun anak tersebut diliputi dengan perbukitan yang berjajar rapi. Hamparan pasir hitam yang disisir angin membuatnya semakin cantik mirip tekstur ombak lautan yang tersemat tepat di sebelah timur Bromo. Tempat ini semakin tersohor oleh bintang Dian Sastro Wardoyo yang menjadikannya tempat untuk Shoting sebuah film dengan tambahan view pure ditengah hamparan pasir sebagai tempat ibadah suku Tengger.

Pesona Kawah Gunung Bromo yang bersumber dari letusan Gunung Tengger dengan diameter 600 m yang terbentang dari timur hingga barat, diameter 800 m yang terbentang dari utara ke selatan disertai kawasan paling berbahaya yakni berbentuk lingkaran dari pusat kawah berjari-jari 4 kilometer. Selain itu sensasi buah strawberry yang kaya vitamin C ini juga layak dolaners nikmati saat menapaki keindahan Gunung Bromo yang megah tersebut.


AKTIFITAS

Kuliner
Bagi Dolaners yang ingin berlibur ke wisata alam Gunung Bromo tidak perlu khawatir dan repot membawa bekal dari rumah karena di kawasan wisata ini terdapat banyak pedagang yang menjual beragam panganan. Mulai dari yang hanya sekedar jajanan cemilan ringan, makanan berat hingga beragam pilihan minumanpun tersedia disini. Soal harga, Dolaners tidak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau.
Akomodasi
Biaya Tiket Masuk Wisatawan Domestik : Rp. 27.500,- (weekday) dan Rp. 32.500,- (weekend)
Biaya Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara : Rp. 217.500,- (weekday) dan Rp. 317.500,- (weekend)
Biaya parkir roda 2 : Rp. 5.000,-
Biaya parkir roda 4 : Rp. 10.000,-
Biaya Sewa Kuda : Rp. 50.000,-
Biaya Sewa Jeep : Rp. 300.000,- per rombongan (masih bisa ditawar)
Kegiatan

Selain hanya menaiki gunung hingga sampai pada puncak kawah, banyak hal yang bisa Dolaners lakukan di Taman Nasional Gunung Bromo ini. Terdapat 5 spot yang dapat Dolaners kunjungi yakni:

Spot yang pertama adalah Gunung Pananjakan. Gunung Pananjakan adalah spot terbaik untuk melihat sunrise. Gunung Pananjakan adalah gunung yang berada tepat disebelah Gunung Bromo, Karena Gunung Pananjakan lebih tinggi dari Gunung Bromo, maka disinilah spot sunrise terbaik karena terlihat lebih jelas dan lebih tinggi. Diatas Gunung Pananjakan kita bisa melihat Gunung Batok, Bromo dan Semeru. Jika ingin menuju ke Gunung Pananjakan bisa kita tempuh dengan menyewa Hardtop.

Spot yang kedua adalah Gunung Bromo itu sendiri. Gunung Bromo memang sangat spektakuler, jangan berharap Gunung Bromo akan sepi, terutama saat weekend. Jika kita ingin menuju bibir kawah Gunung Bromo, kalian harus berjalan kaki dari parkiran Hardtop menuju Gunung Bromo. Atau kita bisa menunggangi kuda yang disewakan disana dengan harga Rp. 100.000,- (masih bisa ditawar). Disekitar Gunung Bromo ada pura yang hingga saat ini masih dipakai untuk bersembayang, dan upacara adat tidak sembarang orang yang bisa melihat upacara itu karena upacara itu sangat sakral.

Spot yang ketiga adalah Padang Savana atau Bukit Teletubis. Untuk perjalan menuju Padang Savana kita harus menggunakan Hardtop, karena medan yang bisa ditempuh hanya menggunakan Hardtop. Disana kalian akan melihat ilalang dan rerumputan seperti di Afrika. Tapi jika saat musim hujan Padang Savana akan ditumbuhi rerumputah hijau yang indah. Jadi saya menyarankan setelah menaiki Gunung Bromo kalian harus ke Padang Savana.

Spot yang keempat adalah Pasir Berbisik. Pasir Berbisik adalah hamparan padang pasir yang seutuhnya adalah pasir yang halus. Konon katanya saat ada hembusa angin, Padang Pasir ini mengeluarkan suara seperti berbisik kepada kita. Gesekan antar angin dan pasir seperti suara orang yang berbisik kepada kita. Padang Pasir Berbisik juga sebagai spot favorit wisatawan untuk berfoto. Yang harus waspadai adalah kamu harus membelakangi hembusan angin karena angin akan membawa pasir yang bisa mengenai matamu. Disana kita bisa bersantai karena banyak orang-orang pedagang yang berjualan disana.

Spot yang kelima adalah Pura Luhur Poten. Pura Luhur Poten adalah pura yang terletak dikaki Gunung Bromo, Pura ini sebagai bersembayang atau berdoa suku tengger yang beragama Hindu. Suku Tengger adalah suku yang tinggal disekitaran Gunung Bromo, Jawa Timur. Orang-orang suku Tengger dikenal taat dengan aturan dan agama Hindu. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari Majapahit. Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger, yaitu “Teng” akhiran nama Roro An-“teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-“ger”.Perasaan sebagai satu saudara dan satu keturunan Roro Anteng-Joko Seger itulah yang menyebabkan suku Tengger tidak menerapkan sistem kasta dalam kehidupan sehari-hari. Jadi Pura ini adalah spot tujuan terakhir kita.

Tips BerwisataAkses Transportasi
Rute ke Gunung Bromo dari Surabaya

Akses paling mudah adalah melalui kota besar Seperti Surabaya, jika Dolaners berasal dari Jakartaataupun Bandung atau dimana saja Dolaners berada, bisa menuju kota Surabaya terlebih dahulu dengan mengunakan Pesawat / Kereta Api / Bus. Setelah Dolaners sampai di Surabaya, carilah terminal Purbaya, namun orang surabaya lebih suka menyebutnya dengan nama Terminal Bungurasih dan mencari bus yang mengarah ke kota Probolinggo. Nah sesampainya di Cemoro Lawang untuk menuju lokasi hamparan pasir kaki bromo bila jalan kaki masih tetap seputar 3 hingga 4 km dengan medan jalan menanjak. Bila tidak ingin lelah dapat sewa mobil jeep hartop.

Rute Gunung Bromo dari Malang

Malang merupakan kota terbesar ke dua di propinsi Jawa Timur, selain dari kota Surabaya, Dolaners juga dapat mengaksesnya dari kota Malang. Dengan rute bus Malang – Pasuruan – Probolinggo. Nah sesampainya di Cemoro Lawang untuk menuju lokasi hamparan pasir kaki bromo bila jalan kaki masih tetap seputar 3 hingga 4 km dengan medan jalan menanjak. Bila tidak ingin lelah dapat sewa mobil jeep hartop.

Bagi Dolaners yang ingin berlibur ke Taman Wisata Bromo tidak perlu khawair, karena selain bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua, roda empat atau lebih, juga telah tersedia transportasi umum yang siap mengantarkan Dolaners hingga di gerbang utama kawasan Taman Nasional Gunung Bromo ini.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link