Jalan Malioboro

2137 views

Tempat menarik ala Jogja ini sukses menarik minat para pengunjung untuk berpartisipasi singgah. Suasana hening, dan romantis pada malam hari menjadikan tempat wisata jalan Malioboro di buru oleh para Dolaners.

Jalan Malioboro

Photo by wikipedia.org

Dengan panjang jalan 2,5 km yang terbentang dari Tugu Yogyakarta hingga Kantor Pos Yogyakarta menjadikan area wisata ini tidak pernah sepi pengunjung. Jalan Malioboro yang berdekatan dengan keraton ini disebut sebagai salah satu titik garis imajiner yang mampu menghubungkan antara Pantai Parangtritis, Keraton Jogja dan Gunung Merapi. Dulunya, Jalan Malioboro adalah hanya jalan sepi yang terdapat pepohonan asam di tepi jalannya. Hanya sebagai akses jalan untuk di lewati ketika hendak pergi ke keraton, Benteng Vredeburg maupun ke Pasar Berinhardjo. Nama Malioboro sendiri memiliki dua versi yang berbeda, versi pertama dikatakan nama ini berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti “karangan bunga”, dikarenakan dulunya setiap kali ada acara hajatan di keraton, jalan Malioboro selalu di penuhi oleh karangan bunga, versi kedua, disebut-sebut berasal dari nama bangsawan Inggris bernama Marlborough yang menetap di Yogyakarta sekitar tahun 1881-1816.

 

Jalan Malioboro Yogyakarta merupakan pusat oleh-oleh kas Jogja yang sukses menarik minat para wisatawan asing maupun domestik. Menawarkan aneka cinderamata berupa; kaos, batik, blangkon khas Jogja, kerajinan tangan hingga jajanan khas berupa bakpia patok dan kembang gula pun ada disini. Bagi Dolaners yang ingin berkeliling jalan Malioboro tanpa harus berjalan kaki, bisa memilih alternatif becak yang sudah berjajar di pinggir jalan. Biaya yang di tawarkan pun terjangkau, dengan bantuan becak Dolaners akan di suguhkan pemandagan klasik malam hari khas Yogyakarta. Namun, jika Dolaners tidak begitu menyukai becak, Dolaners bisa memilih alternatif lain, yakni delman. Kendaraan umum yang ditawarkan di Jalan Malioboro Yogyakarta masih tradisional, jadi nuansa kental kota Jogja akan sangat terasa sekali.

Dolaners dapat berkunjung pada siang hari maupun malam hari. Namun, akan lebih ramai dan terasa nuansa-nya apabila kesini pada malam hari, menawarkan beberapa atraksi keindahan di sepanjang Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta.


AKTIFITAS

Kuliner
Untuk kuliner, di tempat wisata Jalan Malioboro Yogyakarta ini terdapat deretan pedagang kaki lima yang menawarkan sajian sederhana namun nikmat. Jangan lupa mencicipi nasi gudeg yang sudah menjadi kuliner wajib coba di Yogyakarta. Untuk minuman, nikmati es dawet yang menawarkan rasa legit gula merah dipadu kental dan gurihnya santan kelapa. Beberapa tempat makan juga bisa Dolaners temukan, seperti Bakmi Mbah Mo, Bebek Peking Oye, Execelso Cafe, Kedai Kopi Mataram, Hani’s Bakery and Resto, Legian Garden Restaurant, Batik Resto, Oxen Free Cafe, Jogja Kopitiam dan masih banyak lagi.
Kegiatan

Selain meikmati aneka kuliner yang ada di kawasan Jalan Malioboro ini sembari mendengarkan suguhan musik yang selalu terdengar, Dolaners juga bisa berkeliling kawasan ini. Tak hanya itu saja Dolaners juga bisa mengunjungi tempat wisata yang ada di sekitar Jalan Malioboro ini, yakni :

  • Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan pusat budaya dan pemerintahan di Provinsi DI Yogyakarta. Keraton menjadi kerajaan sekaligus tempat tinggal keluarga Sri Sultan. Keraton dibangun dengan perhitungan yang luar biasa matang. Setiap tata letak dan detil dari bangunannya diatur sesuai falsafah budaya Jawa. Tak hanya menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal sultan beserta keluarganya, keraton juga menjadi salah satu tempat wisata budaya di Yogyakarta. Keraton dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 08.30 – 12.30. Untuk hari Jum’at dan Sabtu, keraton tutup lebih awal, yaitu pada pukul 11.00.

  • Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg merupakan sebuah museum sekaligus tempat wisata yang berada di Jalan Malioboro. Layaknya sebuah museum, di dalam benteng terdapat koleksi berbagai benda peninggalan masa perjuangan. Selain itu, terdapat ruang pemutaran film perjuangan dan diorama yang menggambarkan keadaan Indonesia pada zaman penjajahan. Benteng Vredeburg buka setiap hari dengan jam buka, Selasa – Jum’at mulai pukul 08.00 – 16.00, dan Sabtu – Minggu mulai pukul 08.00 – 17.00. Tempat wisata ini tutup setiap hari Senin.

  • Pasar Beringhardjo

Pasar Beringhardjo adalah salah satu pasar tradisional sekaligus tempat wisata di Yogyakarta yang ramai dikunjungi wisatawan. Di sini, Dolaners bisa menemukan batik dengan beragam motif, kerajinan tangan, jajanan, aksesoris sampai rempah-rempah sebagai bahan dasar pembuatan jamu tradisional.

  • Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Daerah Ketandan yang berada di sekitar Jalan Malioboro merupakan sebuah daerah pecinan di Yogyakarta. Keberadaan etnis Tionghoa tak dapat dipisahkan dari sejarah dan perkembangan kota ini. Salah satu wujud eksistensi etnis Tionghoa di Yogyakarta adalah dengan diselenggarakannya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta sebagai bagian dari perayaan Hari Imlek setiap tahunnya. Acara ini bertempat di sepanjang Jalan Malioboro dan sekitarnya. Beberapa kegiatannya antara lain karnaval barongsai, bazaar kuliner, pameran budaya, panggung hiburan dan juga lomba karaoke lagu mandarin.

Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses menuju ke kawasan Jalan Malioboro ini cukup mudah, yakni jika Dolaners menggunakan kendaraan pribadi dari Tugu Jogja, cukup terus menuju ke Selatan. Agar lebih mudah Dolaners bisa menanyakan ke penduduk local. Hampir semua orang tahu Malioboro dan dengan ramah akan menunjukan arahnya untuk Dolaners.
Jika Dolaners menggunakan transportasi umum, bisa menggunakan bus kota atau Trans Jogja. Untuk bus kota, Dolaners bisa memilih jalur 2, 4, 9, 12, 15 atau menggunakan Trans Jogja dengan rute melewati kawasan Malioboro.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link