Jemparingan Siliran

258 views

Dolaners sudah seru-seruan ngapain aja di Yogyakarta? Sudah menjelajah bukit-bukitnya? Sungai-sungainya? Atau pantainya yang eksotis dengan topografi berbeda-beda? Tak harus keluar kota, ternyata Dolaners masih bisa seru-seruan di dalam Kota Yogyakarta. Bukan sekedar jalan-jalan keliling pusat-pusat perbelanjaannya, tapi beneran seru karena Dolaners bisa belajar mengolah rasa dengan panahan tradisional Jawa Mataram, yaitu jemparingan. Salah satunya, di Sasana Siliran.

Jemparingan Siliran, Jemparingan Siliran Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo via juwardi_605

Yogyakarta tak kalah hits dalam olahraga panahan. Namun tak sekedar menyebutnya olahraga, panahan juga disebut sebagai seni budaya menurut Jemparingan Siliran. Memang beda dari olahraga panahan sih, Dolaners. Warga Yogyakarta menyebut keterampilan memanah ini dengan istilah jemparingan.

Jemparingan merupakan seni memanah tradisional yang khas menggunakan gaya Mataraman. Jadi lebih dari sekedar olahraga, semangat warga Yogyakarta untuk belajar dan meningkatkan keterampilan memanahnya berakar dari keinginan untuk melestarikan budaya tradisional warisan leluhur. Karenanya, tak heran bila jemparingan Mataram memiliki aturan dan tata cara yang berbeda dari olahraga panahan modern.

Misalnya saja, saat berada di lapangan jemparingan, Dolaners takkan cuma mengasah keterampilan memanah, tapi juga mengenali benda-benda tradisional Jawa. Mungkin Dolaners sudah kenal dengan yang namanya busur atau anak panah. Namun ternyata Bahasa Jawa punya nama unik untuk setiap detail perlengkapan memanah ini. Misalnya saja, gandewa atau busur yang tersusun dari cengkolak, lak, dan kedeng. Mau tahu arti setiap nama ini? Dolaners bisa langsung ke Jemparingan Siliran, atau bahkan bergabung dengan Guyub Jemparing Siliran, komunitas panahan di Kampung Siliran. Bila Dolaners bukan anggota, dan hanya berwisata ke Jemparing Siliran, diperlukan perijinan untuk memasuki area panahan ini. Dolaners perlu menyampaikan surat permohonan atau pemberitahuan yang ditujukan kepada Ketua RW 04 Siliran dan tembusan surat kepada Sekretariat Guyup Jemparing Siliran.

Meskipun terkesan agak ribet, mampir dolan ke Jemparing Siliran akan jadi pengalaman berharga, khususnya Dolaners yang menggeluti keterampilan memanah. Bertahan dengan budayanya, jemparingan dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alam, baik dari kayu maupun bambu. Tak ada alat bantu seperti yang biasa Dolaners dapati pada busur modern, seperti release, alat pengukur angin, dan pembidik. Memanah dikerjakan secara manual, cuma dengan mengarahkan anak panah dan membidik sasaran melalui ujung atau mata anak panah. Sasaran jemparingan sebenarnya bukan target lingkaran seperti pada olahraga panahan, tetapi sebuah bandulan atau bedor, atau disebut juga dengan wong-wongan. Bentuk sasaran ini berupa bandul silinder putih, berukuran panjang 30 – 33 cm dengan diameter 3 – 3,5 cm, yang diikat dengan tali. Cukup menantang, bukan? Oh, belum, Dolaners. Tak selesai sampai sini, posisi pemanah harus dalam keadaan duduk dan mengenakan pakaian adat Jawa. Nah, seru, kan?


AKTIVITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Selain Jemparing Siliran, Dolaners bisa berwisata ke tempat latihan panahan lain di Yogyakarta, seperti Jemparingan Klaten, Jemparingan Wonogiri, Jemparingan Wonogiren, Jemparingan langenastro, Jemparingan Pakualaman, dan lain-lain.
Lokasi Jemparingan Siliran dekat dengan Pojok Benteng Wetan. Bila dari arah Alun Alun Kidul, Dolaners jalan kaki saja lurus ke arah timur di Jalan Langenastran Kidul sampai bertemu Jalan Madyosuro. Atau, bisa juga Dolaners belok kanan masuk di Jalan Gamelan. Kedua jalan ini dihubungkan oleh Jalan Siliran Lor.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link