Kampoeng Lawas Maspati Surabaya

1194 views

Dolaners hobi fotografi? Suka bangunan-bangunan tempo doeloe buat sasaran kameramu? Di Surabaya ada satu kampung yang penuh dengan rumah-rumah bergaya klasik. Yuk, kunjungi Kampoeng Klasik Maspati Surabaya yang berada di kawasan Bubutan.

kampoeng lawas maspati surabaya, kampoeng lawas, kampoeng lawas maspati, tempo doeloe, fotografi, dolan dolen, dolaners

photo by hamid

Sebenarnya, reputasi Kampoeng Lawas Maspati Surabaya dikalangan pecinta fotografi tak bisa disebut sepi-sepi banget. Semangat warga untuk membenahi dan meramaikan lingkungan Maspati telah melahirkan event-event seru, salah satunya adalah festival fotografi. Meskipun belum dilakukan secara rutin, festival fotografi membuktikan bahwa Kampoeng Lawas Maspati Surabaya memang layak diapresiasi dari lensa kamera. Saat Dolaners menyusuri jalan-jalan sempit di Kampoeng Lawas Maspati Surabaya, akan terasa waktu seakan terhenti di kawasan ini. Banyak rumah-rumah dengan gaya arsitektur sejak jaman penjajahan Belanda yang masih terjaga bentuk aslinya. Tentu sudah ada perbaikan disana-sini oleh penghuninya, sehingga orsinalitas bangunan tidak bisa dipastikan. Akan tetapi, kesadaran warga Kampoeng Lawas Maspati Surabaya untuk menjaga warisan leluhur sangat terasa dengan tidak berubahnya gaya arsitektur asli rumah-rumah ini. Salah satu bangunan tempo doele di Kampoeng Lawas Maspati Surabaya ini adalah bekas sekolah jaman Belanda Ongko Loro, atau sekolah desa.

Konon katanya, Kampoeng Lawas Maspati Surabaya bahkan berusia lebih tua dari jaman penjajahan Belanda, yakni jauh mundur kejaman Kerajaan Mataram. Barangkali diperlukan ekskavasi untuk membuktikannya, tapi cerita yang beredar menyatakan bahwa ada istal atau kandang kuda kerajaan di Kampoeng Lawas Maspati Surabaya. Meskipun demikian, ada saksi bisu yang berasal dari jaman Mataram ini, yaitu suatu rumah yang dahulunya menjadi kediaman ndoro mantri. Siapa ndoro mantri ini? Beliau adalah Raden Soemomihardjo, seorang pembesar Keraton Surakarta. Ndoro mantri adalah julukan warga Kampoeng Lawas Maspati Surabaya kepada tokoh pembesar kerajaan ini. Dua bangunan tempo doeloe ini hanya beberapa saja dari sekian rumah di Kampoeng Lawas Maspati Surabaya. Meskipun tak bisa ditelusuri satu demi satu, setiap rumah di kawasan Maspati ini jelas dibangun jauh pada jaman Dolaners belum lahir. Pasti bisa jadi objek fotografi yang menarik buat Dolaners.

Misalnya, bangunan yang dulunya adalah pabrik roti Haji Iskak. Bangunan tempo doeloe ini berubah fungsi menjadi dapur umum saat pertempuran 10 November. Nah, Dolaners bisa bawa kamera ke Kampoeng Lawas Maspati Surabaya, tanya di mana lokasi Losmen Asti, trus langsung deh, ambil gambar-gambar detail unik atau tegel antik bangunan tempoe doele ini. Meskipun telah berfungsi menjadi losmen sejak 1958, bangunan bersejarah bagi kota Surabaya ini masih terjaga keunikannya sebagai bangunan lawas.Terjaganya bangunan-bangunan tempo doeloe di Kampoeng Lawas Maspati Surabaya menjadikan wilayah ini cagar budaya yang bisa jadi jujugan wisata. Nah, kenapa Dolaners gak sekalian meramaikan suasana kampung lawas ini? Dan, jangan lupa bawa serta kameramu!


AKTIVITAS

Kuliner
Kampoeng Lawas Maspati Surabaya menyuguhkan beragam industri kuliner yang khas loh, Dolaners. Ada manisan dan sirup belimbing wuluh, sirup markisa, manisan lidah buaya, manisan pepaya, manisan tomat, sirup asam jawa markisa, bahkan susu kambing, dan lain-lain. Soal mengudap, beli saja perut ayam, kucur, arum manis, klanting, rangin, semanggu, dan jajanan-jajanan tempo doeloe yang gak bakalan dijumpai di tempat lain. Mungkin persediaan makanan dan minuman ini tak selalu ada, tapi Dolaners masih bisa menikmati lontong balap, tahu campur, nasi jagung, tahu tek, atau lontong kupang langsung di rumah-rumah warga Maspati.
Akomodasi
Tarif masuk wisatawan lokal: Rp. 5.000,-
Tarif masuk wisatawan mancanegara: Rp. 10.000,-
Tarif masuk rombongan: Rp. 2.000.000,-
Kegiatan
Dolaners akan dipandu guide untuk keliling Kampoeng Lawas Maspati Surabaya sambil belajar tentang sejarah yang tersimpan di wilayah Maspati. Dolaners juga akan diajari memainkan permainan-permainan tradisional.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Gunakan waktumu dengan tenang di Kampoeng Lawas Maspati Surabaya. Tak perlu buru-buru dan nikmati setiap jengkalnya. Karena wilayah ini termasuk cagar budaya, jangan melakukan vandalisme atau buang sampah sembarangan ya, Dolaners.
Kalau menggunakan kereta api, Dolaners tinggal turun di Stasiun Gubeng. Masih diperlukan waktu setengah jam lebih untuk sampai di Kampoeng Lawas Maspati Surabaya.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link