Kampung Kauman

4473 views

Kampung Kauman adalah kampung yang memiliki nilai-nilai sejarah perjuangan Islam yang dibawa oleh tokoh legendaris yaitu K.H. Ahmad Dahlan. Ketika mengambil arah ke barat dari persimpangan ujung Jalan Malioboro menuju jalan K.H. Ahmad Dahlan, akan dijumpai sebuah jalan ke arah selatan yang ditandai dengan gapura bertuliskan Kauman, itulah gerbang masuk Kampung Kauman.

Kampung Kauman Cover

Photo by leamoslo.wordpress.com

Kampung ini terletak di sebelah barat alun-alun utara Yogyakarta. Saat memasuki kawasan ini Dolaners tidak diperkenankan menaiki kendaraan. Harus berjalan kaki saat menyusuri gang-gang kampung kauman di Yogyakarta. Kampung Kauman memiliki banyak keunikan bangunan rumah dengan ragam desain bangunan. Rumah-rumah di kampung ini mempunyai ciri unik seperti pintu, jendela, dan ruangan besar, serta ventilasi berhiaskan kawa warna gaya Eropa. Saat Dolaners berada di ujung gang kampung ini, maka akan dijumpai sebuah monumen bertuliskan Syuhada bin Fisabilillah. Monumen ini dibangun sebagai tanda untuk mengenang jasa warga Kauman yang telah mati syahid dalam pertempuran memperjuangkan kemerdekaan.

Dahulu kampung ini adalah tempat yang diperuntukkan bagi sembilan ketib atau penghulu yang mendapat tugas dari pihak keraton untuk mengurusi masalah keagamaan. Kampung Kauman merupakan tempat berdirinya pergerakan Islam Muhammadiyah yang dipelopori oleh K.H. Ahmad Dahlan. Beliau adalah tokoh yang berjuang memperbaiki kondisi mayarakat yang saat itu masih menganut kepercayaan pada hal-hal mistik. Beliau adalah tokoh yang telah menyempurnakan kiblat sholat 24 derajat ke arah Masjidil Haram di Mekah.

Di Kampung kauman, Dolaners akan menjumpai sebuah sekolah lanjutan yang memiliki nilai sejarah tentang perkembangan Islam Muhammadiyah. Sekolah ini telah ada sejak tahun 1919 dengan nama awalnya Hooge School Muhammadiyah dan pernah berubah nama menjadi Kweek School. Hingga saat ini sekolah ini tetap digunakan sebagai sarana belajar, namun dengan gedung terpisah dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Dolaners juga akan menemukan kemenarikan lain, ada sebuah bangunan ibadah yang sangat tua di Kampung Kauman yaitu Masjid Agung Kauman. Arsitektur masjid ini memiliki corak kental Jawa terdiri atas bangunan inti, serambi, dan halaman masjid. Masjid ini merupakan masjid pusat milik keraton.

Dari berbagai bangunan yang ada dalam kawasan Kampung Kauman merupakan peninggalan bersejarah sebagai pusat pergerakan dan berkembangnya Muhammadiyah di Yogyakarta. Sehingga dengan berkunjung ke sana akan menambah wawasan Dolaners mengenai perkembangan Islam dan perjuangan sosok K.H. Ahman Dahlan.


AKTIFITAS

Kuliner
Bagi Dolaners yang ingin mengunjungi Kampung Kauman yang berada di sebelah tenggara kota Jogjakarta ini tidak perlu khawatir untuk kelaparan karena di kawasan ini juga banyak sekali terdapat aneka tempat kuliner yang menarik dan selalu ramai dikunjungi setiap harinya. Mulai dari angkringan hingga restaurant semua ada disini. Salah satu tempat makan terfavorit dan yang selalu ramai setiap harinya adalah Rumah Makan Oseng Mercon Bu Narti.
Kegiatan

Selain bisa melihat nama-nama pejuang kemerdekaan yang meninggal pada masa perang, disini Dolaners juga bisa menemui salah satu pejuang yang kini masih hidup. Satu diantaranya adalah H. Dauzan Farook yang tinggal tak jauh dari pintu keluar kampung Kauman. Di rumah Dauzan, Dolaners juga akan mengetahui bahwa sampai kini pun ia masih berjuang. Ia mendirikan sebuah perpustakaan yang dikelola mandiri bernama Perpustakaan Mabulir.

Bangunan paling dikenal yang termasuk dalam kompleks Kampung Kauman adalah Masjid Agung. Masjid yang menjadi masjid pusat di wilayah Kesultanan itu didirikan sejak 16 tahun setelah berdirinya Kraton Yogyakarta. Arsitektur masjid yang sepenuhnya bercorak Jawa dirancang oleh Tumenggung Wiryakusuma.

Namun, jika belum puas berkelana, masih ada satu tempat lagi yang bisa dijajaki, yaitu Langgar Ahmad Dahlan. Dahulu, bangunan itu digunakan K.H. Ahmad Dahlan untuk mengadakan acara Sidratul Muntaha, sebuah pelajaran mengaji dan berdakwah. Langgar lain yang cukup legendaris adalah Langgar Putri Ar Rosyad yang merupakan langgar putri pertama di Indonesia.

Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses jalan menuju ke Kampung Kauman ini cukup mudah yakni dari Malioboro berbelok kekanan menuju ke barat melewati Jalan K.H Dahan, selanjutnya di selatan jalan setelah RS PKU Muhammadiyah wisatawan akan menemukan gapura Kauman.
Akses menuju Kampung Kauman sangat mudah dilakukan baik dengan kendaraan pribadi maupun dengan kendaraan umum. Dolaners bisa menggunakan bus Transjogja trayek 1B / 2B /3A yang akan mengantarkan Dolaners ke Kampung Kauman.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link