Kediaman Pangeran Haryo Bintoro Di Bintaran

1849 views

Siapa bilang menikmati keindahan budaya dan juga mengorek sejarah masalalu hanya dapat dlakukan melalui museum. Belajar budaya dan sejarah juga dapat dilakukan melalui aktifitas menyenangkan seperti, berjalan jalan di sekitar kediaman pangeran Haryo Bintoro di Bintaran.

Kediaman Pangeran Haryo Bintoro Di Bintaran Cover

Photo by familyvillayogya.com

Kediaman Pangeran Haryo Bintoro di Bintaran atau yang sering disebut sebagai ndalem mandara giri dulunya adalah tempat tinggal petinggi keraton Ngayogyakarta. Pangeran Haryo Bintoro sendiri merupakan trah keraton Ngayogyakarta Hadi Diningrat. Kini bangunan ini termasuk dalam bagian sejarah terbentuknya indisch, yaitu komplek peradaban Belanda pada zaman dahulu.

Dulu hanya ada satu bangunan daerah ini, yaitu kediaman Pangeran Haryo Bintoro di Bintaran. Namun karena lojik telah dinilai tak lagi layak huni, belanda kemudian membangun sebuah peradaban di sekitar kediaman Pangeran haryo Bintoro di Bintaran dengan nama Indisch. Kediaman Pangeran Haryo Bintoro atau Mandara Giri Bangun adalah mewah dengan nilai sejarah serta akulturasi budaya Jawa dengan Belanda. Perpaduan ini menghasilkan sebuah bangunan mewah namun masih terdapat sentuhan tradisional sehingga menghasilkan arsitektural unik dan cocok bagi Dolaners pecinta seni, sejarah, sekaligus budaya.

Arsitektural Jawa pada bangunan ini dapat ditemukan pada pendopo yang teletak di depan mandara giri bangun. Arsitektur Jawa yang sangat kental dapat dilihat pada desing serta bahan pendopo yang sengaja didatangkan dari Demak. Ukuran pendopo yang cukup luas dan juga nuansa jawa yang kental, membuat pendopo ini sering dijadikan sebagai lokasi pameran keris.Sedangkan arsitektural belanda dapat dilihat pada ruangan yang lebar serta dinding yang tinggi. Ukuran pintu dan jendela yang besar serta memilki dua daun semakin menimbulkan kesan arsitektural Belanda yang kuat pada Mandara Giri Bangun.

Setelah ditingalkan oleh Pangeran Haryo Bintoro, Mandara Giri Bangun sempat ditinggilali oleh penerus trah keraton lainnya. Namun saat ini hal itu tak lagi berlanjut. Setelah bangunan Mandara Giri Bangun tak lagi difungsikan sebagai tempat tinggal keturunan keraton, bangunan ini diambil alih oleh pemerintah dan dijadikan sebagai kantor karta pustaka, yaitu sebuah lembaga Indonesia Belanda.

Selain mempelajari budaya serta sejarah, di kediaman Pangeran Haryo Bintoro di Bintaran ini, anda dapat menikmati bangunan kuno nan klasik peninggalan sejarah Indonesia jaman.


AKTIFITAS

Kuliner
Bagi Dolaners yang ingin mengunjungi Kediaman Pangeran Haryo Bintoro di Bintaran ini tidak perlu khawatir untuk kelaparan karena di kawasan ini juga banyak sekali terdapat aneka tempat kuliner yang menarik dan selalu ramai dikunjungi setiap harinya. Mulai dari angkringan hingga restaurant semua ada disini. Salah satu tempat makan terfavorit dan yang selalu ramai setiap harinya adalah Warung Bakmi Kadin.
Kegiatan
Kawasan Bintaran berkembang seiring laju jaman. Bermula dari wilayah kediaman Pangeran Haryo Bintoro pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono, kawasan ini berkembang menjadi area pemukiman Indische pada tahun 1930an. Di sini Dolaners akan menemukan aneka bangunana dengan gaya Belanda. Bagi Dolaners yang memiliki hoby fotografi kawasan Bintaran sangat wajib untuk dikunjungi. Tidak hanya itu saja, di sini juga terdapat sebuah gereja megah bernama Gereja Santo Yusuf yang masih digunakan untuk ibadah hingga saat ini. Berada di kawasan Bintaran seperti sedang berada di Negara bagian barat.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Kawasan Indische yang dahulu merupakan kediaman Pangeran Haryo Bintoro ini cukup mudah dijangkau dan bisa ditempuh dari Jl Sultan Agung, perempatan Bioskop Permata ke selatan kurang lebih 200 meter. Dolaners yang menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung menuju ke lokasi Gereja. Sedangkan untuk yang menggunakan kendaraan umum seperti Bus kota, Dolaners hanya diturunkan di tepi jalan Sultan Agung dan dilanjutkan dengan jalan kaki kearah selatan.
Untuk menuju ke Kediaman Pangeran Haryo Bintoro di Kawasan Bintaran ini Dolaners bisa menggunakan transportasi pribadi maupun umum. Jika Dolaners menggunakan transportasi umum yakni menggunakan bus kota dengan jalur 4, 6, 12, 16, turun di perempatan Permata kemudian jalan kaki kurang lebih 200 meter.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link