Keraton Yogyakarta

697 views

Bangunan nan kokoh megah berpadu alunan music yang dinyanyikan oleh para sinden yang diiringi gamelan dan alat music tradisional lain di Keraton Yogyakarta menambah suasana Jawa nan sakral. Kebudayaan yang dijaga dengan sepenuh hati hingga bisa dinikmati oleh orang seantero dunia seakan tidak rela jika kebudayaan yang layak dilestarikan tersebut luntur ditelan jaman.

Keraton Yogyakarta

Photo by wikimedia.org

Nuansa etnik jawa yang kental begitu terasa ketika hendak memasuki bangunan yang megah diatas hamparan tanah yang luas. Keraton Yogyakarta yang berada di pusat antara Laut Kidul dan Gunung Merapi ini begitu menggambarkan keindahan budaya dan arsitektur Jawa nan bersejarah. Tempat yang berlokasi di kota Gudeg tersebut menyimpan berbagai keunikan sejarah yang unik dan menarik yakni hasil budaya, kesenian, bentuk rumah adat jawa, dan pakaian adat yang begitu memikat.

Bangunan yang dahulu sebagai saksi bisu pemerintahan Sultan tersebut kini bisa Dolaners dapatkan ketika memasuki Keraton Yogyakarta. Tarian khas yang mengandung cerita Ramayana yang membabat tanah Jawa ini begitu anggun dipentaskan oleh penari handal yang mampu menghipnotis setiap mata para wisatawan untuk menyimaknya hingga usai. Iringan music gamelan dipadu lantunan bait lagu para waranggono dan sinden mengalun dengan indah ditelinga siapapun disekelilingnya.

Sehingga tidak heran jika orang Jawa yang terkenal akan keramahannya karena hal ini salah satunya tercermin dari penampilan abdi dalem yang sederhana baik dari pakaian, tutur bahasanya, dan bahasa tubuhnya yang seringkali menundukkan pandangan. Dolaners bisa menikmati tarian yang kesempurnaan gerakan dan alunan musiknya tersebut di sebuah tempat yang menyerupai Pendopo yang bisa dinikmati dari berbagai sudut Keraton Yogyakarta.

Saat Dolaners memasuki area Keraton Yogyakarta, taman istana dengan hamparan tanah hijau akan berhasil menggait hati Dolaners untuk menyimak setiap sisinya. Tempat yang diberi nama kedaton ini dahulu merupakan tempat berkumpulnya Raja beserta para pemangku Keraton. Bangunan Joglo yang khas berhias ornament Arab dan Jawa yang menyulap pilar dan tembok dengan hijaunya tumbuhan membuat suasana lebih menarik, sejuk dan sacral dengan nuansa Jawanya. Pilar dengan jumlah yang tidak sedikit turut mencuatkan kokohnya bangunan tempat raja yang menguasai Yogyakarta pada jaman kejayaannya dahulu hingga kini.


AKTIFITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Keraton Yogyakarta Hadiningrat berada tepat di sebelah selatan Alun-alun Utara kota Yogyakarta atau hanya berjarak kurang lebih 50 meter dari Jalan Malioboro atau yang kini telah resmi berganti nama menjadi jalan Margo Mulyo. Jadi jika Dolaners menggunakan kereta api, silahkan turun di stasiun Tugu lalu berjalan lurus ke arah selatan melewati perempatan Jalan Malioboro sampai bertemu dengan lapangan luas yang tidak lain adalah Alun-alun Utara. Jadi jika Dolaners berkunjung ke Maliboro, pastikan mampir juga untuk menapak tilas sejarah Keraton Yogyakarta.
Jika Dolaners berkunjung ke Keraton Yogyakarta menggunakan kendaraan umu, maka Dolaners harus Nnaik bus engkle jurusan Jogja – Tempel. Turun di perempatan Wirobrajan (jl HOS Cokroaminoto) kemudian menyeberang dan ganti dengan naik Bus ASPADA jalur 12 lalu turun di Perempata Kantor Pos. Kemudian menyeberang dan berjalan kurang lebih 50 meter.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link