Keraton Yogyakarta

1121 views

Bangunan nan kokoh megah berpadu alunan music yang dinyanyikan oleh para sinden yang diiringi gamelan dan alat music tradisional lain di Keraton Yogyakarta menambah suasana Jawa nan sakral. Kebudayaan yang dijaga dengan sepenuh hati hingga bisa dinikmati oleh orang seantero dunia seakan tidak rela jika kebudayaan yang layak dilestarikan tersebut luntur ditelan jaman.

Keraton Yogyakarta

Photo by wikimedia.org

Nuansa etnik jawa yang kental begitu terasa ketika hendak memasuki bangunan yang megah diatas hamparan tanah yang luas. Keraton Yogyakarta yang berada di pusat antara Laut Kidul dan Gunung Merapi ini begitu menggambarkan keindahan budaya dan arsitektur Jawa nan bersejarah. Tempat yang berlokasi di kota Gudeg tersebut menyimpan berbagai keunikan sejarah yang unik dan menarik yakni hasil budaya, kesenian, bentuk rumah adat jawa, dan pakaian adat yang begitu memikat.

Bangunan yang dahulu sebagai saksi bisu pemerintahan Sultan tersebut kini bisa Dolaners dapatkan ketika memasuki Keraton Yogyakarta. Tarian khas yang mengandung cerita Ramayana yang membabat tanah Jawa ini begitu anggun dipentaskan oleh penari handal yang mampu menghipnotis setiap mata para wisatawan untuk menyimaknya hingga usai. Iringan music gamelan dipadu lantunan bait lagu para waranggono dan sinden mengalun dengan indah ditelinga siapapun disekelilingnya.

Sehingga tidak heran jika orang Jawa yang terkenal akan keramahannya karena hal ini salah satunya tercermin dari penampilan abdi dalem yang sederhana baik dari pakaian, tutur bahasanya, dan bahasa tubuhnya yang seringkali menundukkan pandangan. Dolaners bisa menikmati tarian yang kesempurnaan gerakan dan alunan musiknya tersebut di sebuah tempat yang menyerupai Pendopo yang bisa dinikmati dari berbagai sudut Keraton Yogyakarta.

Saat Dolaners memasuki area Keraton Yogyakarta, taman istana dengan hamparan tanah hijau akan berhasil menggait hati Dolaners untuk menyimak setiap sisinya. Tempat yang diberi nama kedaton ini dahulu merupakan tempat berkumpulnya Raja beserta para pemangku Keraton. Bangunan Joglo yang khas berhias ornament Arab dan Jawa yang menyulap pilar dan tembok dengan hijaunya tumbuhan membuat suasana lebih menarik, sejuk dan sacral dengan nuansa Jawanya. Pilar dengan jumlah yang tidak sedikit turut mencuatkan kokohnya bangunan tempat raja yang menguasai Yogyakarta pada jaman kejayaannya dahulu hingga kini.


AKTIFITAS

Kuliner
Bagi Dolaners yang ingin berlibur ke Keraton Yogyakarta tidak perlu khawatir dan repot membawa bekal dari rumah karena di dalam area bermain ini sudah tersedia banyak warung makan yang menyediakan beragam pilihan kuliner, dari mulai yang hanya sekedar jajanan cemilan ringan, makanan berat hingga beragam pilihan minumanpun tersedia disini. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Sedangkan untuk Dolaners yang ingin membawa buah tangan saat kembali dari berlibur, di Keraton Yogyakarta ini juga tersedia beragam kios yang menjajakan beragam pilihan oleh-oleh. Mulai dari beragam jenis souvenir, makanan ringan hingga beragam fashion yang berhubungan dengan batik dijajakan disini. Jika kuliner di dalama kawasan Keraton Yogyakarta belum memuaskan hasrat, Dolaners masih bisa menemukan kuliner lain yang bertebaran di sekitar kawasan rekreasi ini. Salah satu rumah makan yang cukup terkenal adalah Bale Raos. Rumah makan yang satu ini menghadirkan aneka hidangan makanan yang menggugah selera makan Dolaners. Dijamin Dolaners tidak akan kecewa dengan cita rasa maupun suasana yang dihadirkan di rumah makan yang satu ini.
Akomodasi
Biaya Tiket Masuk Wisatawan Lokal : Rp. 7.000,-
Biaya Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara : Rp. 12.500,-
Biaya Izin Membawa Kamera : Rp. 1.000,-
Kegiatan
Beragam kegiatan bisa Dolaners lakukan saat sedang berwisata ke Keraton Yogyakarta ini, yakni seperti :
  1. Wisata Sejarah.
    Melihat barang bersejarah koleksi keraton Yogyakarta dari dekat seperti kereta kencana para raja Yogyakarta pada zaman dahulu, koleksi lukisan, benda pusaka seperti keris, tombak dilengkapi dengan nama-namanya, perangkat musik seperti gamelan dan gong.
  2. Berfoto.
    Dolaners bisa puas berfoto dengan background benda-benda koleksi keraton Yogyakarta yang tentunya tidak bisa orang lain dapatkan di tempat lain. Namun untuk bisa mengambil foto di lingkungan keraton sepuasnya, Dolaners harus membayar tiket izin mengambil gambar seharga Rp.1000,-.
  3. Menyaksikan Pagelaran Seni.
    Selain bisa melihat langsung bagaimana para abdi dalem keraton Yogyakarta menyambut para pengunjung dengan busana adat Keraton Jogja, Dolaners juga bisa melihat pagelaran pentas seni yang digelar setiap hari untuk para wisatawan. Berikut jadwal pagelaran karya seni harian di Keraton Jogja :
    Senin dan Selasa : Musik gamelan (mulai jam 10.00 wib)
    Rabu : Wayang golek menak (mulai jam 10.00 wib)
    Kamis : Pertunjukan tari (mulai jam 10.00 wib)
    Jumat : Macapat (mulai jam 09.00 wib)
    Sabtu : Wayang kulit (mulai jam 09.30 wib)
    Minggu : Wayang orang & pertunjukan tari (mulai jam 09.30 wib)
Tips BerwisataAkses Transportasi
Keraton Yogyakarta Hadiningrat berada tepat di sebelah selatan Alun-alun Utara kota Yogyakarta atau hanya berjarak kurang lebih 50 meter dari Jalan Malioboro atau yang kini telah resmi berganti nama menjadi jalan Margo Mulyo. Jadi jika Dolaners menggunakan kereta api, silahkan turun di stasiun Tugu lalu berjalan lurus ke arah selatan melewati perempatan Jalan Malioboro sampai bertemu dengan lapangan luas yang tidak lain adalah Alun-alun Utara. Jadi jika Dolaners berkunjung ke Maliboro, pastikan mampir juga untuk menapak tilas sejarah Keraton Yogyakarta.
Jika Dolaners berkunjung ke Keraton Yogyakarta menggunakan kendaraan umu, maka Dolaners harus Nnaik bus engkle jurusan Jogja – Tempel. Turun di perempatan Wirobrajan (jl HOS Cokroaminoto) kemudian menyeberang dan ganti dengan naik Bus ASPADA jalur 12 lalu turun di Perempata Kantor Pos. Kemudian menyeberang dan berjalan kurang lebih 50 meter.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link