Masjid Sulthoni Kepatihan Yogyakarta

435 views

Siapa bilang semakin tua semakin tak menarik? Coba lihat sekeliling. Bangunan-bangunan tua di manapun lokasinya, selalu tampak eksotis dan memiliki daya tariknya yang eksklusif. Perawatan teratur adalah kuncinya. Demikianlah yang tampak pada Masjid Sulthoni yang terletak di Kepatihan Yogyakarta. Meskipun lokasinya tersembunyi dari jalan raya, fungsi dan arsitektur bangunan ini membuatnya istimewa.

Masjid Sulthoni Kepatihan, Masjid Sulthoni Kepatihan Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo via nandarenergy

Masjid Sulthoni Kepatihan terletak di dalam kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekedar tahu ya, Dolaners. Ada banyak Masjid Sulthoni di Yogyakarta, dan salah satunya adalah Masjid Kepatihan ini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini sekarang berstatus sebagai bangunan cagar budaya.

Meskipun sebagai bangunan cagar budaya, tak ada informasi tentang kapan Masjid Sulthoni Kepatihan dibangun. Namun diperkirakan masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Pada masa ini, dibangunlah empat masjid pada empat penjuru Keraton Yogyakarta, yang diyakini sebagai pathok negoro. Setelah keempat masjid tersebut berdiri, diperkirakan baru kemudian dibangun Masjid Sulthoni Kepatihan.

Masjid Sulthoni Kepatihan telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan demi kenyamanan ibadah. Namun setiap kali dilakukan perbaikan, arsitektur masjid yang khas Jawa tetap dipertahankan. Di bagian depan terdapat sebuah mihrab beratap lengkung yang cukup kontras dengan pilar-pilar tegap di seluruh area masjid. Masjid ini dilengkapi dengan serambi di bagian muka dan kedua sisi kanan kirinya. Kesan teduh terasa dari warna hijau tua yang diaplikasikan pada materi kayunya. Lantai, pilar, dan langit-langit yang berwarna putih memberi kesan bersih dan lapang.

Meskipun lokasinya tak berada di tepi jalan raya, yang memudahkannya terlihat dari luar, Masjid Sulthoni Kepatihan sering menjadi tujuan tempat ibadah bagi pada wisatawan yang sedang berada di kawasan Malioboro. Karena kawasan wisata belanja ini nyaris tak pernah sepi pengunjung, masjid di dalam kompleks Kantor Gubernuran atau Kepatihan ini juga tak pernah sepi saat tiba waktu ibadah.


AKTIVITAS

Kuliner
Karena dekat dengan kawasan Malioboro, Dolaners bisa berwisata kuliner di sepanjang ruas jalan yang populer ini. Tergantung suasana perut, Dolaners bisa kulineran dulu baru ke Masjid Sulthoni Kepatihan, atau ke masjid dulu baru makan dengan tenang tanpa buru-buru.
Akomodasi
Masjid Sulthoni Kepatihan terbuka untuk umum, tanpa biaya apapun.
Kegiatan
Bila tak beribadah di Masjid Sulthoni Kepatihan, Dolaners masih bisa menikmati keindahan arsitektur yang klasik dan unik. Penuh dengan detail ornamen Jawa dan tropis, masjid ini berbeda jauh dari masjid-masjid yang bergaya Timur Tengah. Dan justru kesan yang terasa saat Dolaners tiba di area masjid adalah damai dan sejuk. Tapi sebisa mungkin jangan dimanfaatkan untuk tidur-tiduran di sini ya, Dolaners. Meskipun banyak pengunjung yang pulas di lantai masjid, sebaiknya Dolaners istirahat di tempat lain saja.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Kantor Gubernur Yogyakarta tak hanya memiliki satu, melainkan dua bangunan cagar budaya di dalam kompleksnya. Disamping Masjid Sulthoni Kepatihan, Gedung Pracimosono juga dinobatkan menjadi bangunan cagar budaya. Dolaners berminat sekalian melihat-lihat? Untuk menuju area masjid, Dolaners harus melalui gerbang atau gapura Kantor Gubernur. Setelah melewati ruang-ruang kantor Gubernuran atau Kepatihan yang lain, diantaranya Ruang Pamer Kerajinan Yogyakarta dan Kantor Polisi Pamong Praja, Dolaners akan tiba di area Masjid Sulthoni Kepatihan. Lokasinya memang berada di dalam kompleks Kantor Gubernur, tapi masjid ini terbuka untuk umum. Dolaners cuma perlu bersikap sopan dan tenang, yang disebut unggah ungguh atau tata krama oleh orang Jawa, selama memasuki area perkantoran dan berada di Masjid Sulthoni Kepatihan.
Kalau mau ke Masjid Sulthoni Kepatihan, Dolaners harus sampai di Jalan Maioboro dulu. Naik saja Trans Jogja Trayek 1A, 2A, atau 3A. Turun di halte Trans Jogja yang paling dekat dengan Kantor Gubernuran, dan lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sedikit.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link