Monumen Jalesveva Jayamahe Surabaya

3772 views

Siapa yang tak kenal Surabaya sebagai kota pelabuhan? Tapi jangan lupa, Surabaya juga terkenal sebagai basis Angkatan Laut. Tak heran, monumen perwira Angkatan Laut dibangun di tepi pelabuhan kota pahlawan ini. Monumen Jalesveva Jayamahe ini tak hanya jadi penanda dan pengingat jayanya Angkatan Laut kita, tapi akhir-akhir ini malah lebih populer sebagai latar belakang selfie yang keren banget di Instagram. Nah, mari intip ada apa di monumen tepi pantai Surabaya ini.

Jalesveva Jayamahe Monument, Jalesveva Jayamahe, Jalesveva Jayamahe Surabaya,

photo by firjaunfaris

Tahukah Dolaners, kalau kekuatan maritim kita sudah terkenal tangguh sejak jaman kerajaan Sriwijaya? Nah, sebagai pengingat kerennya bangsa kita, dibangunlah sebuah patung perwira dengan ukuran raksasa di kota Surabaya, yang terkenal sebagai kota pelabuhan dan kota pahlawan. Patung ini tingginya 30m lebih, dibuat lebih 3.000 ton tembaga, dan diperlukan waktu 6 tahun hingga selesai dibangun. Patung perwira ini berpose memandang ke arah laut lepas dan Jembatan Suramadu. Patung raksasa ini dirancang berdiri di atas sebuah bangunan berbentuk silinder yang difungsikan sebagai Museum Angkatan Laut. Bangunan inilah yang sekarang kita kenal sebagai Monumen Jalesveva Jayamahe, atau disebut juga sebagai Monjaya.

Arti nama Monumen Jalesveva Jayamahe pasti Dolaners sudah tahu. Ya, artinya adalah di lautan kita jaya. Bukankah nenek moyang kita memang pelaut? Kalau tak percaya, coba tengoklah ke sisi lain Monumen Jalesveva Jayamahe. Di tepian pantai, Dolanes bisa lihat kapal-kapal perang Angkatan Laut membuang sauh. Bila memungkinkan, Dolaners bisa melihat-lihat, bahkan masuk ke bagian dalam kapal-kapal ini. Jangan lupa menghubungi petugas dan minta ijin dulu, ya. Apalagi kalau mau mengambil gambar. Memang tampak bagus banget kalau kapal-kapal cantik ini jadi background fotomu.

Jika di bagian luar, halaman monumen Angkatan Laut, Dolaners bisa narsis habis, ceritanya bisa sedikit beda saat di bagian dalam Monumen Jalesveva Jayamahe. Karena bangunan berbentuk silinder ini berfungsi sebagai museum, pastikan dulu ada ijin untuk mengambil gambar di ruang bagian dalam. Bocorannya nih ya, Dolaners bisa lihat diorama yang terpahat di dinding museum, yang bercerita tentang perjuangan Angkatan Laut Indonesia di laut lepas. Selain menyimpan benda-benda bersejarah, museum ini juga memajang miniatur kapal-kapal militer Angkatan Laut yang pernah digunakan. Dolaners yang suka miniatur kapal pasti akan menikmati jalan-jalan di museum ini.

Nah, setelah melihat-lihat, giliran belanja-belanja. Yuk, samperin pusat cinderamatanya. Di sini Dolaners bisa borong tas, topi, pakaian, dan berbagai atribut khas Angkatan Laut Indonesia. Cukup sebagai pembuktian kalau Dolaners pernah mengunjungi Monumen Jalesveva Jayamahe, yang hingga sekarang masih berfungsi aktif sebagai mercusuar.


AKTIVITAS

Kuliner
Jika lapar, Dolaners tinggal menuju pujasera terdekat. Lokasinya gak jauh-jauh banget kok dari Monumen Jalesveva Jayamahe Surabaya, sekitar 300m saja.
Akomodasi
Dengan mengurus perijinan ke Dinas Penerangan Koarmatim dalam waktu dua minggu sebelum jadwal kunjungan, Dolaners bisa mendapat guide yang menemani jalan-jalan. Bagus kan, ada petugas yang bisa menjelaskan berbagai hal dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Dolaners.
Kegiatan
Jangan berpikir mengunjungi tempat bersejarah bakal ngebosenin. Bahkan Dolaners yang gaul sekalipun takkan melewatkan kesempatan selfie atau wefie dengan latar belakang Monumen Angkatan Laut di Kota Surabayaini. Pilihan mengambil gambar yang lain masih banyak, datang dan lihat sendiri deh.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Sebaiknya Dolaners mengunjungi museum ini dengan pakain rapi dan bersepatu karena dikelola oleh dan masih dalam pengawasan militer secara resmi. Lapigula, angin laut berhembus cukup kencang di tepi pantai ini, jadi tak ada ruginya mengenakan pakain yang sesuai. Serta, kalau Dolaners tidak mau repot dengan perijinan, datang saja saat diperingatinya Hari Armada Indonesia karena area Monumen Jalesveva Jayamahe ini dibuka untuk umum.
Dolaners bisa masuk ke area Monumen Jalesveva Jayamahe melalui Jl. Perak Timur, kemudian lanjut ke Jembatan Petekan. Alternatif lainnya, Dolaners bisa mencapai Pintu Gerbang Armatim dari arah Jl. Sidotopo. Lokasi monumen Jalesveva Jayamahe masih masuk terus, sekitar 4km dari pintu gerbang.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link