Monumen Pahlawan, Jakarta

489 views

Menteng. Apa yang dimiliki kawasan ini hingga cukup menarik buat Dolaners untuk mampir? Memang ada banyak hal di Menteng, tapi ada satu spot bersejarah yang seringkali terabaikan begitu saja. Memang tampak biasa dan tidak menarik, sih. Apalagi tak ada warna mencolok hingga membuat siapapun yang lewat jadi menoleh. Tapi tetap saja, bangunan ini turut menandai satu jejak perjalanan dalam masa pemerintahan Indonesia. Itulah Tugu Tani, atau Monumen Pahlawan.

Tugu Tani, Tugu Tani Jakarta, Jakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photoi via Pritjohan (Awang)

Monumen Pahlawan ini terdengar seperti yang ada di Surabaya ya, Dolaners? Tapi beda, loh. Monumen Pahlawan ini ada di Jakarta. Terkenal juga dengan namanya yang lain, yaitu Tugu Tani atau Patung Pahlawan.

Monumen Pahlawan ini berbentuk patung perunggu seorang lelaki bercaping dan perempuan bersanggul dalam balutan kebaya. Dua figur berwarna hitam pekat ini melukiskan seorang perempuan yang menyerahkan perbekalan makanan kepada lelaki yang membawa senjata laras panjang dan belati. Makna dari penggambaran ini adalah sebuah keluarga yang memperjuangkan kebebasan, dengan inkripsi “Hanya Bangsa yang Dapat Menghargai Pahlawan-pahlawannya yang Dapat Menjadi Bangsa Besar.” Ada pula yang memaknai kedua patung perunggu ini sebagai seorang ibu yang mendukung perjuangan anaknya.

Terdapat perbedaan cerita tentang sejarah dibuatnya Monumen Pahlawan ini. Satu versi menceritakan bahwa Monumen Pahlawan dibuat oleh dua pematung dari Rusia, sebagai hadiah dari pemerintah Uni Soviet. Versi lain menceritakan bahwa Monumen Pahlawan dibuat untuk memperingati perjuangan Indonesia membebaskan Irian Barat dari Belanda pada awal tahun 1960-an. Sama, versi kedua ini meyakini bahwa Patung Tani dibuat oleh seorang Rusia.

Asal muasal dan perlambangan patung yang kental dengan simbol-simbol komunisme, seperti kostum yang dikenakan patung lelaki serta detail persenjataannya dan perbedaan posisi patung kedua gender ini, sempat memunculkan usul untuk merobohkan Patung Tani ini.


AKTIVITAS

Kuliner
Siapa yang tak kenal kuliner di kawasan Menteng. Bahkan ada nama-nama beken yang takkan mengecewakan bila Dolaners berminat mencoba menu-menunya. Misalnya, nasi goreng kambing Kebon Sirih, Ya-Udah Bistro, Bebek Bengil, Seribu Rasa, Bunga Rampai, Dapur Cokelat, Abuba Steak, Lara Djonggrang, Tugu Kunstrung Paleis, Ocha & Bella, Trio, Courtyard the Hermitage, atau La Vue adalah nama-nama yang pasti dikenal penyuka kuliner. Oh ya, masih sada satu lagi yang tak boleh terlewat saat wisata kuliner di kawasan Menteng. Apa itu? Yup! Taman Menteng.
Akomodasi
Ruang terbuka di mana Monumen Pahlawan ini berada adalah ruang publik yang tidak memerlukan biaya bagi siapapun yang ingin menggunakannya. Dolaners bisa datang untuk sekedar foto-foto atau mampir sejenak dan tak perlu membayar apapun.
Kegiatan
Terlepas dari isu yang masih menyertainya hingga hari ini, Monumen Pahlawan ini menjadi selingan pemandangan hijau di tengah kehidupan Kota Jakarta. Memang tak banyak, tapi sedikit perdu dan bunga, serta hamparan rumput dalam bundaran, lumayan menyejukkan gersangnya pemandangan di kawasan Menteng. Pemandangan inilah yang cukup menarik, apalagi untuk sasaran kamera. Bahkan, bundaran rumput ini sering dipakai anak-anak bermain bola.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Monumen Pahlawan terletak dekat dengan Stasiun Gambir. Dengan berpatokan pada stasiun ini, Dolaners akan terbantu menemukan Patung Tani. Keberadaannya cukup mencolok karena berada di ruang terbuka luas, di tengah-tengah sebuah bundaran taman yang cukup besar. Bundaran ini adalah persimpangan antara Jalan Menteng Raya, Jalan Prapatan, dan Jalan Arief Rachman Hakim. Lokasinya yang dilingkupi jalan raya tidak memungkinkan adanya spot parkir bila Dolaners menggunakan kendaraan pribadi. Tetap perhatikan keramaian lalu lintas di sekitar saja, bila Dolaners hendak berhenti di sekitar bundaran Monumen Pahlawan ini.
Selain menggunakan kendaraan pribadi, Dolaners bisa naik angkutan umum bila hendak melihat-lihat Monumen Pahlawan. Tugu Tani ini dilalui oleh Kopaja T502 Tanah Abang – Kampung Melayu, satu-satunya angkutan umum yang bisa Dolaners pilih. Bisa juga Dolaners menggunakan taksi atau ojek.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link