Museum Brawijaya Malang

1261 views

Tahu dong, selain terkenal karena udaranya yang sejuk, Malang terkenal juga sebagai apa? Yup, kota bunga. Dan juga kota pelajar. Banyak banget sekolah dan kampus di kota kecil ini. Eits, tapi jangan dibilang kecil juga, lah. Kenapa? Karena kota ini punya museum, yang notabene tak semua kota punya. Museumnya keren pula, menyimpan cerita sejarah perjuangan kemerdekaan. Nah, buat pelajar dan mahasiswa yang kepo tentang sejarah kemerdekaan negara ini, yuk ke Museum Brawijaya!

Museum Brawijaya, Museum Brawijaya Malang, Malang, Kota Malang, Dolan Dolen. Dolaners

photo via museumbrawijaya

Kalau Dolaners tanya-tanya ke oma opa tentang cerita perang kemerdekaan, tentu tak ada habisnya kisah-kisah seru ini disampaikan. Apalagi kalau ada benda kenangan yang menjadi bagian dari kisah bersejarah ini. Coba ajak oma opa ke Museum Brawijaya di Kota Malang. Museum perjuangan ini menyimpan banyak benda bersejarah. Dolaners tinggal nagih ceritanya. Ya… atau googling, deh.

Museum Brawijaya telah memulai cerita sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak di halaman muka. Bagian halaman depan Museum Brawijayana adalah Agne Yastra Loka, yang memajang senjata-senjata dari masa Revolusi 1945. Di area ini terdapat sebuah tank buatan Jepang, Pompom Double Loop atau senjata PSU (Penangkis Serangan Udara), meriam Belanda, tank amfibi AM Track, dan patung Jenderal Sudirman. Melangkah ke dalam museum, di ruang lobi ada relief wilayah Kerajaan Majapahit dan daerah-daerah operasi Pasukan Brawijaya, serta lambang-lambang Kodam TNI AD. Di halaman tengah terdapat Perahu Segigir dan Gerbong Maut. Sebagian besar benda-benda bersejarah disimpan di Ruang Koleksi I dan II. Di kedua ruangan ini, Dolaners bisa melihat bermacam-macam foto, lukisan, peta, patung, senjata, peralatan, dan berbagai hal yang terkait dengan perang kemerdekaan. Dua ruangan ini hanya memisahkan barang-barang bersejarah berdasarkan rentang waktunya. Jadi Dolaners akan mendapati ruang museum yang berbeda, meskipun keduanya menyimpan barang-barang dari zaman perang yang sama. Masih ada lagi satu ruangan, yaitu perpustakaan yang menyimpan segala dokumen cetak tentang perjuangan dan pengabdian TNI bagi negara ini.

Diantara koleksi-koleksi Museum Brawijaya, Gerbong Maut paling terkenal karena cerita dan namanya yang dramatis. Tapi yang paling sering jadi favorit pengunjung adalah tank di halaman. Dulu, tank ini terbuka untuk semua pengunjung yang pingin naik, terutama pengunjung anak-anak. Sekarang tank ini sudah berpagar, yang berarti tak boleh ada pengunjung yang naik atau selfie di atasnya. Sayang juga ya, tapi memang pelarangan ini demi keselamatan pengunjung sendiri dan terjaganya barang antik ini. Selfie-nya di depan tank saja ya, Dolaners.

Museum Brawijaya adalah museum perjuangan. Jadi koleksi benda-benda bersejarahanya juga tak jauh-jauh dari peralatan yang dipakai pada masa perang melawan penjajah. Tapi tak hanya di Malang, kok. Dolaners akan melihat benda-benda berharga yang mengukir sejarahnya di kota-kota lain, seperti Bondowoso dan Surabaya. Misalnya saja, Gerbong Maut tadi. Mau tahu cerita tentang gerbong ini? Ke Museum Brawijaya saja, dan tanya langsung pada petugas untuk mendapat informasi yang lebih lengkap dan akurat.


AKTIVITAS

Kuliner
Di sekitar museum ini banyak pedagang makanan kecil yang berjualan. Tak ada yang khas, tapi Dolaners bisa mengisi perut sekedarnya. Kalau mau berwisata kuliner, datang saja di hari Minggu. Dolaners makan-makan dulu di Car Free Day-nya Kota Malang yang berlokasi tak jauh dari Museum Brawijaya, kemudian lanjut jalan-jalan ke museum ini.
Akomodasi
Harga Tiket Masuk: Rp 3.000,-
Kegiatan
Museum Brawijaya dibangun dengan beberapa tujuan bermanfaat, yaitu sebagai media pendidikan, tempat rekreasi, penelitian ilmiah, dan pembinaan mental. Dolaners bisa mengunjungi Museum Brawijaya, sambil jalan-jalan santai sekaligus mempelajari barang-barang peninggalan zaman perjuangan kemerdekaan.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Menemukan lokasi Museum Brawijaya ini mudah banget, Dolaners. Cari saja Ijen Boulevard. Dolaners akan menemukannya meski tanpa bantuan GPS karena tulisan nama jalannya besar banget, berupa dekorasi taman. Museum ini berada di titik tengah Jalan Ijen.
Dengan kendaraan pribadi, Dolaners langsung saja menuju Jalan Ijen. Atau, kalau dengan transportasi umum, Dolaners bisa naik angkutan kota AL, ADL, GL, LDG, MK, atau ABB.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link