Museum Hakka Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta

1643 views

Kalau ada sebuah tempat yang bisa menggambarkan seperti apa Indonesia, maka itu adalah Taman Mini Indonesia Indah. Destinasi wisata ini memamerkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. Dan dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, ada satu museum yang menambah isi Taman Mini Indonesia Indah. Museum ini adalah Museum Hakka, sebuah bangunan unik yang melukiskan budaya Tionghoa dalam satu lokasi. Seperti apa museum ini? Mari lihat sama-sama.

Museum Hakka TMII Jakarta, Jakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo via Gilang Maulana Iwanusa

Museum Hakka termasuk bangunan baru yang menambah warna Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Dalam makna yang sesungguhnya, Meseum Hakka memang berwarna kuning pucat. Bentuk museum ini tampak seperti benteng, berdiri di belakang sebuah danau kecil. Gaya ini diadopsi dari konsep rumah tradisional Tulou, Zhenceng Lou, di Yonding Fujian, Tiongkok Selatan. Bentuk yang sekilas mirip benteng ini memang untuk tujuan perlindungan karena wilayah Tiongkok Selatan ini dulunya penuh peperangan.

Melalui pintu masuk yang berwarna coklat kayu jati, Dolaners akan dibawa ke suasana yang jauh lebih mempesona dibanding gaya eksterior bangunan yang tampak sederhana. Di bagian dalam Museum Hakka, Dolaners akan mendapati lampion-lampion yang tergantung di langit-langit ruangan. Selain view yang khas Tiongkok ini, Dolaners juga akan disambut oleh musik instrumental tradisional Tionghoa. Seketika, Dolaners bisa lupa kalau masih ada di Jakarta. Saat menyusuri lantai demi lantai di Museum Hakka, Dolaners akan mendapati pemisahan museum kedalam tiga kategori, yakni area museum Tionghoa, Hakka, dan Yodding Hakka.

Meseum ini menyimpan catatan tentang sejarah orang-orang etnis Tionghoa di Indonesia, tentang kedatangan mereka di wilayah nusantara, tentang kehidupan mereka dalam masa penjajahan Belanda, tentang keseniannya, hingga tentang tokoh-tokohnya yang berjasa pada Indonesia. Koleksi-koleksi yang tersimpan di Museum Hakka tak hanya berasal dari sumbangan warga Indonesia keturunan etnis Tionghoa, tapi ada juga yang didatangkan langsung dari Tiongkok. Cerita tentang migrasi orang-orang etnis Tionghoa ke Indonesia ini sesuai dengan nama museum, Hakka. Kata Hakka diambil dari nama suku Han yang dulu bermigrasi dari Tiongkok utara ke Tiongkok selatan. Dan bila ditilik dari akar katanya, Hakka berarti pendatang atau tamu dalam Bahasa Indonesia.


AKTIVITAS

Kuliner
Museum Hakka ini berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, jadi tak ada cerita kelaparan di sini. Dolaners bisa coba menu-menu makanan di Pondok Pecel Madiun, Sushi Terrace, CFC, Nasi Rawon Ayam Penyet, Nasi Bakar Sego Pecel, Waroeng Teteh, Kantin Andes, Nasi Timbel, Bakmi Gracia, dan masih banyak lagi. Jika kurang tertarik, Dolaners bisa keluar sekalian dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah, dan mengeksplor pilihan kuliner yang lebih banyak di Kota Jakarta.
Akomodasi
Dolaners hanya perlu membayar tiket masuk Taman Mini Indonesia Indah. Tidak ada tambahan biaya tiket untuk mengunjungi Museum Hakka.
Kegiatan
Isi Museum Hakka secara umum terbagi kedalam tiga kelompok, sesuai dengan lantai display-nya. Di lantai satu, Dolaners bisa mendapati spot foto, selain gambaran tentang masa-masa migrasi dulu. Lantai dua menyimpan artefak dan benda-benda bersejarah, yang pasti menarik buat Dolaners penyuka barang-barang antik. Sementara lantai tiga menyimpan aspek-aspek budaya Tionghoa yang masih bisa dijumpai sehari-hari hingga kini di Indonesia. Dengan adanya seorang pemandu yang menemani untuk menjelajahi setiap lantai, Dolaners akan mendapatkan informasi lengkap tentang isi museum ini.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Jika Dolaners sudah tahu lokasi Museum Listrik dan Energi Baru, menemukan di mana Museum Hakka berada takkan jadi soal. Letak kedua museum ini berseberangan, dengan Museum Hakka yang tampil beda dalam gaya arsitektur yang unik.
Dolaners langsung saja melajukan kendaraan ke kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Setelah mendapat spot parkir, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Museum Hakka sambil melihat-lihat wahana lain di Taman Mini Indonesia Indah. Kalau menggunakan kereta api, Dolaners bisa turun di Stasiun Pasar Minggu. Kalau menggunakan bus, Dolaners bisa turun di Terminal Pinang Ranti.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link