Museum Satwa

1337 views

Keunikan bangunan Museum Satwa yang begitu klasik berpadu barisan patung lucu dan cahaya lampu yang indah dimalam hari akan menyapa kedatangan Dolaners. Diorama dengan panorama indah sesuai habitat satwa membuat pengunjung serasa kembali memutar roda waktu dan kembali pada berabad-abad yang lalu. Fosil yang kokoh, megahnya insektarium, dan keaneka ragaman koleksi satwa membuat kita semakin takjub dengan mahakarya Sang Maha Agung.

Museum Satwa

Photo by septarius.wordpress.com

Bangunan museum dengan struktur klasik berpilar tinggi dan besar akan menyilaukan mata Dolaners oleh pesonanya. Patung gajah dengan ukuran yang tidak bisa disebut kecil kokoh menghiasi pada sisi kanan dan kiri bangunan. Jajaran patung dengan model lucu nan menarik bagi anak kecil dengan lampu nan molek dimalam hari dengan bentuk rusa yang unik menambah keunikan Museum Satwa ini untuk diabadikan dalam kamera. Satwa berbentuk rekontruksi yang diabadikan dalam kondisi tidak bernyawa ini sangat pas dijadikan wahana edukasi yang tepat bagi sang buah hati.

Semua koleksi satwa baik dari dalam dan luar negeri bahkan yang telah punah dipamerkan di Museum Satwa dengan begitu rapi di tempat yang lumayan megah ini. Menariknya semua nyawa telah melewati proses pengawetan sehingga bisa dinikmati sebagai bentuk diorama, dimana setiap diorama dikemas dengan begitu sempurna beserta tempat hidup atau habitatnya. Adapaun tempat hidup satwa ini begitu beraneka ragam milai dari hutan, padang pasir, bersalju dan masih banyak lagi.

Tidak hanya diorama hewan darat, diorama hewan air semisal ikan juga dikemas dengan begitu unik dan persis seperti kenyataannya di Museum Satwa ini. Selain itu diorama hewan air ini terlihat begitu bervariasi dengan habitat yang beragam yakni habitat ikan di laut dalam, laut dangkal, sungai, rawa dan danau terpampang dengan begitu nyata.

Menilik sisi yang lain dari Museum Satwa Batu, ada ribuan jenis serangga unik yang bervariasi dari berbagai Negara tersaji dengan begitu apik pada insektarium. Uniknya lagi adalah serangga yang berasal dari Afrika yang notabene sarangnya spesies satwa liar. Pameran fosil juga tidak boleh Dolaners lewatkan dengan daya pikat tersendiri yang menyuguhkan rekonstruksi yang bisa dibilang tidak ada bedanya dengan hewan aslinya. Tulang-tulang yang tersusun membentuk fosil semisal fosil dinosaurus membuat pengunjung Museum Satwa bisa sedikit membayangkan gagahnya bentuk asli hewan yang telah punah.


AKTIFITAS

Kuliner
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Akses jalan menuju ke objek wisata Museum Satwa ini sangat mudah untuk dilalui baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Jika Dolaners dari pusat kota Malang, Dolaners bisa sampai di kota wisata Batu dalam waktu sekitar 30 menit saja. Jika menggunakan kendaraan pribadi, maka Dolaners bisa menggunakan salah satu dari 2 jalur alternatif menuju ke Museum Satwa yaitu melalui jalan Ahmad Yani lalu berbelok di Karang Lo atau lurus saja melalui Jalan Tlogomas. Namun jika Dolaners datang dari luar kota dan turun dari kereta (di stasiun) maupun bus (di terminal Arjosari Malang) naiklah angkutan umum berkode AL, ADL, atau GL untuk menuju ke terminal Landungsari Malang. Setelah sampai di terminal Landungsari, perjalanan akan dilanjutkan menuju terminal Batu dengan naik angkutan berkode BL atau BTL, kemudian setelah itu Dolaners bisa langung turun di pintu gerbang Museum Satwa / Jatim Park 2. Waktu tempuh dari Malang ke Kota Batu sekitar 2 jam jika lancar tanpa banyak berhenti, sedangkan tarif angkutan di Malang sebesar Rp. 4.000,- baik jarak jauh maupun dekat.
Untuk dapat sampai ke wisata Museum Satwa Jawa Timur Park 2, Dolaners tidak perlu khawatir karena selain kendaraan pribadi, kedaraan umum juga bisa menjangkau lokasi ini. Dolaners hanya perlu naik Angkutan umum berkode BL atau BTL maka Dolaners akan diantarkan sampai ke depan pintu gerbang Museum Satwa Jatim Park 2.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link