Nglathak

461 views

Udah cobain kuliner khas Yogyakarta? Gudeg? Oh, bukan. Yang ini berbahan daging kambing, atau terkadang juga daging domba. Yup! Sate. Bukan sembarang sate, tapi ini adalah sate klathak yang bunyi klethak klathak saat dibakar. Sate unik ini memang khas dari Yogyakarta, mulai dari bakarannya, tusukannya, hingga penyajiannya. Tapi Nglathak berani tampil lebih beda lagi, dengan menghidangkan sate klathak yang tak biasa. Bagaimana bedanya?

Nglathak, Nglathak Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo via jogjafoodhunter

Sate klathak memang tak asing lagi bagi warga Yogyakarta. Saat bertandang ke sini, bisa jadi Dolaners dapet rekomendasi buat incip-incip sate yang ditusuk dengan ruji sepeda. Kekhasannya gak kalah sama gudheg, oseng mercon, atau angkringannya Yogyakarta. Nah, salah satu warung atau resto yang menghidangkan sate klathak ini bernama Nglathak. Mudah diingat, ya.

Tapi sate klathak di Nglathak ini beda, Dolaners. Bukannya bumbu sate seperti biasa, Dolaners akan mendapati keju mozarella buat temen makan dagingnya. Unik, kan? Meskipun tampilannya ala-ala bule begini, bahan baku yang digunakan seluruhnya produksi lokal. Tak hanya daging kambingnya, tapi keju mozarella yang digunakan juga diperoleh dari sekitar Yogyakarta. Fabio, produsen keju mozarella-nya, berbasis di Wonosari dan mengolah kejunya dari susu yang diambil dari Cangkringan.

Di Nglathak, sate kambing dibakar dengan briket batok kelapa. Kombinasi panas briket yang tahan lama dan logam ruji sepeda yang menghantarkan panas dengan sempurna menghasilkan bakaran daging kambing yang matang empuk. Bumbunyapun terasa meresap sampai ke dalam. Seporsi sate klathak yang berisi dua tusuk daging kambing, disiram dengan lelehan keju mozarella, disantap dengan kuah gulai yang gurih dan kental… Hidangan Nglathak ini memang juara!

Tak hanya menghidangkan menu pilihan bagi penyuka daging kambing, Nglathak juga menyasar pelanggan dari kalangan penyuka pedas. Gulai yang udah enak itu, Dolaners masih bisa pesan mau sepedas apa. Yak, ada pilihan level pedas untuk seporsi gulai yang dipesan di Nglathak.


AKTIVITAS

Kuliner
Selain sate klathak mozarella, Dolaners juga bisa menikmati sate klathak original dan sate klathak manis di Nglathak. Menu-menu olahan daging kambing lain yang bisa disantap di Nglathak ini misalnya tongseng, tengkleng, dan gulai.
Akomodasi
Makanan:
Extra Krupuk: Rp 1.000,-
Extra Kuah Gulai: Rp 1.500,-
Nasi Putih: Rp 3.000,-
American Resoles: Rp 4.500,-
Homemade Ice Cream: Rp 5.000,-
Cup of Joy: Rp 8.000,-
Extra Sate Klathak Original: Rp 10.000,-
Ayam Goreng: Rp 10.000,-
Extra Sate Klathak Mozarella: Rp 11.000,-
Gulai: Rp 15.000,-
Sate Klathak Original: Rp 20.000,-
Sate Klathak Mozarella: Rp 22.000,-

 

Minuman:
Air Putih: Rp 1.000,-
Teh Jawa Es/ Hangat: Rp 4.000,-
Jeruk Es/ hangat: Rp 5.000,-
Teh Biru Bunga Telang: Rp 6.000,-
Smoothie Yogurt Bunga Telang: Rp 10.000,-

Tips Kuliner
Minuman yang recommended di Nglantak adalah teh bunga telang. Diseduh dari pucuk bunga telang, minuman ini berwarna biru. Bila Dolaners menambahkan jeruk limau yang dihidangkan bersama minuman ini, warna birunya berubah menjadi ungu. Katanya sih, perubahan warna ini karena perubahan dari basa ke asam. Tapi daripada pusing mikirin perubahan kimiawi ini, mending dinikmati aja, kan? Minuman unik di Nglanthak yang lain adalah green smoothie yogurt. Terdengar biasa saja, ya? Eitts, tapi lihat komposisinya. Dalam segelas minuman ini, terdapat campuran daun kelor dan yogurt. Hmm… bikin penasaran kan, seperti apa rasanya!
Tips BerwisataAkses Transportasi
Warung atau resto Nglathak berada di sebelah utara Fakultas Teknik UNY. Bila kesulitan menemukan lokasi, Dolaners bisa berpatokan pada posisi fakultas ini saat bertanya pada warga sekitar.
Jika menggunakan kendaraan pribadi atau sewa, Dolaners bisa langsung meluncur ke lokasi yang ada di Gang Seruni. Bila dari arah Jalan Bougenvile, Dolaners masuk ke Jalan Gambir Karangasem Baru, atau lebih dikenal dengan Jalan Gambiran. Gang Seruni berada di antara Jalan Arumdalu dan Jalan Tapak Dara. Kalau dari arah Jalan Affandi, Dolaners masuk ke Gang Wora Wari, kemudian masuk di Jalan Flamboyan. Kalau belok kiri, Dolaners tiba di Gang Seruni melalui Jalan Arumdalu. Kalau belok kanan, Dolaners tiba di Gang Seruni melalui Jalan Tapak Dara.

Komentar

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link