Plengkung Gading

309 views

Yogyakarta, kota yang telah berdiri sejak ratusan tahun silam ini, tentunya memiliki beragam bangunan klasik, khususnya di sekitar Keraton. Komplek bangunan sakral yang telah mengalami banyak perubahan sejak awal didirikan ini dikelilingi oleh banyak bangunan yang tak kalah kunonya. Salah satu bangunan bersejarah yang masih terjaga arsitekturnya hingga sekarang adalah Plengkung Gading, pintu gerbang menuju Keraton dari sisi selatan.

Plengkung Gading, Plengkung Gading Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo by gunawanwicaksana28

Plengkung Gading sebenarnya merupakan bangunan yang masih menjadi bagian dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Plengkung berarti gapura pintu, dan biasanya berbentuk melengkung pada bagian atap. Pada masa Kesultanan, plengkung menjadi gerbang utama akses keluar masuk Keraton. Selain Plengkung Gading, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga memiliki empat gerbang lain, yaitu Plengkung Taruno Siro atau Wijilan di utara, Plengkung Madyasuro di timur, Plengkung Jaga Suro di barat, dan Plengkung Jagabaya di sisi barat daya.

Plengkung Gading, yang awalnya bernama Plengkung Nirbaya, berada di sisi selatan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Hingga kini, tinggal Plengkung Wijilan dan Plengkung Gading yang masih terjaga dalam bentuk awalnya meskipun telah mengalami renovasi. Bentuk Plengkung Gading secara umum seperti benteng memanjang, dengan dua tangga untuk mencapai bagian atas plengkung yang bisa diakses dari sisi utara bangunan. Dibanding plengkung-plengkung yang lain, Plengkung Gading memiliki ukuran yang paling besar. Tak hanya ukurannya, hiasan lima lengkungan di atasnya dan satu lengkung lagi di puncak menjadikan Plengkung Gading pintu gerbang Keraton dengan arsitektur yang berbeda.

Melewati Plengkung Gading, Dolaners akan langsung tiba di Alun Alun Kidul Yogyakarta. Pintu gerbang ini dibuka untuk umum, dengan arus lalu lintas menuju ke dan dari arah Keraton. Ada sebuah menara sirine yang berbunyi hanya untuk 2 waktu, yaitu pada detik-detik proklamasi 17 Agustus dan menjelang buka puasa dibulan Ramadhan.

Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya ini memiliki makna bebas dari bahaya duniawi. Menurut kearifan lokal yang masih dipegang teguh hingga sekarang, Plengkung Gading menjadi pintu keluar jenazah Sultan yang mangkat, untuk kemudian dimakamkan di Pemakaman Imogiri. Ini berarti juga, selama hidupnya sang Sultan tidak diperbolehkan melintasi Plengkung Gading. Tapi gimana juga ya rasanya, saat sang Sultan melihat Plengkung Gading ini sehari-hari?


AKTIVITAS

Kuliner
Berada di kawasan pusat kota dan wisata, Dolaners bisa mendapati banyak pilihan kuliner di sekitar Plengkung Gading. Kuliner hits terdekat yaitu Brongkos Alkid Handayani, lurus saja dari Plengkung Gading menuju Alun Alun Kidul Yogyakarta. Bila menginginkan pilihan kuliner yang lebih beragam, Dolaners bisa menuju ke Alkid Corner.
Akomodasi
Plengkung Gading merupakan ruang publik yang bisa diakses oleh khalayak umum secara gratis.
Kegiatan
Plengkung Gading adalah spot instagenik yang sering jadi jujugan wisatawan untuk berfoto-foto. Arsitekturnya yang klasik menjadi daya tarik tersendiri untuk menjadi latar foto saat Dolaners berkunjung ke Yogyakarta. Suasana yang lebih instagenik akan terasa saat sore hingga malam hari, dengan adanya lampu-lampu kota yang membuat Plengkung Gading semakin menarik, eksotis, dan anggun. Dolaners bisa naik ke bagian atas plengkung melalui tangga dari arah Alun Alun Kidul Yogyakarta dan melihat suasana kota serta alun-alun dari ketinggian bangunan benteng ini.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Plengkung Gading terletak kira-kira 300 meter di sebelah selatan Alun Alun Kidul Yogyakarta. Saat yang tepat untuk menikmati arsitektur klasik Yogyakarta ini ialah dimalam hari, saat udara lebih sejuk, dan Dolaners juga bisa sekalian jalan-jalan ke Alun Alun Kidul Yogyakarta. Akan tetapi, bila tak bermasalah dengan terik matahari, boleh juga Dolaners menikmati waktu di Plengkung Gading disiang hari.
Dolaners bisa sampai di Plengkung Gading dengan mudah karena bangunan ini digunakan sebagai akses lalu lintas umum sehari-hari warga Yogyakarta. Dari arah Alun Alun Kidul Yogyakarta, Dolaners mengarah saja menuju selatan, ke Jalan MT Haryono, atau sebaliknya. Selain itu, Plengkung Gading juga bisa diakses melalui Jalan Patehan Kidul.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link