Stasiun Sidotopo Surabaya

3502 views

Dolaners tahu ada berapa stasiun kereta api di Surabaya? Yak, Surabaya punya lima stasiun kereta api. Tak tanggung-tanggung ya, Dolaners? Apa aja sih stasiun-stasiun ini? Ada Stasiun Perak, Stasiun Semut, Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, dan Stasiun Sidotopo. Nah, stasiun yang terakhir ini beda banget dari stasiun-stasiun yang telah disebutkan sebelumnya. Yap, Stasiun Sidotopo punya seabreg keunikan yang seru untuk diulik. Penasaran apa aja? Yuk lihat sama-sama.

Stasiun Sidotopo, Stasiun Sidotopo Surabaya, Surabaya, Kota Surabaya, Dolan Dolen, Dolaners

photo via pifebrianto

Kalau stasiun kereta api terasa sudah sangat biasa buat Dolaners, stasiun yang satu ini beda banget. Stasiun Sidotopo masih ada di Surabaya, terkumpul dengan stasiun-stasiun yang lain, tapi tetap berbeda. Stasiun ini dalam diamnya menampakkan daya tariknya tersendiri.

Ditilik dari struktur aslinya, Stasiun Sidotopo memiliki 18 emplasemen, yang merupakan jumlah emplasemen atau deretan peron terbanyak se-Indonesia. Aneh juga sih, dan sayang juga, dengan emplasemen sebanyak ini, Stasiun Sidotopo tidak lagi dipakai mengangkut penumpang. Stasiun ini cuma dipakai untuk mengangkut barang dan merawat kereta penumpang.

Di stasiun ini pula Dolaners bisa mendapati dipo induk lokomotif, yang sering disingkat Dipo Induk SDT. Dipo ini tempat diistirahatkannya lokomotif-lokomotif yang sudah tidak digunakan lagi. Sebagian dari lokomotif-lokomotif ini ngejogrog menunggu diperbaiki. Kalau bisa dapat angle yang pas, dan punya sense fotografi yang bagus, pasti Dolaners bisa bisa bikin foto-foto yang instagenic di dipo ini. Oh ya, dipo ini yang terluas se-Jawa. Jadi Dolaners punya playground yang memuaskan buat hunting foto-foto kece.

Disisi lain, banyak cerita-cerita angker yang beredar tentang dipo ini, terutama di area pencuciannya. Cerita-cerita horor yang dikenal masyarakat sekitar Stasiun Sidotopo mirip-mirip sama film-film horor yang Dolaners tonton di bioskop. Kalau Dolaners berminat dengan cerita-cerita ini, nongkrong saja di warung kopi dekat dengan stasiun. Dolaners bakal pulang bersama segudang cerita horor, atau pulang bersama sesuatu yang horor.


AKTIVITAS

Kuliner
Karena Stasiun Sidotopo bukan stasiun penumpang, Dolaners tidak akan mendapati rumah makan sekitar stasiun sebanyak stasiun-stasiun penumpang yang lain. Tapi kalau warung-warung kecil sekedar untuk mengisi perut, pasti Dolaners bisa dapat.
Akomodasi
Stasiun Sidotopo ini berfungsi sebagai hotel dan bengkel kereta api dan lokomotif. Jadi bukan destinasi wisata, sebenarnya. Karenanya, Dolaners tidak dikenakan biaya resmi untuk masuk ke area stasiun ini. Baca baik-baik kalimat sebelumnya, ya Dolaners.
Kegiatan
Sebagian pesar kunjungan ke stasiun ini memang untuk kegiatan fotografi. Kalau Dolaners termasuk bagian dari acara foto-foto ini, ada satu spot paling menarik di Stasiun Sidotopo yang sangat layak masuk frame kamera. Letaknya ada di bagian barat pintu masuk stasiun. Sekilas, spot ini tampak sebagai tumpukan kereta tua yang sudah tak terpakai lagi.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Karena tidak digunakan untuk pemberhentian dan pemberangkatan kereta penumpang, kawasan Stasiun Sidotopo tidak terbuka untuk umum. Bila Dolaners ingin memasuki kawasan stasiun ini untuk tujuan fotografi, disarankan untuk menemui petugas stasiun dan meminta ijin terlebih dahulu. Mintalah ijin dengan cukup meyakinkan, ya Dolaners. Kalau cuma pingin jalan-jalan atau melihat-lihat, sepertinya itu tujuan yang kurang kuat.
Dolaners bisa sampai ke stasiun ini dengan menggunakan kendaraan pribadi. Lokasinya yang berada di tengah kota memungkinakn Dolaners menggunakan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua. Kalau menggunakan bus kota, Dolaners memerlukan bus DP atau WLD dari arah Lenmarc, bus E atau WLD dari arah ZARA, bus JND, P6, atau WLD dari arah Rumah Sakit Mitra Keluarga, bus S atau JMK dari arah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta bus BM, P6, atau WLD dari arah Gedung T Universitas Kristen Petra. Kalau menumpang bus kota, Dolaners bisa turun di Jl. Sidotopo Wetan, dan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki tak lebih dari 5 menit menuju ke Stasiun Sidotopo.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link