Stasiun Yogyakarta

388 views

Bila diperhatikan, banyak fasilitas publik di negeri ini yang diterima sebagai warisan dari jaman Belanda. Paling kentara adalah stasiun kereta api, nyaris di seluruh kota. Sama halnya dengan stasiun kereta api terbesar di Yogyakarta, Stasiun Yogyakarta. Bangunan stasiun ini asli bikinan Belanda sejak dua abad silam. Penasaran seperti apa bangunan ini sekarang dan bagaimana fungsinya? Yuk lihat Stasiun Yogyakarta lebih dekat.

Stasiun Kereta Api Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo via jogja_ig

Salah satu moda transportasi pilihan untuk menuju Yogyakarta adalah kereta api. Nah, musti kenal stasiun-stasiunnya juga dong, Dolaners. Selain Stasiun Lempuyangan (LPN), Stasiun Yogyakarta (YK) adalah stasiun besar yang menjadi pintu gerbang masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena lokasinya yang berdekatan dengan Tugu Jogja, stasiun kereta api ini juga dikenal dengan nama Stasiun Tugu, atau Stasiun Tugu Yogyakarta. Dan karena statusnya sebagai stasiun kereta api kelas besar, label besar juga sering disertakan kedalam namanya, Stasiun Besar Tugu Yogyakarta. Jadi jangan bingung ya, Dolaners. Semua nama ini merujuk ke satu lokasi, sama seperti Yogyakarta atau Yogya atau Jogja.

Sebagai stasiun kereta api kelas besar, Stasiun Yogyakarta melayani keberangkatan dan kedatangan hampir semua kelas kereta api (KA), kecuali kelas ekonomi bersubsidi. Jadwal keberangkatan dan kedatangan di Stasiun Yogyakarta tersebar pada delapan jalur kereta api, lima di emplasemen utara, dan tiga di emplasemen selatan. Yak, jumlah dan pembagian emplasemen ini memang menunjukkan ukuran stasiun yang dibangun pada tahun 1887 ini. Udah lama banget ya, Dolaners. Memang Stasiun Yogyakarta merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda di Yogyakarta.

Usia Stasiun Yogyakarta tampak pada gaya arsitektur bangunannya, art deco. Gaya ini populer banget pada masanya, tepatnya antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Keren juga ya, stasiun kereta api ini. Tak hanya arsitektur bangunannya, Stasiun Yogyakarta juga menorehkan sejarah sebagai stasiun terakhir dalam perjalanan Presiden Soekarno memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Yogyakarta pada masa perang kemerdekaan. Karenanya, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan Stasiun Yogyakarta menjadi cagar budaya.

Renovasi Stasiun Yogyakarta pada tahun 2016 menghasilkan gedung pusat reservasi di pintu selatan, pengecatan ulang, pemasangan lantai granit, dan lain-lain. Detail dekorasi bangunan yang khas art deco masih dipertahankan pada beberapa titik. Hasilnya, Dolaners akan merasa nyaman dengan kebersihan stasiun, sekaligus rasa klasik feodal yang sama sekali tak ada kesan kumuh dan kelabu.


AKTIVITAS

Kuliner
Akomodasi
Kegiatan
Tips BerwisataAkses Transportasi
Walaupun alamat resmi Stasiun Yogyakarta ini berada di Jalan P. Mangkubumi, dua pintu masuknya berada di alamat yang berbeda. Yup, saking luasnya kompleks bangunan ini. Pintu timur Stasiun Yogyakarta berada di Jalan Margo Utomo 1, sedangkan pintu selatan berada di Jalan Pasar Kembang. Keseluruhan kompleks Stasiun Yogyakarta terletak antara Tugu Jogja dan Jalan Malioboro.
Bila menggunakan kendaraan pribadi, Dolaners bisa langsung menuju ke ujung kawasan Malioboro yang berada di sisi utara. Parkir kendaraan bisa di Stasiun Yogyakarta pintu timur atau pintu selatan. Bila menggunakan trans Jogja, Dolaners bisa naik trayek 1A, 2A, dan 3A.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link