Taman Belanda

609 views

Masa penjajahan Belanda yang berlangsung ratusan tahun memang bukan sejarah yang indah untuk dikenang. Tapi ternyata, ada peninggalan dari jaman pahit ini yang berbuah manis hingga saat ini. Taman Belanda adalah sebuah pintu air di wilayah Kabupaten Bantul yang dibangun pada masa Belanda, namun manfaat dari bangunan ini adalah berhektar-hektar sawah di beberapa kecamatan yang memiliki irigasi baik sepanjang tahun. Dan tentunya, sebuah spot wisata yang menawarkan latar selfie kece.

Taman Belanda, Taman Belanda Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo by hermawan_can

Meskipun namanya Taman Belanda, taman ini berada di Kabupaten Bantul Yogyakarta, bukan di negri Belanda sana. Sejatinya, Taman Belanda berupa sebuah pintu air, namun sering juga disebut dam atau bendungan walaupun kedua tipe bangunan ini sebenarnya tak sama. Taman Belanda ini merupakan struktur kokoh yang yang menyerap aliran air Sungai Progo tepat di satu tikungan, hingga arusnya yang deras langsung mengalir ke dalam kanal. Air ini kemudian menyusuri mengikuti kanal sepanjang hampir 70 kilometer dengan 105 pintu air. Selain dikenal sebagai Taman Belanda, struktur bendungan ini juga dikenal dengan nama Dam Ngantru atau Dam Kamijoro.

Salah satu keunikan Taman Belanda ini adalah lokasinya yang berada di tikungan Sungai Progo. Dibangun pada masa pendudukan Belanda sekitar tahun 1920-an, dan diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII pada akhir tahun 1930-an, bendungan ini sekarang mengairi sawah di Sri Gading, Wijirejo, Murti Gading, Srandakan, dan Pandak – seluruhnya 5 kecamatan di Kabupaten Bantul. Uniknya lagi, terlepas dari fungsinya yang sangat penting tersebut, Taman Belanda resmi menjadi Benda Cagar Budaya (BCG) karena usia dan sejarahnya sejak tahun 2008.

Karena demikian berharganya bangunan ini, Taman Belanda dipugar setahun kemarin. Secara keseluruhan, bendungan ini sekarang memang pantas disebut taman. Semua tampak tertata rapi, bersih, benar-benar menjadi lokasi yang nyaman untuk menikmati suasana sunset bersama orang-orang tersayang. Walaupun pemugaran dan perawatan ini tak dimaksudkan untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata, tetap saja Taman Belanda ini dikunjungi orang silih berganti.


AKTIVITAS

Kuliner
Sebaiknya Dolaners membawa bekal sendiri karena saat ini Taman Belanda masih dalam proses perbaikan dan pembangunan. Tak banyak pilihan kuliner di sini, kecuali Dolaners tak keberatan dengan menu-menu warung sederhana.
Akomodasi
Belum juga diresmikan sebagai destinasi wisata, Dolaners bisa mengunjungi Taman Belanda tanpa dipungut biaya.
Kegiatan
Selain menikmati pemandangan di sekitar bendungan, tentunya Dolaners juga bisa mengabadikan waktu yang dihabiskan di Taman Belanda bersama orang-orang terkasih. Selfie, wefie, groufie, apapun namanya, tempat ini akan tampak instagenik dengan pemandangan Sungai Progo di latar belakang. Tapi yang paling menarik di Taman Belanda ini adalah bekas mesin pompa kuno yang sekarang tak digunakan lagi. Dolaners bisa melihat seperti apa bentuk pompa yang digunakan untuk menyedot pasir pada bak kontrol. Bila memiliki minat pada situs bersejarah, Dolaners akan tertarik pada catatan sejarah di banguan ini. Terdapat 2 prasasti yang menyatakan tahun pembangunan Taman Belanda, lengkap beserta Raja Yogyakarta dan Gubernur Belanda pada waktu itu. Bahkan, pahatan tertulis tahun diresmikannya Taman Belanda menjadi benda cagar budaya juga ada. Bila berminat pada hal-hal teknis, sistem pintu air Taman Belanda ini tentunya menarik untuk ditelaah lebih jauh. Misalnya tentang bagaimana peralatan dan sistem ini bisa bekerja pada masanya, hingga bagaimana teknologi yang digunakan untuk membangun bangunan besar ini pada masa itu. Tapi kalau Dolaners cuma mau santai, sepertinya memancing di perairan Sungai Progo akan jadi kegiatan yang lebih menarik di Taman Belanda.
Tips BerwisataAkses Transportasi
Taman Belanda ini berada di tepi Jalan Sedayu- Gesikan, sekitar 6,3 km dari pertigaan Jodog Pandak. Bila mengaksesnya dari Jalan Argorejo, berarti Dolaners menempuh jarak sekitar 8,7 km dari perempatan Sedayu atau Jalan Wates.
Bermula dari Jalan Raya Wates, Dolaners bisa mengarahkan kendaraan ke Jalan Argorejo, Jalan Sedayu-Gresikan, terus saja mengikuti ruas jalan ini melewati tikungan dan persimpangan, hingga tiba di Taman Belanda.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link