Wedang Ronde Mbah Payem

222 views

Apa yang membuat Dolaners selalu pulang lagi ke Yogyakarta? Memang selalu ada hal yang menarik di hampir setiap sudut kota ini, apalagi kulinernya. Dan saat satu sudut kota menyimpan fenomena kehidupan serta kulinernya yang tak tergerus oleh jaman, tentu ini adalah alasan kuat untuk kembali lagi ke Yogyakarta. Inilah Wedang Ronde Mbah Payem, atau dikenal juga dengan Wedang Ronde Kauman, yang tak cuma menghangatkan perut, tapi juga hati.

Wedang Ronde Mbah Payem, Wedang Ronde Mbah Payem Yogyakarta, Yogyakarta, Dolan Dolen, Dolaners

photo by fotohery

Perkenalkan, sosok renta yang berjualan di belakang gerobak wedang ronde dimalam hari ini lebih sering dikenal sebagai Mbah Payem. Usianya saat ini sudah sekitar akhir 80-an atau bahkan 90 tahun lebih, namun masih sanggup berjualan ronde di pinggir jalan setelah matahari terbenam hingga sekitar tengah malam, hingga dijemput oleh putra beliau. Tak jarang, Mbah Payem terkantuk-kantuk menunggu pelanggan datang saat Kota Yogyakarta sedang sepi.

Mbah Payem, yang juga dikenal sebagai Mbok Min oleh warga sekitar, lahir di Wonosari, kini tinggal di Kadipaten Kulon, Yogyakarta. Sebelum beralih pada menu ronde, Mbah Payem dulunya berjualan gulai di Pasar Beringharjo – sudah sekitar 50 tahun lebih silam. Putra putri beliau semua sudah berkeluarga, hingga memiliki anak dan cucu. Jadi sebenarnya mbah Payem sudah memiliki cicit atau buyut dalam Bahasa Jawa, namun masih bersemangat berjualan ronde setiap malam. Dalam proses pembuatan hingga persiapan berjualan, ada saja putra putri Mbah Payem yang membantu. Hanya saja, mbah Payem selalu berjualan seorang diri, bersama gerobaknya yang sepertinya tak kalah renta juga usianya. Gerobak ini pula yang menjadi saksi bisu telatennya Mbah Payem meracik wedang ronde sejak tahun 1965, hingga menjadi langganan Presiden Soeharto saat berada di Yogyakarta, pada masanya.

Gerobak sederhana Mbah Payem menampung setiap bahan racikan wedang ronde, tersimpan dalam toples-toples kaca besar yang jelas tampak jadul. Pendengaran Mbah Payem tak jauh berkurang, namun entah bagaimana beliau bisa meracik wedang ronde dengan penerangan satu lampu teplok saja. Dan racikan wedang ronde yang tercipta dari tangan-tangan renta Mbah Payem ini rasanya khas sekali. Dibuat sendiri secara tradisional di dapur rumah beliau sejak selepas tengah hari, perpaduan jahe dan rasa manis wedang ronde ini terasa pas banget.


AKTIVITAS

Kuliner
Akomodasi
Tips Kuliner
Tips BerwisataAkses Transportasi
Gerobak ronde Mbah Payem terletak tak jauh dari perempatan Kauman – Ngasem, kira-kira 50 meter saja sebelum perempatan. Atau, Dolaners bisa berpatokan pada toko Naufal Optik yang berada di seberang jalan gerobaknya Mbah Payem.
Tak sulit mencari gerobak Mbah Payem diantara gerobak-gerobak wedang ronde lain di Yogyakarta. Dari Alun Alun Lor, Dolaners langsung saja berjalan menuju ke Jalan Kauman yang berada di sisi barat alun-alun. Terus saja menyusuri ruas jalan yang penuh dengan rumah-rumah eksotis di kanan kiri jalan ini, sekitar 100 meter dari alun-alun Dolaners bisa mendapati gerobak Mbah Payem di sisi kanan jalan. Karena lokasinya, wedang jahe Mbah Payem ini sering juga dikenal sebagai Wedang Ronde Kauman.

STAY UPDATES!

Dapatkan informasi wisata terlengkap dan terupdate di Instagram Anda
FOLLOW US
ID @dolandolen
close-link