Kuliner

7 Sate Paling Legendaris & Terpopuler di Malang

Pinterest LinkedIn Tumblr

Setiap kota memiliki kuliner khasnya masing-masing, begitu juga di Kota Malang memiliki bakso sebagai ikon kuliner yang paling terkenal. Akan tetapi banyak juga makanan lainnya yang memiliki cita rasa juara, contohnya saja sate. Ada banyak sate legendaris di Malang yang tetap eksis meskipun diterjang zaman. Berikut ini 7 daftar pilihan sate legendaris terpopuler yang sudah ada di Malang sejak lama.

1. Sate H. Paino – 1973

Jika ditanya sate kambing mana yang paling terkenal di Malang? mungkin banyak orang yang akan menyebut Sate Bunul H. Paino sebagai salah satu yang paling terkenal di Malang. Hal itu mungkin dipicu oleh beberapa hal, selain karena memang pernah memasang iklan di papan pada pertandingan Arema, rasa lezat dan sejarah dari warung sate yang satu ini membuatnya sangat dicintai masyarakat Malang.

Sate H Paino 1973 Sate H Paino 1973 - Dolan Dolen
Sate H Paino 1973 by instagram.com/satebunulmalang

Sate Bunul Haji Paino ini sudah berdiri sejak tahun 1973 dan pada saat itu berlokasi di perempatan jalan JA Suprapto dan jalan Kaliurang. Pada saat itu, Haji Paino masih berjualan menggunakan gerobaknya bersama dua orang kerabatnya. Walaupun menggunakan gerobak dan di pinggir jalan, usahanya tersebut cukup laris, terbukti dari omzet hariannya yang bisa mencapai 300 tusuk sate.

Usaha sate kambing Paino semakin maju ketika pada tahun 1977 dua pindah ke sebelah timur pasar Bunul yang ditempatinya hingga sekarang. Kemajuan yang terjadi ini membuat warung ini menjadi semakin terkenal dan terus berkembang menjadi salah satu warung sate kambing yang cukup terkenal di Malang.

 

2. Rumah Makan Cairo – 1953

Rumah Makan Cairo menyajikan berbagai olahan daging kambing, mulai dari sate, gule, nasi kebuli sampai krengsengan. Selain itu, terdapat juga menu tambahan lain seperti roti maryam dan martabak.

Rumah Makan Cairo 1953 Rumah Makan Cairo 1953 - Dolan Dolen
Rumah Makan Cairo 1953 by instagram.com/foodiesherlock

Rumah makan ini telah dikenal sejak tahun 1953. Berlokasi di Jalan Kapten Tendean 1, olahan daging kambingnya banyak disukai karena memiliki tekstur yang lembut, rasanya gurih dan tidak bau apek. Jika berada di sini, jangan lupa memesan susu kambing Etawa yang konon baik untuk kesehatan. Rumah Makan Cairo buka setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai 10 malam.

3. Sate Gebug – 1920

Sate Gebug ini telah ada sejak 1920 dan pertama kali dibuka di Malang dan tidak pernah pindah lokasi hingga saat ini.

Sate Gebug 1920 Sate Gebug 1920 - Dolan Dolen
Sate Gebug 1920 by instagram.com/samidreds

Apa yang membuat Sate Gebug ini unik dan berbeda dari lainnya? Yang paling berbeda adalah cara memasaknya. Daging yang digunakan di sini adalah daging sapi yang di-gebug alias dipukul-pukul sampai lunak dan tanpa terputus sebelum dibakar dan diberi bumbu kecap dan rempah. Cukup mirip dengan masakan Sate Komoh Daging Sapi, perbedaannya adalah proses di-gebug sebelum dibakar yang membuat satenya lebih empuk. Setelah matang, Sate Gebug disajikan bersama nasi hangat, untuk bumbunya bukan bumbu kacang, tapi menggunakan bumbu kecap yang agak pedas.

 

4. Sate Pak Sabar

Salah satu tempat yang menyediakan sate ayam dan kambing Madura di Kota Malang adalah Warung Super Madura Pak Sabar. Warung sate yang laris ini menyediakan sate ayam, sate kambing dan juga gule kambing yang enak dan harganya juga cukup bersahabat bahkan untuk anak kuliahan.

Sate Pak Sabar Sate Pak Sabar - Dolan Dolen
Sate Pak Sabar by instagram.com/septika_tiko

Warung sate madura Pak Sabar yang berlokasi di Jalan Bandung Kota Malang ini sudah ada di kota Malang sejak belasan tahun lalu. Dimulai dari sebuah gerobak yang berkeliling, hingga menjadi permanen di ujung Jalan Bandung saat ini. Penggemar Sate Madura Pak Sabar ini sudah sangat banyak sehingga tidaklah mengherankan jika pengunjung Warung Sate Madura Pak Sabar ini selalu penuh. Apalagi di akhir pekan dan hari libur.

5. Sate Kambing Bang Saleh Tongan – 1970

Warung Sate & Gule Kambing Bang Saleh yang terletak di jalan Ade Irma Suryani ini memang cukup melegenda di kota Malang. Berdiri sejak tahun 1970-an, kelezatan dagingnya yang empuk dan anti amis, serta bumbunya yang khas, membuatnya namanya membahana seantero Malang.

Sate Kambing Bang Saleh Tongan 1970 Sate Kambing Bang Saleh Tongan 1970 - Dolan Dolen
Sate Kambing Bang Saleh Tongan 1970 by instagram.com/babe_gun

Warung ini memang terbilang sederhana. Teras depan warung, khusus digunakan untuk membakar sate. Bagian dalam warung pun tak luas, hanya beberapa deretan meja dan bangku di samping kiri dan kanan ruangan. Sedangkan bagian belakang warung difungsikan sebagai dapur. Tepat di depan dapur, terdapat meja kasir yang siap melayani pelanggan yang telah selesai menyantap makanannya.

 

6. Sate Ponorogo Pak Siboen

Sate ayam Ponorogo merupakan salah satu varian yang cukup khas dan jadi favorit banyak orang. Daging yang berasal dari ayam kampung dengan potongan yang cenderung besar dan menyambung dalam satu tusuk membuat sate ini menjadi sangat khas. Belum lagi dengan bumbunya yang memiliki rasa kacang lebih melimpah dan berwarna lebih cerah dibanding sate lainnya.

Sate Ponorogo Pak Siboen Sate Ponorogo Pak Siboen - Dolan Dolen
Sate Ponorogo Pak Siboen by instagram.com/faustinelie

Di Kota Malang sendiri, terdapat sebuah warung Sate Ponorogo yang cukup terkenal dan selalu ramai dikunjungi pembeli. Warung legendaris tersebut adalah Sate Ayam Ponorogo Pak Siboen cabang Malang yang terletak di wilayah Kawi. Daerah ini sendiri merupakan salah satu sentra kuliner Malang yang telah berkembang sejak kisaran dekade 80-90an.

7. Sate Gule Bang Elias

Pilihan sate legendaris terakhir di Kota Malang yang bisa dijadikan tempat berwisata kuliner sekaligus membawa manisnya kenangan tempo dulu adalah Depot Sate Gule Kambing Bang Elias yang ada di daerah Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Sate Gule Bang Elias Sate Gule Bang Elias - Dolan Dolen
Sate Gule Bang Elias by instagram.com/indraayahnyaharith

Depot sate gule ini hanya menyajikan olahan daging kambing yang dimasak menjadi sate dan gule saja. Sate kambingnya ada dua pilihan, yakni sate dengan campuran potongan lemak, dan yang tanpa potongan lemak. Tiap tusuk satenya berisi daging kambing yang lumayan besar ketimbang warung sate lainnya. Daging-daging kambing ini dibakar di atas arang hingga tingkat kematangan yang sempurna yang terlihat dari warnanya yang cenderung cokelat muda. Saat digigit, daging satenya terasa benar-benar lembut alias tidak alot. Bumbu kacang lembut yang berpadu melumuri dagingnya menambah kelezatan yang manis dan gurih. Dilengkapi pula potongan jeruk nipis dan sambal bagi Anda yang suka sedikit kecut atau pedas.

 

Itulah jajaran 7 sate paling legendaris & terpopuler di Malang untuk dicoba kelezatannya. Manjakan lidah dengan berbagai sate legendaris di atas jika Dolaners sedang jalan-jalan ke Malang ya. Selamat mencoba!

DolanDolen.com merupakan situs traveler dan pusat informasi terlengkap destinasi wisata para Dolaners yang menjelajahi indahnya Indonesia.

Write A Comment

Pin It